Perjalanan, Pergulatan Waktu

24 Jul 2015    View : 1165    By : Tsaidun


Perjalanan,
pergulatan waktu,
serta pengorbanan
Membias luka di setiap sudut masa

Kering,
Namun bekas banyak menoreh sesal
Harusnya satu yang layak direngkuh


(gambar diambil dari playbuzz.com)

Angan banyak bermain di area keangkuhan
Larut pun membelai tulang

Untukmu bayang laluku, jangan merunduk
Tak layak buatmu, kau ada di era kini

Bangun, jangan macam laki takut perempuan
Bukan harapku membuatmu biru
Kalau merah layaknya darah,
jika putih mutlak seputih tulang

 

Surabaya,

September 2014




Tsaidun

Tsaidun adalah seorang spiritualis yang gemar membaca buku, khususnya psikologi dan filsafat. Pria yang sempat bekerja di salah satu perusahaan internasional ini lahir dan besar di Surabaya.

Profil Selengkapnya >>

Puisi Lainnya

Tulis Komentar
comments powered by Disqus





KATEGORI :




ARTIKEL PILIHAN :




Ayah Dan Hari Ayah


Widyoseno Estitoyo: Pebisnis Muda, Aktivis Sosial, Dan Pekerja Seni


Everlasting - Terkadang, Ada yang Tak Bisa Dihapus Waktu


Teacher's Diary (Khid Thueng Withaya) (2014): Penghargaan Guru di Thailand


Sugar - Maroon 5: Kejutan Manis Di Pesta Pernikahan


Baegopa Malang - Ada Harga Ada Rasa


Gujo Cafe Surabaya: Cangkrukan Enak Bernuansa Tradisional-Modern


Ranu Kumbolo: Sebuah Pelajaran Hidup Tentang Jerih Payah


Literasi Oktober: Goodreads Surabaya, Faisal Oddang, dan Puya ke Puya


Sebuah Wajah, Sebuah Rasa (Bagian Lima)


Interaksi di Galaksi


Dalam Sekam Kehidupan