Adiwarna 2016: Refraksi - Changing Your Perspective

31 Aug 2016    View : 1076    By : Amidah Budi Utami


Pada tanggal 18 sd 21 Agustus 2016 lalu telah diselenggarakan pameran desain tahunan oleh Jurusan Desain Komunikasi Visual Universitas Kristen Petra yang diberi nama Adiwarna. Ini adalah Adiwarna yang kelima, tapi yang pertama saya kunjungi. Saya selalu menyukai pameran seni dan segala sesuatu yang berhubungan dengan industri kreatif. Tidak seperti pameran-pameran seni yang saya hadiri sebelumnya berupa pemeran seni konvensional seperti pameran seni lukis atau pameran seni fotografi, kali ini lebih ke pameran seni kontemporer dengan menggunakan perangkat modern dalam proses produksinya. Seniman desain memiliki ruang yang lebih luas dalam menuangkan kreativitasnya.

Adiwarna 2016 kali ini mengusung tema "refraksi", yang berarti pembelokan gelombang ketika memasuki sebuah medium dengan kecepatan berbeda. Menggunakan tajuk ini, DKV Petra melalui Adiwarna ingin membelokan semua stereotip masyarakat pada umumnya tentang desainer yang biasanya dianggap hanya bisa menggambar, menjadi sesuatu dengan dampak yang lebih besar. Dengan melihat karya-karya pameran beberapa hari yang lalu, saya rasa misi Adiwarna kali ini berhasil.

Karya-karya para mahasiswa DKV tidak hanya menampilkan keindahan, tetapi juga sangat bermanfaat dalam kehidupan masyarakat. Misalnya saja perancangan media bantu terapi penyandang autis bagi anak-anak usia 7-11 tahun, perancangan media edukasi menanam sayuran bagi siswa kelas 5 sekolah dasar, kampanye menghargai uang koin, dan lain-lain. Sebagai orang awam, saya bisa merasakan manfaat besar dari karya-karya mereka.

 

 

Keseruan Adiwarna 2016: Refraksi

Adiwarna kali ini diikuti oleh 43 mahasiswa DKV, 4 orang di antaranya adalah mahasiswa program double degree dari Saxion University. Selain dari DKV, Adiwarna Refraksi juga memamerkan karya-karya mahasiswa desain interior, sehingga Artebianz bisa menemukan banyak maket-maket cantik di pameran ini. Namun, di liputan ini saya khusus membahas karya-karya dari desain komunikasi visual saja, Artebianz.

mahasisa program double degree dari universitas saxion di pameran Adiwarna 2016

Ada sepuluh kategori yang dipamerkan, yaitu: Branding and Promotion Design, Packaging Design, Game Design, Board Game Design, Audio Visual, Print Media Design, Interactive Media Design, Thesis, Social Campaign, dan Photography. Saya mampir ke masing-masing booth dan berdialog langsung dengan artist-nya. Mereka menyambut ramah para pengunjung dan menjawab setiap pertanyaan dengan sabar dan detail. Saya adalah salah satu pengunjung paling cerewet tentunya.

Saya mendapatkan banyak wawasan dan inspirasi mengenai dunia desain komunikasi visual yang mamang bukan area saya. Saya sungguh menikmatinya. Event ini berhasil changing my perspective tentang isi dunia desain komunikasi visual yang ternyata bisa diterapkan di mana saja melalui media apa pun. Ternyata DKV yang bisa dibilang tingkat advance dari pelajaran menggambar taman kanak-kanak itu sangat powerfull dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini terbukti dari banyaknya bidang yang bisa dikembangkan dari prodi ini.

Baca Juga: Deja Vu: Pesta Ketiga WTF Market di Surabaya (Bagian 1)

 

Dari 43 peserta, saya memilih 4 orang yang saya favoritkan. Saya menyukai ide, eksukusi, dan visi misinya. Empat karya favorit saya adalah:

Perancangan Buku Tentang Tradisi Patehan Di Kraton Jogjakarta oleh Gabby Thanissia Halim

Kategori: Print Media Design

Pertama, saya mengunjungi booth-nya langsung jatuh cinta pada desainnya, khususnya pilihan font "patehan" yang seolah-olah ditulis dari sepihan daun-daun teh. Kedua, saya jatuh cinta pada aroma teh melati yang super wangi, dibawa langsung dari Jogja sebagai pelengkap display dan pembangun suasana. Ketiga, saya menyukai pembawaan Gaby yang tenang dan lembut saat menjelaskan hasil karyanya.

Saya belum pernah mendengar "patehan" sebelumnya. Awalnya saya mengira ini masuk pada kategori Branding and Promotion Design. Gaby sedang mem-branding salah satu merek teh esklusif. Namun, ternyata Gaby mencoba untuk mendokumentasikan sebuah tradisi minum teh Keraton Jogja yang disebut patehan. Bukunya cukup tebal berisi foto-foto eksklusif yang ditata ulang dengan sangat cantik. Suasana kratonnya sungguh terasa. Surprise-nya buku ini sudah bisa dibeli secara online loh!

