Baegopa Malang - Ada Harga Ada Rasa

25 Oct 2015    View : 21807    By : Nadia Sabila


Baegopa adalah salah satu cafe untuk makan asyik di Kota Malang. Dari namanya, Artebian mungkin sudah banyak yang langsung membayangkan kalau cafe ini mengusung tema Korea. Yup, nggak salah sih, karena Baegopa sendiri adalah bahasa Korea yang artinya: lapar.

baegopa
Tapi, jika dibandingkan dengan cafe Korea di Malang yang pernah saya kunjungi sebelumnya, Dak Galbi, menu-menu di Baegopa ini nggak se-Korea Dak Galbi. Saat pertama kali saya memantau daftar menunya, makanan-makanan di Baegopa ini malah bisa dibilang bukan makanan khas Korea, cenderung lebih ke menu makanan olahan ayam ala Western, sehingga sepintas nggak ada bedanya dengan menu-menu cafe kekinian.

Baca juga: Edwin Ruser dan Korean Updates - Menghidupkan Mimpi Lewat Passion

 

Tapi tunggu dulu, don't judge some food by its name, Artebian! Hihihi. Selain jenis makanannya nggak terlalu banyak, harga makanan di Baegopa ini bisa dibilang cukup mahal untuk ukuran kantong pelajar atau mahasiswa. Tapi, pepatah Jawa "Ada harga, ada rasa" tampaknya dipegang teguh oleh Baegopa, karena rasa dan porsi makananannya ternyata berbanding lurus!

 

 

Chicken Neon Baegopa: Best Seller (IDR36,000)

Semua menu makanan di Baegopa berbahan dasar ayam. Awalnya, saya ingin memesan satu menu untuk saya, dan satu menu lagi untuk adik saya yang menemani saya makan di Baegopa saat itu. Namun, adik saya menyarankan, kalau nggak terlalu lapar, lebih baik memesan satu menu untuk berdua saja karena porsinya banyak jika dimakan sendirian oleh perempuan.

menu_baegopaMenu Baegopa

Karena saat itu saya memang nggak terlalu 'baegopa', jadi daripada mubazir akhirnya saya pun memesan menu best seller di Baegopa: chicken neon, yang terdiri dari 200 gram daging ayam yang disiram dengan saus keju plus kentang goreng, wortel, buncis, dan taburan-taburan rempah seperti oregano. Untuk snack, saya memesan onion ring, dan untuk minumannya, saya memesan ice tea reguler.

Tadaa! Pelayanan di Baegopa ini nggak lama ternyata. Pesanan saya datang nggak sampai sepuluh menit saya duduk. Ice tea datang lebih dulu, menyusul kemudian chicken neon, lalu onion ring-nya. Bismillahirrohmanirrohim, mari makan!

chicken_neon_baegopaChicken Neon Baegopa

Chicken Neon: Uwaaah! Nggak salah kalau menu ini didapuk sebagai menu best seller, karena memang rasanya enak sekalii! Daging ayam tanpa lemak digoreng krispi dengan tepung nugget berpadu dengan saus keju kental berwarna oranye, plus saus tomat dan saus cabe dalam sachet yang tersedia di setiap meja. Disusul dengan kentang goreng, wortel, dan buncisnya. Klop sudah lazisnya! Jelas sekali perbedaan menu Baegopa dengan cafe lain, makanan di Baegopa nggak dimasak dengan asal-asalan. Chicken neon Baegopa is highly recommended!

 

Onion Ring 'gurita' ala Baegopa (IDR10,000)

Saat pertama kali makanan ini disajikandi meja, saya langsung terkagum-kagum. Nggak seperti onion ring di cafe pada umumnya yang berukuran standar lingkaran bawang bombay, onion ring Baegopa ini bisa dipotong besar-besar padahal harganya cuma 10.000 rupiah, lho! Plating-nya pun unik sekali, ditumpuk sehingga membentuk gurita. Irisan besar bawang bombay digoreng dengan semacam tepung nuggets lalu ditaburi oregano.

