Perjalanan, Pergulatan Waktu

24 Jul 2015    View : 1118    By : Tsaidun


Perjalanan,
pergulatan waktu,
serta pengorbanan
Membias luka di setiap sudut masa

Kering,
Namun bekas banyak menoreh sesal
Harusnya satu yang layak direngkuh


(gambar diambil dari playbuzz.com)

Angan banyak bermain di area keangkuhan
Larut pun membelai tulang

Untukmu bayang laluku, jangan merunduk
Tak layak buatmu, kau ada di era kini

Bangun, jangan macam laki takut perempuan
Bukan harapku membuatmu biru
Kalau merah layaknya darah,
jika putih mutlak seputih tulang

 

Surabaya,

September 2014




Tsaidun

Tsaidun adalah seorang spiritualis yang gemar membaca buku, khususnya psikologi dan filsafat. Pria yang sempat bekerja di salah satu perusahaan internasional ini lahir dan besar di Surabaya.

Profil Selengkapnya >>

Puisi Lainnya

Tulis Komentar
comments powered by Disqus





KATEGORI :




ARTIKEL PILIHAN :




Malaikat Tak Bersayap


Nicoline Patricia Malina: Fotografer Cantik Muda Berbakat


Petualangan bersama Einstein: Bumi yang Bergolak


Orange Marmalade: Saat Cinta Tidak Memandang Dunia (2015)


Sugar - Maroon 5: Kejutan Manis Di Pesta Pernikahan


De Oak Cafe Resto Surabaya


Latarombo Riverside Cafe - Menikmati Vietnam Drip dengan Suasana Asyik


Kawah Ijen Banyuwangi (Kawah Ijen Part 2)


Literasi Oktober: Goodreads Surabaya, Mahfud Ikhwan, dan Kambing


Sebuah Wajah, Sebuah Rasa (Bagian Kedua)


Twist and Shout (Part 2)


Sang Wanita Dan Kuburan Rasa