The Backstage Surabaya (Bagian 1) : How To Start A StartUp

29 Jul 2015    View : 1418    By : Amidah Budi Utami


Hari Sabtu, tanggal 4 Juli lalu, saya menghadiri sebuah seminar tentang Young Enterpreneurship, terutama di bidang teknologi, sebuah bidang yang sedang saya tekuni saat ini. Saya tertarik mengikuti seminar ini terutama karena pembicaranya adalah orang-orang berpengalaman di bidang technopreneurship. Saya yakin ada banyak hal yang akan saya peroleh dari seminar ini dengan mendengar langsung pengalaman pelaku-pelaku technopreneur nasional.

The Backstage Surabaya kali ini menghadirkan Muhammad Zaky (SEO bukalapak.com), Christie Erin Harsono (co-founder Basha Market), Ami Raditya (co-founder duniaku.net), Dellawati Wijaya (viki.com), dan Kendrick Junerto Lay (Software Engineer). Selain menghadirkan narasumber-narasumber keren, The Backstage Surabaya dibuka dengan sambutan luar biasa dari Wali Kota Surabaya, Ibu Risma dan Vice President Director Intiland Bapak Sinarto yang turut memberikan tambahan semangat kepada para entrepreneur muda yang hadir.

sambutan oleh ibu risma(sambutan oleh ibu risma, wali kota Surabaya)

The Backstage diprakarsai oleh ziliun.com. Selain di Surabaya, The Backstage juga telah digelar di berbagai kota besar di Indonesia, seperti Bandung dan Yogyakarta. The Backstage Surabaya kali ini bekerja sama dengan Kibar dan Start Surabaya. Ini adalah event mewah dan langka bagi para generasi muda Surabaya yang tertarik dengan dunia techopreneurship.


Sekilas Tentang The Backstage dan Ziliun.com

Dikutip dari sebuah artikel di ziliun.com, The Backstage dilatarbelakangi oleh adanya rasa penasaran para generasi muda mengenai perjalanan para tech-startup founder memulai dan menjalankan startup-nya sampai akhirnya sukses. Berdasarkan wacana tersebut, akhirnya Ziliun berkolaborasi dengan Tech in Asia Campus Visit menyelenggarakan rangkaian percakapan dengan para tech-entrepreneur yang dinamai The Backstage.

Awalnya The Backstage diselenggarakan dari kampus ke kampus mulai bulan Mei sepanjang tahun 2015. Pembicaranya datang dari berbagai jenis startup yang terbilang berhasil di Indonesia.

Sedangkan ziliun.com adalah sebuah sarana atau media yang percaya bahwa informasi itu bisa memberdayakan banyak orang terutama anak muda. Ziliun.com memiliki tagline "rombak pola pikir". Ziliun.com percaya bahwa kalau kita mau mengubah Indonesia jadi lebih baik maka langkah pertamanya dengan merombak pola pikir menjadi lebih baik.

Di Backstage, ziliun.com ingin melakukan sesuatu untuk anak muda yang berani merombak pola pikirnya untuk membawa Indonesia ke arah yang lebih baik. Namun, kebanyakan anak muda masih belum tahu bagaimana cara memulainya. Di The Backstage ini ziliun.com menghadirkan role models yang sudah berpengalaman untuk saling berbagi pengalaman, jadi para generasi muda bisa belajar "Mengapa sih mereka memulai sesuatu?", "Alasannya apa?", "Apa sih mindset yang berbeda dari mereka sehingga membedakan mereka dari kebanyakan orang lainnya yang menjadikan mereka selama ini?".

Jika kamu tertarik dengan visi misi ziliun.com dan ingin bergabung dengan media yang keren ini silakan kirimkan email ke halo@ziliun.com.

Baca juga : Stigma dan Tradisi: Berhenti Belajar! Mari Mulai Berpikir dan Menciptakan


Sekilas Tentang Start Surabaya

Kita semua percaya bahwa Indonesia adalah bangsa yang besar, dan kita semua ingin membangun Indonesia yang lebih baik. Salah satu caranya dengan meng-empower entrepreneur dan calon entreprenuer yang ada di Indonesia. Namun sayangnya, di Indonesia generasi mudanya masih sedikit yang ingin menjadi entrepreneur.

Menurut David Mclaren sebuah negara akan sejahtera ketika minimal 2% menduduknya adalah pengusaha. Namun sayangnya, Indonesia belum mencapai 2%, padahal negara tetangganya, Singapura sudah mencapai 7%. Start Surabaya percaya bahwa anak muda dan teknologi adalah masa depan berikutnya. Mereka membuat startup (wirausaha) yang tidak hanya jualan tapi memberikan sebuah solusi bagi masyarakat dengan kreativitas, pengetahuan, dan teknologi. Berdasarkan latar belakang tersebut kibar bersama Spazio bersama Pemerintah Kota Surabaya bersama Suara Surabaya bersama Enciety menginisiasi Start Surabaya.

