Depot Asih Jaya, Pusat Soto Lamongan

03 Sep 2016    View : 1272    By : Niratisaya


Bicara soal soto, pasti bakal mengingatkan kita pada Lamongan. Kota kaya kuliner yang mengenalkan kita pada beragam makanannya yang unik dan sarat bumbu, dan salah satu kuliner khas kota ini yang jadi favorit saya adalah, tentu saja soto.

Di setiap kesempatan dan kota yang saya kunjungi, saya berusaha untuk menikmati soto begitu menemukan satu warung dengan tulisan “soto”. Mulai dari soto ayam di Surabaya, soto khas Kudus, sampai soto khas Lamongan di Ngoro. Saya selalu menemukan keajaiban dalam semangkuk soto yang membuat saya yakin bahwa saya pasti bisa menikmatinya.

Menu Depot

Jadi, suatu pagi dalam perjalanan saya menuju salah satu kota di daerah pesisir, saya melewati Lamongan. Pada kesempatan itu saya memutuskan, kenapa nggak sekalian icip-icip soto di sarangnya? Dan, mampirlah saya ke Depot Asih Jaya di Jalan Panglima Sudirman Blok A No. 4, Sidokumpul, Lamongan. Luckily, karena pekerjaan, saya punya kesempatan dua kali mengunjungi depot soto Lamongan yang happening ini dua kali.
And here’s my tummy traveling experience.

 

 

Depot Asih Jaya, Pusat Soto Lamongan

Membaca baleho yang terpampang di depan Depot Asih Jaya, membuat saya yakin bahwa soto ini tempat pasti enak. Yah, jangan sampai memasang baleho dengan tagline yang super, tapi ternyata rasanya di bawah ekspektasiLaughing


Sebagai makanan wajib, saya memesan soto.

Tepatnya soto ayam dengan nasi yang dipisah.

Soto Ayam (before)

Ketika Depot Asih Jaya mengatakan mereka menjual soto ayam, saya menyadari bahwa mereka benar-benar menjual soto ayam. Dalam artian, dalam mangkuk soto pesanan saya, saya nggak hanya menemukan daging ayam, tapi juga telur ayam yang belum berkembang. Meski saya menyukai daging ayam, saya bukan penggemar ayam secara utuh—termasuk jeroan dan telur mereka yang belum berkembang. Tetapi, harus saya akui, kuah soto Depot Asih Jaya cukup asyik. Sayangnya, saya harus menyingkirkan semua telur ayam yang belum berkembang, yang berenang di dalam kuah soto saya.

 

Solusi saya, memeras lebih banyak jeruk dan menambahkan lebih banyak koya ke dalam soto saya. Soal koya, jangan kuatir kalau Artebianz bakal kehabisan, karena Depot Asih Jaya memberikan dua stoples berisi koya. Buat Artebianz yang lagi di Lamongan dan suka koya sampai membuat soto kalian mirip bubur, kalian bisa mampir di Depot Asih Jaya.

Soto Ayam (after)

Baca juga: Traveling, Mimpi, Tujuan, dan Makna

 

Pilihan kedua, sekaligus menu nggak wajib saya adalah bakso.

Keputusan saya ini mungkin berlawanan dengan prinsip saya untuk membaca menu dan melihat menu andalan tempat yang saya kunjungi. Tetapi… memesan soto jenis lain juga mustahil, karena Depot Asih Jaya hanya menyediakan soto ayam spesial dan soto ayam biasa. Walhasil, saya pun gambling dan mencoba memesan bakso ala depot yang punya tagline “Pusat Soto Lamongan”.

And the verdict is….

I love Depot Asih Jaya’s bakso!

Bakso Depot Asih

Baksonya begitu meaty, bukan sekadar bola-bola yang dibuat dari 20% daging dan 80%. Tetapi win-win solution buat tim daging dan tim tepung, yang membuat saya melahap tiap bakso dengan gembira. Tentu saja, kita nggak boleh melupakan kuah. Salah satu bukti bahwa bakso satu tempat begitu lekker adalah kuah mereka. I was glad when I found that the broth wasn’t blurry with fat, but clear with a hint that this broth is based of beef or bone.