Perancangan Buku Tentang Tradisi Patehan Di Kraton Jogjakarta oleh Gabby Thanissia Halim

 

Perancangan Media Edukasi Menanam Sayuran Bagi Siswa Kelas 5 Sekolah Dasar oleh Marcella Verina Susanto

Kategori: Interactive Media Design

Saya menyukai karya Marcella karena idenya yang sesuai dengan kebutuhan zaman. Akhir-akhir ini memang sedang ngetren berkebun praktis, solusi bagi mereka yang hidup di kota dan tidak memiliki cukup waktu dan lahan untuk bercocok tanam. Padahal berkebun merupakan sebuah hobi yang manjur untuk menghidarkan stres, juga bisa membuat kita lebih mencintai alam. Salah satu produk sejenis yang sudah dikomersialkan adalah growbox asal Bandung. Karya Marcella membantu para siswa SD untuk lebih mengeksplorasi pelajaran sains melalui praktik langsung dengan media praktis dan menyenangkan.

Perancangan Media Edukasi Menanam Sayuran Bagi Siswa Kelas 5 Sekolah Dasar oleh Marcella Verina Susanto

 

Perancangan Media Bantu Terapi Penyandang Autis Bagi Anak-anak Usia 7-11 Tahun oleh Karina Damayanti

Kategori: Interactive Media Design

Art Therapy karya Karina Damayanti, adalah sebuah media berupa buku panduan berisikan materi kegiatan seni dan kerajinan tangan, yang telah disesuaikan dengan kebutuhan serta teori terapi anak penyandang autis. Penerapan desain baik gaya desain, warna, layout, serta gambar ilustrasi dalam buku juga telah disesuaikan dengan kebutuhan agar dapat menunjang kegiatan pembelajaran. Inspiratif dan mulia sekali, Artebianz!

Perancangan Media Bantu Terapi Penyandang Autis Bagi Anak-anak Usia 7-11 Tahun oleh Karina Damayanti


Perancangan Fotografi Dengan Konsep Surrealist Fashion Bertema Zodiak Untuk Fotografi Pre-Sweet Sevebteen Oleh Marchelino Michael

Kategori: Photography

Saya menyukai ide dan eksekusinya. Sebuah tema yang berbeda dari kebanyakan fotografi pre-sweet seventeen dan dieksekusi dengan sangat excellence. Plus, konsep surreal sangat terasa pada hasil akhirnya. Salut!

Sekitar dua jam berkeliling booth saya dimanjakan oleh karya yang beragam dan mengagumkan memotivasi saya untuk berkarya lebih baik lagi. Energi yang mengelilingi booth luar biasa, sanggup menginspirasi siapa pun.  

Selain acara inti yaitu pameran tugas akhir, acara ini juga dimeriahkan oleh beberapa kegiatan, yaitu: lomba desain maskot Adiwarna kategori SMA/SMK dan kategori Umum, workshop character clay keychain, workshop DIY fashion craft, talkshow "Empowering Your Vision" oleh Glenn Prasetya, serta talkshow "Ideas To Inspire & Impact" oleh Keenan Pearce. Semua kegiatan sayang banget kalau dilewatkan.

Baca Juga : Nicoline Patricia Malina: Fotografer Cantik Muda Berbakat

Adiwarna Menjadi Wahana Penting Bagi Industri Kreatif dan Para Insan Kreatif

Adiwarna sudah menjadi ikon acara di Surabaya yang ditunggu-tunggu oleh industri kreatif dan para insan kreatif. Dengan menghadiri pameran ini, para insan kreatif bisa menambah pengetahuan tentang karya-karya DKV. Mereka juga bisa tanya-tanya langsung pada artist-nya. Bisa jadi mereka akan terinspirasi dan termotivasi untuk menghasilkan karya lebih baik lagi.

Ajang ini juga menjadi sarana praktis bagi perusahaan dalam mencari bakat-bakat baru untuk bergabung di perusahaan tersebut. Para sarjana muda yang ikut pameran telah mematahkan stereotip lama bahwa sarjana muda biasanya belum siap terjun ke dunia kerja. Selain memamerkan tugas akhirnya, sebagian besar juga membawa katalog portofolio karya-karya yang telah mereka hasilkan. DKV UK Petra mempunyai visi agar menjadi prodi DKV di Indonesia yang berperan secara aktif dan inovatif dalam menjawab perubahan cepat dari kebutuhan masyarakat lokal maupun global.

 




Amidah Budi Utami

Amidah Budi Utami adalah seorang perempuan yang bekerja di bidang IT dan menyukai seni, sastra, fotografi, dan jalan-jalan.

Profil Selengkapnya >>

Liputan Lainnya

Tulis Komentar
comments powered by Disqus





KATEGORI :




ARTIKEL PILIHAN :




Mengasah Rasa Lewat Kehidupan dan Gelombang Ujian


Lalu Abdul Fatah - Profesi, Delusi, dan Identitas Diri


Girls in the Dark - Hal-Hal yang Terjadi Ketika Sekelompok Gadis Berkumpul dalam Gelap


Filosofi Kopi - Bukan Sekedar Adaptasi Dari Cerita Pendek


Gambaran Cinta dalam Potret Sendu Lirik Lagu Eyes, Nose, Lips Versi Tablo


Marugame Udon - Delicacy in Simplicity


my Kopi-O! Salah Satu Spot Nongkrong dan Ngobrol Asyik


Penelusuran dan Napak Tilas Reruntuhan Situs Candi Pendharmaan Ken Angrok di Kabupaten Malang (Bagian 1)


The Backstage Surabaya (Bagian 2) : Mindset Seorang Founder StartUp


Sebuah Wajah, Sebuah Rasa (Bagian Tujuh)


Bersama Sebuah Buku dan Sebatang Rokok


Menguak Luruh