WTF Market 2.0 - Imajinasi, Mimpi, dan Masa Depan

11 Nov 2016    View : 658    By : Niratisaya


Tidak jauh berbeda seperti kunjungan-kunjungan saya sebelumnya, Galaxy Mall pada tanggal 5 November cukup lengang. Namun hal yang mengejutkan terjadi ketika saya mengantre lift. Saya terpaksa menunggu lift berikutnya karena dua lift mal ini penuh.

Begitu sampai di Lantai 6, tepatnya di Exhibition Hall Galaxy Mall, saya pun mengerti mengapa kedua mal yang ada di Surabaya Timur ini demikian penuh di akhir pekan pertama bulan November 2016 ada WTF Market yang kembali menyapa Surabaya.

WTF Market

Baca juga: Pesta Ketiga WTF Market

 

 

The Attractions of WTF Market 2.0

Nyaris 5 bulan yang sebelumnya WTF Market menggelar event serunya yang bertajuk “Déjà vu”. Bulan ini, tepatnya tanggal 4-6 November, salah satu bazar tematik kece di Indonesia ini menyapa warga Surabaya sekali lagi. Bedanya, kali ini WTF Market bukan sekadar mengadakan bazar saja. Ada agenda khusus yang dibawa sejak merampungkan event-nya di Makassar. Karena itulah, tema yang diusungnya sedikit berbeda: WTF Market 2.0.

Sudah menjadi ciri khas WTF Market untuk menghadirkan tenant kreatif dan memiliki brand terkenal—mulai dari fashion, food, dan lifestyle. Seperti bazar-bazar sebelumnya, pada WTF Market 2.0 kali ini pun Exhibition Hall Galaxy Mall dipenuhi oleh booth para tenant yang sudah familier.

 

Fashion Booth Highlight

 

Alinskie Brothers

Mendengar nama ini, Artebianz pasti langsung teringat pada salah seorang selebritas Indonesia yang kini mengundurkan diri dari layar kaca. Yes, Artebianz. Brand Alinskie Brothers ini milik Glenn Alinskie dan adiknya, Michael Alinskie.

Alinskie Brothers adalah line clothing yang memadukan budaya Indonesia dengan semangat anak muda, sehingga lahirlah apparel yang bukan hanya dinamis tapi eye-catching.

Alinskie Brothers

Alamat situs :  www.alinskiebrothers.com
Kontak :  @alinskiebrothers (Line)
     Alinskie Brothers (FB)
     alinskiebrothers
     orderalinskiebrothers@gmail.com

 

Little Kimmy

Artebianz, khususnya yang cewek, pasti pernah mendengar nama supplier tas dengan desain-desain unik nan lucu ini. Brand yang berlokasi di Batam ini juga turut meramaikan WTF Market 2.0. Meski dikenal dengan model-model tas tangan, Little Kimmy ternyata juga memiliki koleksi tas backpack. Tentu saja dengan desain unik yang bakal mencuri perhatian orang-orang.

Kimmy

Alamat situs  :  www.littlekimmyofficial.com
Kontak :  +6281236860493 (WA)
Sosial media :  littlekimmyofficial (IG)
     @littlekimmy (Line)

 

Food Booth Highlight

Hokkaido Baby

Salah satu franchise yang diusung dari Jepang ini menjadi spotlight untuk booth makanan. Hokkaido Baby memproduksi cheese tart. Salah satu alasan WTF Market menghadirkan Hokkaido Baby adalah pamornya yang mampu meluluhkan hati para foodie di Jakarta. Dengan demikian, brand dengan produknya yang mengandalkan keju meleleh ini pun mampu memperkenalkan diri kepada lidah warga Surabaya, kemudian menginvasi sebelum akhirnya menginspirasi mereka untuk memproduksi kudapan yang sama menawannya.

Hokkaido Baby

Alamat situs :  info@hokkaidobaby.com
Kontak :  @hokkaidobaby⠀(Line)
   

 0878 8867 7868⠀(WA)

   

 hokkaidobaby (IG)

Selain ketiga brand tersebut, masih banyak booth dengan berbagai jenis produk dan brand yang memeriahkan suasana bazar keempat WTF Market di Surabaya. Beberapa di antaranya sudah sempat hadir sebelumnya seperti Coppelia, Nhu Nhu, Happy Squid, dan lain-lain.

