my Kopi-O! Salah Satu Spot Nongkrong dan Ngobrol Asyik

28 Nov 2014    View : 4308    By : Niratisaya


Surabaya memiliki memiliki beberapa mal terkenal. Sebagian besar mengusung konsep sederhana department store, beberapa memberi keistimewaan dengan “membawa” negara-negara asing ke tiap sudut bangunannya, sedangkan lainnya memfokuskan diri sebagai spot berkumpul dan nongkrong asyik. Yap! Surabaya Town Square atau yang lebih dikenal sebagai Sutos, memiliki konsep yang lain dibanding mal-mal lain di Surabaya.

Ia tak memiliki banyak vendor yang menjual pakaian, pernak-pernik, atau mainan. Kita pun takkan menemukan toko-toko kecil yang menawarkan barang-barang mereka. Sebaliknya, di mal yang terletak di Jalan Adityawarman ini Artebianz akan menemukan berbagai café dan restoran dengan beragam tema dan menu andalan.

Konon, kurang lebih ada tiga puluh pilihan tempat nongkrong dan ngobrol di Sutos. Namun, pilihan Tim Artebia pada rapat bulanan malam itu jatuh pada my Kopi-O! yang tampak comfy dengan berbagai kursi yang mengutamakan elemen kayu dan desain minimalis, menampilkan karakter kolonial modern.

Pemilihan nama “my Kopi-O!” diilhami oleh salah satu menu otentik yang sangat terkenal dari kedai kopi tiam di Malaysia & Singapura yaitu Coffee O. Coffee O adalah varian kopi hitam yang berasal dari Hainan, Cina, yang dibawa oleh kaum imigran ke Asia Tenggara.

 

my Kopi-O! dan Pojok Ngendon Artebia

Ada beberapa pilihan tempat duduk di my Kopi-O! Bagian luar yang dikhususkan untuk mereka yang ingin bersantai sambil merokok, sedangkan bagian dalam untuk mereka, yang tidak merokok, seakan dibagi menjadi dua yakni tengah dan pinggir. Malam itu pilihan Tim Artebia jatuh di meja yang terletak di pinggir, bagian pojok. Spot kesayangan para pengunjung yang berniat ngendon lebih lama. Karena saya terlambat, saya tidak tahu pesanan tim Artebia lainnya. Juga tidak tahu kalau buku menu my Kopi-O! sebesar koran, hanya saya lebih tebal.

Bagian dalam my Kopi-O!

Dari hasil membolak-balik halaman buku menu, saya mendapati kalau my Kopi-O! menawarkan menu yang cukup bervariasi berupa fusion food dengan pengaruh dari berbagai negara di Asia dan Eropa. Pilihan saya saat itu jatuh pada chicken cashew ramen. Mi khas Jepang yang kemudian saya ketahui dilengkapi dengan topping sayuran, daging kecokelatan, dan irisan tipis rumput laut panggang.

Menu Pilihan Tim Artebia

Nah, sambil menunggu seluruh pesanan kami datang, begitu formasi lengkap dan Tim Artebia telah menetapkan pilihan makanan masing-masing, kami pun menggelar lapak. Kami mengeluarkan laptop, catatan, dan bersiap mendiskusikan agenda rapat bulanan.

Tim Artebia menghabiskan waktu di my Kopi-O! dari pukul 19.00 hingga 22.00. Dengan listrik yang memadai dan sambungan internet nirkabel yang terpecaya, Tim Artebia bisa menyelesaikan rapat dalam waktu kurang lebih dua jam. Sisanya, kami menikmati kenyamanan tenant Sutos yang sudah ada sejak 16 Agustus 2010 dan suasananya yang begitu homey.

 

my Kopi-O! dan Menu Pilihan Tim Artebia

Sebagai restoran dan café, my Kopi-O, menyediakan mulai dari appetizer hingga dessert dan kopi hingga minuman bersoda. Memudahkan bagi para pengunjung yang ingin menikmati santapan lengkap atau sekadar ingin mencicipi main course, appetizer, atau dessert. Tim Artebia sendiri memilih untuk langsung menyantap main course. Toh, kami datang ke kedai dengan motto “everything is favorite” ini tidak dengan keluarga atau kekasih. Pun, kami datang untuk berkumpul dan rapat.

my Kopi-O! packed in crowd

Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya kami semua tahu pilihan makanan kami masing-masing. Saya, seperti yang sudah saya sebutkan sebelumnya, memilih hidangan Jepang (ramen) dan teh lemon; rekan sesama content-writer artebia.com memilih set nasi Hainan dan teh tarik dingin; sedangkan rekan saya, web-developer artebia.com, memilih spaghetti dengan topping keju-brokoli dan secangkir cokelat.

