Kue Cubit Surabaya - Cubit Gigit Legit

01 Apr 2015    View : 13935    By : Nadia Sabila


 

Kue Cubit adalah salah satu jenis jajanan pasar yang berasal dari Bandung, namun sumber lain ada yang mengatakan bahwa kue cubit berasal dari Jakarta. Tentang mengapa namanya "kue cubit" pun ada beberapa versi; ada yang bilang karena bentuknya yang imut sekali lahap dan ada pula yang menduga karena cara mengambil kue saat matang dari loyangnya menggunakan penjepit seperti orang mencubit. Dari mana pun asalnya, kue ini sukses membuat saya penasaran beberapa waktu belakangan ini.

Baca juga: Ajibnya Bubur Kacang Hijau Ciliwung

kue_cubit_1kue cubit setengah matang (gambar: daily moslem)

Awal mula saya mengetahui kue ini adalah dari kicauan Twitter Raditya Dika beberapa tahun sebelum artikel ini saya tulis. Saat itu, Radit berkicau bahwa ia sedang ingin makan kue cubit dan kue tete. Sayangnya, Radit tidak meng-upload gambar kuenya. Sehingga, saya pun sebatas mengetahui saja tanpa berminat menggali info lebih jauh.

Nah, selang beberapa tahun setelah membaca kicauan sang komedian tersebut, memori saya tentang kue cubit tergali kembali, gegara postingan seorang kawan di media sosial Path. Kawan saya tersebut sedang berada di Bandung, dan dia mem-posting foto kue cubit setengah matang, di mana permukaan kue serupa pukis mini itu masih meleleh bertabur sejumput meses. Waah, seketika terbayang rasa manis legit lumer di lidah. Tak menyangka kalau kue cubit terlihat begitu menggoda.

kue_cubit_2kue cubit (gambar: instagram @ster_stevi)

Ternyata saya tak perlu jauh-jauh ke Bandung atau Jakarta untuk mencicipi kue cubit. Para mojang Bandung yang kuliah di Surabaya ternyata sudah ada yang membuka gerai kue cubit di ibukota Jawa Timur ini. Berawal dari update display picture seorang teman yang menampilkan kue cubit setengah matang, saya pun langsung bertanya di mana dia membeli kue itu.

 

Kue Cubit Surabaya

Kios kue cubit di Surabaya yang saya kunjungi bernama "Sabisih", berlokasi di perumahan Wisma Permai 1 depan SD Kristus Raja, Surabaya Timur. Perumahan ini terletak di belakang Galaxy Mall, atau lebih mudahnya, dari bundaran ITS, Artebianz berkendara lurus ke selatan, kemudian ada jembatan, Artebianz belok kiri. Jaga laju kendaraan, jangan terlalu cepat karena sekitar 10 meter dari belokan tersebut pintu Gerbang Wisma Permai berlokasi. Masuk dari situ, Artebianz bisa mencari SD Kristus Raja, karena warung Sabisih berada tepat di depannya.

peta_kue_cubit_surabayaLokasi Sabisih Surabaya

Saya mengira kue cubit ini akan dijual di sebuah cafe bernama Sabisih, ternyata Sabisih bukan cafe, melainkan semacam angkringan. Situasi warung cukup ramai di tengah perumahan yang sepi. Karena gerai kue cubit di Surabaya masih jarang, wajar kalau Artebianz harus mengantri untuk mendapatkan kue ini. Untuk menghindari antrian yang bisa berjam-jam, Artebianz bisa meniru langkah saya untuk memesan lebih dulu melalui nomor Watsapp yang tercantum di akun media sosial Sabisih.