onion_ring_baegopaOnion ring Baegopa

Tanpa saus apa pun, onion ring Baegopa ini sudah terasa sangat gurih dan enak. Cita rasa bawang bombaynya sudah terdominasi oleh gurih adonan krispi-nya, sehingga bagi Artebian yang nggak doyan bawang karena rasanya yang kadang langu, saya kira kekhawatiran Artebian ini perlu ditepis jika makan onion ring di Baegopa. Porsinya yang besar membuat saya cepat kenyang. Nggak butuh waktu lama untuk saya menobatkan onion ring ala Baegopa sebagai onion ring terenak yang pernah saya makan.

chicken_neon_dan_es_teh
Menu-menu lainnya yang sepertinya layak untuk dicoba adalah chicken cola. Bedanya dengan chicken neon mungkin adalah sausnya, karena chicken cola sausnya terbuat dari cola. Chicken bili-bili juga enak, bedanya dengan chicken neon, chicken bili-bili menggunakan taburan keju parut, bukan keju saus.

Baca juga: Jeju Ice Cream

 

 

Baegopa Malang: Cafe Yang Menjaga Kualitas

Baegopa yang saya kunjungi ini beralamat di Jalan Kendalsari No. 3, Kota Malang, atau lebih populer disebut dengan Baegopa Kandang Suhat. Baegopa Suhat ini sudah cabang lho, Artebian. Pusatnya di Jalan Mundu. Baegopa Suhat lebih gampang didatangi dengan masuk ke gang di sebelah selatan ruko-ruko Suhat yang ada karaoke Happy Puppy.

Lokasi Baegopa Suhat memang sedikit nyelip di sebelah cafe susu. Tapi dalamnya cukup asyik juga untuk makan dan nongkrong. Baegopa Suhat ini nggak terlalu besar, tapi ada dua lantai. Toilet di lantai dua dan ada musala di lantai bawah. Ada juga ruangan ber-AC yang bebas rokok, dan ruangan bebas rokok di lantai atas.

baegopa_suhatSudut Baegopa Malang Lantai 2

Di Malang, cafe yang sampai bisa mendirikan cabang bisa dikatakan sebagai cafe favorit. Dulu, sekitar tahun 2010 ketika saya masih kuliah di Malang, Baegopa setahu saya bahkan belum punya tempat sendiri. Dia masih 'nebeng' dengan tempat makan lain di sekitar belakang UM. Namun, semakin lama Baegopa semakin melebarkan sayapnya. Setelah berhasil mendirikan resto sendiri di Jalan Mundu (dekat Plaza Dieng), Baegopa pun mendirikan cabang di wilayah Kendalsari (Jalan Suhat).

baegopa_suhat_lantai_1Sudut Baegopa Malang Lantai 1

Tak dipungkiri, semakin hari, cafe di Kota Malang makin menjamur dengan mengusung berbagai konsep. Akan tetapi, meski banyak cafe baru bermunculan di kota dingin ini, tak sedikit pula cafe yang harus tutup karena sepi pengunjung. Mungkin karena manajemen pengelolaan cafe yang kurang matang, atau faktor-faktor lainnya yang menyebabkan cafe tidak mampu bersaing. Baegopa, menurut saya adalah salah satu cafe di Kota Malang yang berhasil survive dalam mengelola bisnisnya.

Artebian baegopa? Silakan coba ke Baegopa Malang.


Tag :


Nadia Sabila

Nadia Sabila adalah seorang jurnalis yang menggandrungi travelling dan makanan pedas.

Profil Selengkapnya >>

Makan Lainnya

Tulis Komentar
comments powered by Disqus





KATEGORI :




ARTIKEL PILIHAN :




Mengasah Rasa Lewat Kehidupan dan Gelombang Ujian


Edwin Ruser dan KoreanUpdates - Menghidupkan Mimpi Lewat Passion


Serendipity - Serangkaian Kejutan dalam Karya Kedua Erisca Febriani


Gone Girl - Ketika Cinta Berakhir, Yang Tersisa Hanyalah Kematian




De Oak Cafe Resto Surabaya


Kedai Es Krim Zangrandi - Sejak 1930


Terbang Dengan Kursi Mabur Di Sindu Kusuma Edupark


Deja Vu: Pesta Ketiga WTF Market di Surabaya (Bagian 1)


Sebuah Wajah, Sebuah Rasa (Bagian Enam)


Your Dream (Not?) Comes True


Lepas (Tak) Bebas