The only sad thing is the tofu. Tahu dalam bakso ini digoreng hingga kering dan tampak seperti kantong tahu. Plus, nggak ada isi di dalamnya.

Sebelumnya saya menyebutkan kalau kuah bakso Depot Asih Jaya jernih. Iyap, tapi bukan jernih yang hanya berasa sececap kaldu daging yang bercampur minyak dari lemak. Inilah yang membuat saya merekomendasikan menu nggak wajib Depot Asih Jaya ini buat kamu, Artebianz.

Baca juga: Wisata Desa Elegan dan Tak Kampungan di Kampung Labasan Sleman

 

Menu nggak wajib lainnya dari Depot Asih Jaya yang sempat saya cicipi adalah bakmi kuah.

And surprised, surprised…. Saya menemukan daging ayam yang masih melekat di tulang dan… yes, along with its undeveloped eggs Frown

Terlepas dari kejutan yang saya dapatkan dalam mangkuk bakmi kuah saya, saya nggak terlalu menikmati menu nggak wajib kedua pilihan saya ini. Kuahnya masih enteng, berbeda dengan ekspektasi saya terhadap kuliner Lamongan yang cukup spicy. Selain itu, saya merasa mi dalam bakmi kuah saya kurang matang. Mungkin, kalau mereka memasak bakmi ini 2 atau 3 menit lebih lama, ceritanya akan lain.

Bakmi Kuah

Untuk minuman, Depot Asih Jaya menyediakan aneka jus buah, es campur/teler, dan dua minuman yang wajib ada di depot: teh dan jeruk. Dan saya memilih dua minuman terakhir untuk masing-masing kunjungan saya.

 

Over all, Depot Asih Jaya adalah tempat makan yang wajib Artebianz kunjungi. Melihat banyaknya pengunjung yang memadati tempat ini, saya bisa menebak bahwa Depot Asih Jaya nggak cuman menyediakan soto yang oke, tapi juga pengalaman berkuliner lainnya yang membuat orang-orang mengunjungi tempat ini.

Jadi, Artebianz yang kebetulan bakal atau sedang di Lamongan, jangan lupa menoleh ke kiri (kalau kamu berangkat dari Surabaya) begitu sampai di Jalan Panglima Sudirman, Lamongan. Nikmati soto Lamongan khas depot yang berdiri sejak tahun 1986 ini.

Baca juga: Sebuah Wajah, Sebuah Rasa (Bagian Pertama)

 

 

Alamat  Depot Asih Jaya di Jalan Panglima Sudirman Blok A No. 4, Sidokumpul, Lamongan
Jam operasi

Setiap hari mulai pukul 05:00-00.00

Telepon

+62 322 315853

Harga

IDR5.000,00-30.000,00

 

 

Rating Depot Asih Jaya:

Rating makan

 

 

Your tummy traveling partner,

N


Tag :


niratisaya
Niratisaya a.k.a Kuntari P. Januwarsi (KP Januwarsi). Seorang penulis, editor, dan penerjemah. Profil Selengkapnya >>

Makan Asyik Lainnya

Tulis Komentar
comments powered by Disqus


givaway happiness is you



KATEGORI :




ARTIKEL PILIHAN :


Traveling: Mimpi, Destinasi, Tujuan, Makna


Edwin Ruser dan KoreanUpdates - Menghidupkan Mimpi Lewat Passion


Agility Bukan Singa yang Mengembik


SUPERNOVA: Ksatria, Putri, Dan Bintang Jatuh Film - Filsafat Eksistensi


Kataji - Awal Mula Saya Terpikat pada Yura


Candi Minak Jinggo - Candi Kecil nan Istimewa di Trowulan


Burgerman - Burger Home-Made Khas Surabaya yang Selalu Bikin Ketagihan


Pasar Seni Lukis Indonesia 2015


Cheongsam Bunga Teratai Mei Lien


Sebuah Wajah, Sebuah Rasa (Bagian Tujuh)


Lepas (Tak) Bebas