Start Surabaya adalah sebuah inisiasi startup yang pertama di Indonesia, dan satu dari sedikit yang dinisiasi di level kota di dunia. Start Surabaya berfikir tentang satu hal, satu misi bagaimana anak muda bisa berkarya, menggunakan kreativitas dan teknologi. Sekarang sudah bukan zamannya kalau anak muda disuruh buat pabrik karena membutuhkan modal yang sangat besar. Karena ini zamannya teknologi informasi, dengan kreativitas kita bisa membangun apa pun. Namun saat mereka mau membangun sesuatu, membangun startup, mau mulai jadi entrepreneur selalu pertanyaannya tidak ada modal, tidak tahu mau mulai dari mana, tidak ada kantor. Nah, dari situ Start Surabaya berpikir bagaimana kami akan mendorong banyak orang di saat dorongan itu tidak ada. Start Surabaya berpikir apa yang bisa mereka lakukan. Mereka ingin menciptakan sebuah generasi yang berbeda, generasi yg tidak mau dianggap remeh, generasi yang siap bertarung, gerenasi yang ingin berkarya, generasi yang bermanfaat untuk orang lain.

Mengapa inisiasi startup ini ada di Surabaya? Karena di kota ini terdapat dukungan dari orang-orang yang luar biasa, orang-orang yang punya hati, orang-orang yang mau melalukan sesuatu untuk orang lain.

Start Surabaya adalah sebuah program akselerasi selama 3 bulan. Start Surabaya percaya bahwa startup membutuhkan tiga elemen yang paling penting yaitu: people, program, dan place.

Dari people-nya sendiri, di Start Surabaya ada mentor-mentor yang luar biasa, yang tidak pelit berbagi ilmu dan pengalaman dan mereka tidak dibayar. Mentor-mentor tersebut datang dari berbagai macam background, ada dari dosen ITS, dosen Petra, dosen Ciputra dan Kompas Tekno.

Sedangkan tempatnya (place) sendiri Start Surabaya memiliki ruang kerja bareng di Spazio yang diberi nama forward factory. Dimulai dari Januari 2015, mission 1, lanjut mission 2, dan sekarang buka mission 3. Pesertanya kebanyakan dari mahasiswa, tapi juga ada dari latar belakang orang IT, orang bisnis, dan juga orang desain. Selama bulan Januari sampai sekarang ada beberapa startup yang telah lahir di Start Surabaya: diantaranya reblood.com, anterin-dong.com, stankosong.com, yirrm.com, sendoksehat.com dan masih banyak lagi lainnya.

desain interior forward factory(desain interior forward factory, semoga one day artebia punya ruang sekeren ini yah )

Untuk informasi lebih lanjut bisa buka websitenya di www.startsurabaya.com. Seperti slogan yang ada di jendela luar forward factory "a journey of thousand miles begins from one step". Kami percaya bahwa kita hanya perlu memulai satu langkah dari Surabaya untuk Indonesia yang lebih baik.


Ngobrol Bareng Erin Harsono dan Ami Raditya Tentang "How To Start A StartUp"

Talkshow Panel pertama menghadirkan Erin Harsono selaku co-founder Basha Market dan mas Amy Raditya selaku co-founder Duniaku.net serta seorang moderator yang diperankan oleh Koh Yansen Kamto. Erin dan Mas Amy akan berbagi pengalaman mereka saat mulai menjalankan startup.

talks bareng erin harsono dan ami raditya

Apa alasan yang mendasari untuk membangun startup (Basha Market dan Duniaku.net)?


Saat Erin masih kuliah di US, dia melihat di sana banyak ilustrator keren, kemudian setelah pulang ke Indonesia ternyata Indonesia itu nggak kalah. Banyak banget desainer-desainer muda yang keren, ilustrator-ilutrator yang bagus, artis-artis yang berbakat. Tapi sayangnya banyak yang belum melihat hal itu. Bahkan banyak dari orang Indonesia sendiri memilih beli barang luar negeri karena produk luar negeri lebih terkenal.

Nah, di sini Erin merasa sayang banget. Semua kemampuan-kemampuan dan kelebihan-kelebihan tersebut harusnya dipromosikan lebih luas karena industri kreatif itu nggak pake modal tapi banyak jendelanya. Erin ingin menjadi wadah di mana dia bisa membawa enterprenuer muda, desainer, artis ke taraf internasional. Namun, untuk mencapai ke arah itu tidak semudah yang dibayangkan. Untuk go internasional perlu persiapan dan perlu standar yang dicapai. Oleh karena itu, Basha Market ini ingin menjadi portal. Suatu saat portal ini bisa membawa enterprenuer muda Indonesia ke taraf international.