Selain tenant dengan produk kreatif dan unik, WTF Market seminggu lalu juga menghadirkan beragam acara yang atraktif. Bazar tematik yang berbasis di ibukota ini mengundang beberapa figur inspiratif dari bidang food (Jiewa Vieri, Jack Magnifico, dan Hans D.), fashion (Vinna Gracia), dan lifestyle (BingBlink dan Hesl). Dari hari pertama hingga terakhir penuh dengan acara keren. Mulai dari pertunjukan musik, workshop, challenge, talkshow, sampai competition. Jadi, bisa ditebak kan acara seru seperti apa yang ada di WTF Market 2.0 kemarin, Artebianz?

Baca juga: Refraksi - Changing Your Perspective

 

 

WTF Market 2.0 – Imajinasi, Mimpi, dan Masa Depan

Kalau dibandingan beberapa event sebelumnya, WTF Market 2.0 memang lebih variatif. Sebenarnya, ada alasan tersendiri mengapa kali ini WTF Market mengusung acara yang atraktif. Tahun ini, tepatnya di bulan Oktober lalu, WTF Market merayakan ulang tahunnya yang kedua.
Maharani, salah seorang anggota tim WTF Market, mengungkapkan bahwa ada beberapa alasan mengapa Surabaya dipilih menjadi tempat perayaan. Yang pertama adalah antusiasme warga Surabaya yang terhitung tinggi terhadap setiap event yang diadakan oleh WTF Market. Kedua, WTF Market sudah berencana mengadakan bazar tematik di Surabaya pada bulan November. Ketiga, warga Surabaya sudah memiliki brand awareness untuk WTF Market.

WTF MarketMaharani dan Cindy

“Jadi, kami berpikir, kenapa nggak sekalian membuat perayaan di Surabaya?” tutur Maharani.
Namun, tim WTF Market yang dipimpin oleh Cindy Owada ini nggak menginginkan sekadar mengadakan acara besar tanpa makna. Oleh karena itu, mereka merencanakan beberapa acara yang mengajak warga Surabaya yang mengunjungi bazar WTF Market untuk ikut terlibat.

Beberapa acara atraktif dan interaktif yang diadakan oleh WTF Market adalah dance competition; talkshow dengan foodies Surabaya yang ternama—saya yakin, Artebianz pasti kenal dengan @inijie, @jackmagnifico, dan @eatandtreats; food photography competition; dan workshop make up yang diisi oleh Vinna Gracia dan no brush no mirror make up challenge.

Untuk para pemenang kompetisi, sesuai dengan tema acara kali ini, WTF Market memilih dua grup dengan penampilan terbaik dan foto terbaik. Untuk dance competition yang terpilih sebagai best performance adalah Beta Jargaria dan To The Point. Masing-masing grup mendapatkan Rp2.000.000,-.

Untuk pemenang food photography terpilih Silas dan Gema Barlian, masing-masing diganjar kamera Fuji film X2.

WTF Market
Inijie, Hans D (eatandtreats), dua pemenang food photography, dan Jack Magnifico

Sementara itu, untuk acara marathon eating yang menjadi signature event, tim WTF Market mengubahnya menjadi beberapa acara. Marathon eating nggak sekadar menjadi beberapa acara kompetisi makan lho, Artebianz.

Sebaliknya, WTF Market juga menjadikan kompetisi makan itu menjadi bervariasi. Pada hari Jumat (4/11) ada wasabi challenge, hari Sabtu (5/11) ada smoothies challenge, dan di hari terakhir (6/11) ada samyang challenge.

Semua acara interaktif WTF Market ini adalah kado—wujud rasa terima kasih, perayaan, sekaligus keinginan salah satu bazar tematik besar di Jakarta itu untuk mengajak para pengunjung agar lebih menyatu lagi dengan acara WTF Market.

