Sebilik Ruang

17 Mar 2015    View : 1044    By : Niratisaya


Masih nampak sepi di sana
Menguar,
menyaluti setiap sudut ruang itu
Sedangkan kehidupan, tak sejejak pun terlihat

Kecuali sebutir apel merah
Berselimut debu, tergeletak di atas meja
Di bagian pangkalnya tampak sebuah gigitan

Dan potongan kaca
Berserakan
Menyelimuti ruangan

Namun bukan jejak kekerasan
Karena dia telah pergi bersama kehidupan
Melainkan sisa nurani yang enggan sadar
Hingga ia terburai dan kehabisan masa



Niratisaya (KP Januwarsi)

Surabaya, 270914

 

 

Puisi Artebia lainnya:




Niratisaya

Niratisaya a.k.a Kuntari P. Januwarsi (KP Januwarsi) adalah CEO Artebia yang juga seorang penulis, editor, dan penerjemah.

Profil Selengkapnya >>

Puisi Lainnya

Tulis Komentar
comments powered by Disqus





KATEGORI :




ARTIKEL PILIHAN :




Raga Senja Berjiwa Fajar: Sebuah Renungan Kemerdekaan Untuk Pemuda


Bicara Tentang Orizuka - Menulis Adalah Passion, Bukan Occupation


Serendipity - Serangkaian Kejutan dalam Karya Kedua Erisca Febriani


Orange Marmalade: Saat Cinta Tidak Memandang Dunia (2015)


Membaluri Luka dengan Cinta dalam Lagu I'm Not The Only One


Warung Wulan - Resto All You Can Eat Murah Meriah


Gujo Cafe Surabaya: Cangkrukan Enak Bernuansa Tradisional-Modern


Wana Wisata Sumberboto - Keindahan Alam yang Masih Dipandang Sebelah Mata


POPCON Asia Surabaya: City of Superheroes


Sebuah Wajah, Sebuah Rasa (Bagian Lima)


Cita-Cita Dirgantara


Aku Berjalan (Dan Dua Puisi Lainnya)