Kue cubit di warung ini tersedia dalam berbagai varian topping. Mulai dari meses coklat, green tea, nutella, koko krunch, red velvet, taro, permen m n m's, dan masih banyak lagi. Kue cubit original dihargai 7ribu rupiah satu porsi (isi 5 biji), jika menambah topping, Artebianz menambah biaya 3ribu hingga 5ribu rupiah sesuai jenis topping.

varian_kue_cubit

 Baca juga: Warung Wulan - Resto All You Can Eat Murah Meriah

 

Kue Cubit Green Tea dan Red Velvet Setengah Matang

Itulah topping kue cubit yang saya pesan, masing-masing satu porsi. Karena topping-nya seharga 3ribu rupiah, jadi total yang saya bayarkan 20ribu rupiah. Kue saya ambil dalam keadaan hangat dan rasanya ... manis dan enak.

Secara umum rasa kue ini mirip dengan pancake, namun tampilannya mendekati kue pukis, bedanya tekstur kue pukis lebih padat daripada kue cubit. Krim red velvet dan green tea di kue cubit ini meresap ke adonan sehingga, menurut saya, rasanya jadi kemanisan dan menimbulkan rasa cepet bosan atau eneg.

kue_cubit_red_velvetKue Cubit Red Velvet

Dari dua rasa yang saya pesan tersebut, menurut saya, kue cubit topping red velvet lebih saya rekomendasikan, karena rasa cokelat pada krim red velvet-nya masih terasa, sehingga membuat rasa kue cubit jadi lebih tajam. Sedangkan untuk kue cubit greentea-nya terlau didominasi rasa manis pekat, menurut saya, karena krimnya terlalu manis dan rasa asli green tea-nya samar, justru lebih mirip rasa pandan.

kue_cubit_green_teaKue Cubit Green Tea

Pada dasarnya saya memang tidak begitu suka makanan manis, mungkin untuk Artebianz yang juga tidak begitu suka manis tetapi penasaran ingin mencoba, Artebianz bisa memesan kue cubit original saja dengan sedikit taburan meses di atasnya, agar rasa asli kue cubit yang gurih dan lembut tidak hilang

 

Efek Buruk Kue Cubit Setengah Matang Bagi Kesehatan

Sensasi leleh kue cubit setengah matang memang tengah banyak digandrungi orang. Akan tetapi, menurut penelusuran dari CNN Indonesia, kue cubit setengah matang bisa menimbulkan sakit diare atau muntaber.

loyang_kue_cubit_instagram_kipuycihuy
Karena bagaimanapun, makanan yang berasal dari suhu panas dan didiamkan lebih dari 4 jam, tidak baik untuk kesehatan, apalagi makanan yang mengandung telur ayam, karena telur ayam mengandung bakteri salmonella penyebab typhus. Sehingga jika tidak dimasak dengan benar, dan daya tahan tubuh konsumen sedang lemah, maka ada kemungkinan konsumen bisa sakit.

Jadi untuk penyuka kue cubit setengah matang, begitu diangkat dari loyang, langsung santap saja jangan didiamkan terlalu lama. Ehh, tapi jangan buru-buru juga, nanti lidah Artebianz melepuh! Hihi.

Selamat menggigit kue cubit!

varian_kuecubit

Baca juga: Rujak Cingur Ala Bu Dah

 

 




Nadia Sabila

Nadia Sabila adalah seorang jurnalis yang menggandrungi travelling dan makanan pedas.

Profil Selengkapnya >>

Makan Lainnya

Tulis Komentar
comments powered by Disqus





KATEGORI :




ARTIKEL PILIHAN :




Ada Kemauan Ada Jalan: Sebuah Energi Kehidupan


Indah Kurnia, Memimpin Tanpa Kehilangan Identitas Sebagai Wanita


Tentang Gaya Penceritaan Orizuka - Dari Manisnya Cinta Sang Pangeran Hingga Pahitnya Skripsi (II-The End)


Me Before You - Jojo Moyes and a Bowl of Warm Love Story


Nash - Ya Rabbana Anta Maulana


Depot Gresik


Milk Kingdom - Humble Place to Cast Away Your Boredom


Air Terjun Coban Sewu: Niagaranya Indonesia (part 1)


Adiwarna 2016: Refraksi - Changing Your Perspective


Sebuah Wajah, Sebuah Rasa (Bagian Empat)


Pengelanaan Sempurna


Rajukan Sendu