Sebilik Ruang

17 Mar 2015    View : 1066    By : Niratisaya


Masih nampak sepi di sana
Menguar,
menyaluti setiap sudut ruang itu
Sedangkan kehidupan, tak sejejak pun terlihat

Kecuali sebutir apel merah
Berselimut debu, tergeletak di atas meja
Di bagian pangkalnya tampak sebuah gigitan

Dan potongan kaca
Berserakan
Menyelimuti ruangan

Namun bukan jejak kekerasan
Karena dia telah pergi bersama kehidupan
Melainkan sisa nurani yang enggan sadar
Hingga ia terburai dan kehabisan masa



Niratisaya (KP Januwarsi)

Surabaya, 270914

 

 

Puisi Artebia lainnya:




Niratisaya

Niratisaya a.k.a Kuntari P. Januwarsi (KP Januwarsi) adalah CEO Artebia yang juga seorang penulis, editor, dan penerjemah.

Profil Selengkapnya >>

Puisi Lainnya

Tulis Komentar
comments powered by Disqus





KATEGORI :




ARTIKEL PILIHAN :




Ada Kemauan Ada Jalan: Sebuah Energi Kehidupan


Bicara Tentang Orizuka - Menulis Adalah Passion, Bukan Occupation


My Boyfriend's Wedding Dress... Gaun Pengantin Cowokku?


Suicide Squad - A Sweet Treat... Or A Sweet Threat?




Mirota dan Segala yang Berbau Jawa


Latarombo Riverside Cafe - Menikmati Vietnam Drip dengan Suasana Asyik


Melihat Sisi Lampau Surabaya Di Museum Surabaya


Majapahit Travel Fair 2016


Sebuah Wajah, Sebuah Rasa (Bagian Enam)


Twist and Shout (Part 3-Final)


Nyata dan Ilusi