Chocolate-Spaghetti

Saya tidak bisa berkomentar banyak mengenai makanan yang dipilih oleh dua rekan tim Artebia saya. Tetapi rekan web-developer saya mengatakan kalau tidak ada yang istimewa dari spaghetti pesanannya, pun demikian dengan secangkir cokelat yang ia idam-idamkan.

Sementara itu, set nasi Hainan pesanan rekan sesama content-writer saya harus menunggu lebih lama dibanding web-developer kami. Ia bahkan harus menunggu sampai saya hampir menghabiskan mi ramen saya. Namun, setelah set nasi Hainan disajikan di atas meja, harus saya akui—waktu yang dihabiskan oleh rekan saya lumayan setimpal. Dibandingkan saya dan rekan web-developer kami, menu pilihan rekan saya itu lebih lengkap. Sayangnya, saya tidak memiliki foto set nasi Hainan rekan saya tersebut.

Untuk pesanan saya sendiri, saya bisa mengatakan kalau saya cukup puas.

Lho, kok, cukup?

Menu my Kopi-O!

Well, Artebianz, saya orang Jawa tulen yang amat mencintai keberanian bumbu sebuah masakan. Jadi, ramen yang saya nikmati terasa agak hambar. Namun harus saya katakan, saya lebih menyukai rasa ramen my Kopi-O! yang lengkap dengan sayuran dan lebih murah dibanding restoran ramen yang dulu pernah saya sambangi.

 

my Kopi-O! Antara Suasana Comfy dan Fusion Food

All in all, Artebianz, saya bisa mengatakan my Kopi-O! menjadi satu tempat nongkrong yang lumayan oke. It gives good the vibe of a place that makes you comfortable and feels at home. Namun, seperti yang sudah Artebianz baca di paragraf-paragraf sebelumnya, sama seperti café dan kedai lainnya, my Kopi-O! memiliki kekurangan.

Pertama, untuk mendapatkan set nasi Hainan, teman saya harus menunggu lebih lama dibandingkan saya dan teman kami seorang lagi. Dan, bagi saya, makan lebih dulu dibanding teman-teman satu meja rasanya aneh.

my Kopi-O!

Kedua, dengan harga cokelat yang nyaris sama dengan café langganan saya lainnya, ketika bertanya mengenai rasa minuman teman saya, saya mengharapkan sebuah jawaban yang memuaskan. Bukan jawaban “biasa saja”.

Untunglah, suasana nyaman dan percakapan yang ganyeng membuat saya tidak terlalu memusingkan rasa makanan. Tapi, sewaktu membaca sebuah artikel di situs townsquare.co.id mengenai my Kopi-O! yang ingin menjadi pionir kedai kopi, my Kopi-O! harus meningkatkan kualitas makanannya. Tidak hanya tampilan interior.


Alamat my Kopi-O!

Plaza Level P. 87-88
Jalan Adityawarman 55, Surabaya
Surabaya Town Square
Telepon: 031 - 562 5088

 

 

Tempat nongkrong asyik lainnya:

 

Referensi:
onthehuntforgoodfood.blogspot.com
townsquare.co.id


Tag :


Niratisaya

Niratisaya a.k.a Kuntari P. Januwarsi (KP Januwarsi) adalah CEO Artebia yang juga seorang penulis, editor, dan penerjemah.

Profil Selengkapnya >>

Nongkrong Lainnya

Tulis Komentar
comments powered by Disqus





KATEGORI :




ARTIKEL PILIHAN :




Ayah Dan Hari Ayah


H.O.S Tjokroaminoto: Priyayi dengan Profesi Teknisi Sekaligus Politisi yang Berjiwa Pendidik


Jalan-Jalan (Meraih) Surga


The Grand Budapest Hotel - Mereka Yang Layak Disebut


5 Lagu Indonesia Tahun 90-an Mengesankan Versi Artebia


De Oak Cafe Resto Surabaya


Zein's Cafe - Ngupi Cantik Tanpa Jadi Pelit


Patirthan Candi Kidal Yang Tersembunyi


Pameran Lukisan


My Toilet Prince - Pintu Pertama


Cheongsam Bunga Teratai Mei Lien


Segaris Pandang