Kalau bicara tentang awal mula duniaku.net kita harus mundur dulu ke sekitar belasan tahun yang lalu. Dulu banget tahun 1997 Ami sudah membuat majalah Game, waktu itu adalah majalah game pertama di Indonesia, saat dia masih SMA. Majalah tersebut adalah salah satu proyek milik Jawa Pos. Dulu itu saat Ami diundang di event-event internasional, ternyata hanya dari Indonesia aja yang masih menggunakan media cetak, sedangkan negara-negara lainnya sudah menggunakan media online. Kelebihan dari media online adalah lebih update. Artikel hari ini dibuat, hari ini juga bisa di-publish, sedang majalah cetak masih menunggu dua minggu dulu untuk diterbitkan. Nah, Awalnya Ami mengusulkan ide untuk membuat media game online ke Jawa Pos, tapi pihak Jawa Pos tidak tertarik untuk mengembangkannya. Maka kemudian lahirlah duniaku.net.

Baca juga : Basha Market Chapter 2 - Merayakan Kreatifitas Lokal

Apa kesulitan yang dihadapi di masa-masa awal menjalankan startup?

Awalnya Basha Market mendapat penolakan dari beberapa pihak. Untungnya Erin punya partner bernama Devina. Mereka berdua tetap percaya kalau mereka pasti bisa. Mereka tetap berjuang mencari jalan.

Menurut Ami, kesulitan terbesar yang dihadapinya adalah menyakinkan orang-orang yang bergabung dengan duniaku.net untuk percaya dengan visi-misi duniaku.net. Ami harus mikirin gimana agar company ini bisa running agar timnya lebih optimis lagi.

Apa sih pentingnya partner?

Menurut Erin, seorang partner itu harus punya visi misi yang sama. Seorang partner harus memiliki end goal yang sama. Selama partner tersebut punya end goal yang sama, maka selama perjalanan tersebut akan tetep kuat dan arahnya akan tetap sama. Semisal cara kerjanya beda malah bagus bisa saling melengkapi.

Menurut Ami, punya partner itu sangat penting karena kita tidak mungkin mengisi semua bagian itu sendirian. Kita harus punya partner yang mengisi kekurangan kita serta memiliki kelebihan yang tidak kita miliki. Di awal mendirikan duniaku.net Ami mengajak Robby Baskoro yang mengurus infrastruktur IT dan juga marketing. Sedangkan Ami sendiri lebih berkonsentrasi pada konten. Tapi yang penting masing-masing partner juga harus percaya dengan end goal-nya.

Apa kesalahan terbesar yang pernah dialami?

Kesalahan yang pernah Erin dan sang partner lakukan saat pertama menjalankan Basha Market adalah mereka terlalu mudah menyetujui kerja sama dengan pihak lain yang kadang tidak sesuai dengan visi-misi mereka. Jadi, kadang repot juga saat mereka mau balik lagi ke visi-misi awal karena sudah terlanjur punya kesepakatan dengan pihak lain.

Sedangkan kesalahan yang Ami dan sang partner lakukan adalah mereka merasa jago di awal. Saat mereka membuat duniaku.net, mereka menyadari duniaku.net ini website game pertama di Indonesia. Saat itu duniaku.net cepat dapat iklan dan mendapat perhatian yang signifikan. Tapi setelah mereka hijrah dari Surabaya ke Jakarta, mereka baru sadar bahwa ternyata duniaku.net masih jauh dari media yang sebenarnya. Jadi harusnya kita segera banding ke media lainnya, tidak hanya media game.

Gimana Artebianz? Sudah dapat poin-poin penting dalam memulai startup-mu? Saya rasa apa yang disampaikan oleh Erin dan Ami tadi berlaku untuk semua jenis startup. Mereka sudah memulainya. Giliran kamu kapan?

Baca juga : Widyoseno Estitoyo: Pebisnis Muda, Aktivis Sosial, Dan Pekerja Seni




Amidah Budi Utami

Amidah Budi Utami adalah seorang perempuan yang bekerja di bidang IT dan menyukai seni, sastra, fotografi, dan jalan-jalan.

Profil Selengkapnya >>

Liputan Lainnya

Tulis Komentar
comments powered by Disqus





KATEGORI :




ARTIKEL PILIHAN :




Ketika Media Sosial Menghilangkan Esensi Makhluk Sosial


Voici - Duo Multi Talenta Dari Surabaya


Sayap-Sayap Kecil - Mengintip Sepotong Kisah Rahasia Seorang Gadis SMA


Hormones The Series Season 1: Realita Remaja Saat Ini (Part 1)


Happy - Mocca Band (Dinyanyikan Ulang Oleh Aldin)


Soto Khas Lamongan Di Pandean, Ngoro


Marathon Kafe Recommended Di Malang


Ranu Kumbolo: Sebuah Pelajaran Hidup Tentang Jerih Payah


Goodreads Indonesia Regional Surabaya: Novel Remaja Dan Dunianya


Sebuah Wajah, Sebuah Rasa (Bagian Ketiga)


Oma Lena - Part 1


Halusinasi