Satu lagi program interaktif yang diadakan oleh WTF Market di bazar tematik kesepuluhnya ini adalah program dream box. Program ini adalah kampanye sosial yang digodok oleh tim WTF Market sejak event di Makassar.

Baca juga: POPCON Asia Surabaya: City of Superheroes

 

WTF Market

Maharani pun bercerita, “Awalnya tim WTF Market memikirkan acara apa yang bikin pengunjung ikut berpartisipasi dan nggak sekadar lihat-lihat tenant aja. Nah, berhubung dengan second anniversary juga, kami ingin membuat acara yang beda. Bukan event, ada tenant, ada performance—kami nggak ingin seperti itu. Kami ingin ada yang beda agar pengunjung nggak bosan.”

Keinginan untuk memberikan program yang lebih segar di bazar tematik mereka, memotivasi tim WTF Market untuk membuat sebuah acara kampanye sosial yang masih terkait dengan visi dan misi mereka.

“Kami terdorong untuk menyumbang sesuatu kepada orang-orang yang membutuhkan. Tapi kami ingin menyumbang untuk lembaga yang sesuai dengan konteks event WTF Market. Kami selalu menghadirkan tenant dengan produk-produk [inovatif]. Jadi, kami pun mencari sebuah komunitas di Surabaya yang memiliki energi dan karya, tapi memiliki kekurangan. Pilihan kami pun jatuh kepada Tiara Craft.”

Maharani menambahkan bahwa alasan tim WTF Market membuat [program] dream box adalah mereka ingin melihat mimpi-mimpi [pengunjung]. Hal ini sesuai dengan tagline WTF Market: “we the future”. Maharani menuturkan bahwa masa depan berkaitan dengan mimpi yang kita miliki. WTF Market pun berinisiatif untuk mewadahi mimpi-mimpi [pengunjung] ke dalam satu tempat dengan dua tujuan:

1. Secara finansial WTF Market ingin membantu mereka yang memiliki kekurangan tapi tetap memiliki energi untuk berkarya.
Setiap mimpi yang ditulis oleh pengunjung diberi nilai 10.000 rupiah dikalikan jumlah mimpi dalam dream box, kemudian WTF Market akan menyumbangkan total keseluruhannya.

2. Tim WTF Market ingin mengingatkan para pengunjung kepada mimpi-mimpi mereka yang mungkin terlupakan, mengingatkan mereka kepada masa depan seperti apa yang mereka harapkan.

Pada hari terakhir WTF Market 2.0 terkumpul 378 mimpi pengunjung, sehingga tim WTF Market pun mendonasikan Rp3.780.000,-.

WTF Market-Tiara Craft

Selamat ulang tahun yang kedua WTF Market, semoga sukses dalam menciptakan masa depan untuk industri kreatif Indonesia Laughing


WTF Market

Baca juga: Majapahit Travel Fair 2016

 


Tag :


Niratisaya

Niratisaya a.k.a Kuntari P. Januwarsi (KP Januwarsi) adalah CEO Artebia yang juga seorang penulis, editor, dan penerjemah.

Profil Selengkapnya >>

Liputan Lainnya

Tulis Komentar
comments powered by Disqus





KATEGORI :




ARTIKEL PILIHAN :




Stigma dan Tradisi: Berhenti Belajar! Mari Mulai Berpikir dan Menciptakan


Nicoline Patricia Malina: Fotografer Cantik Muda Berbakat


Aku Ingin Tahu #1: Jawaban dari Ratusan Pertanyaan


Gone Girl - Ketika Cinta Berakhir, Yang Tersisa Hanyalah Kematian


Nash - Ya Rabbana Anta Maulana


Wakul Suroboyo - Berwisata Kuliner Khas Surabaya di Satu Tempat


Perpustakaan Bank Indonesia, Surabaya - Perpustakaan Umum Senyaman Perpustakaan Pribadi


Wisata Madiun Bersama Keluarga


Literasi Desember: Literaturia, Budaya Berpikir Kritis, dan Literasi Media (Bag. 1)


Sebuah Wajah, Sebuah Rasa (Bagian Empat)


Twist and Shout (Part 3-Final)


Satu Kali Seminggu