Perjalanan, Pergulatan Waktu

24 Jul 2015    View : 1150    By : Tsaidun


Perjalanan,
pergulatan waktu,
serta pengorbanan
Membias luka di setiap sudut masa

Kering,
Namun bekas banyak menoreh sesal
Harusnya satu yang layak direngkuh


(gambar diambil dari playbuzz.com)

Angan banyak bermain di area keangkuhan
Larut pun membelai tulang

Untukmu bayang laluku, jangan merunduk
Tak layak buatmu, kau ada di era kini

Bangun, jangan macam laki takut perempuan
Bukan harapku membuatmu biru
Kalau merah layaknya darah,
jika putih mutlak seputih tulang

 

Surabaya,

September 2014




Tsaidun

Tsaidun adalah seorang spiritualis yang gemar membaca buku, khususnya psikologi dan filsafat. Pria yang sempat bekerja di salah satu perusahaan internasional ini lahir dan besar di Surabaya.

Profil Selengkapnya >>

Puisi Lainnya

Tulis Komentar
comments powered by Disqus





KATEGORI :




ARTIKEL PILIHAN :




Generasi Global dalam Industri Pertelevisian: Menelisik Makna di Balik


Prisca Primasari - Menulis Adalah Memberi Kado Pada Diri Sendiri


1001 Fakta Sejarah yang Mengerikan: Bersiaplah Menyelidiki Sejarah yang Mengerikan


Billionaire a.k.a Top Secret: Kisah Sukses Seorang Pengusaha Muda


Menuju Senja - Payung Teduh


Berkuliner Ala Foodtruck Fiesta di Graha Fairground Surabaya Barat


Milk Kingdom - Humble Place to Cast Away Your Boredom


Peneleh Daerah Penuh Pesona dan Sejarah: Rumah HOS Tjokroaminoto


Literasi Oktober: GRI Regional Surabaya - Menimbang Buku dalam Resensi


Sebuah Wajah, Sebuah Rasa (Bagian Enam)


Twist and Shout (Part 1)


Dia Ramai Berhening