Menguak Luruh

04 Aug 2015    View : 1104    By : Tsaidun


Merebak,

menelusuri setiap sudut keinginan

 

Menguak,

berharap sebuah paripurna

 taken from lauracgeorge.com

Ketika rasa menjenguk ketidakpastian

Semuanya luruh,

meluber di kesenjangan

Antara sebuah tanggung jawab dan kewajiban

Mungkinkah kebersamaan bisa bersatu?

Sementara keterbatasan menjadi pemilah

Hingga tanggal membekas pada qolb

 

Bukan kehendakMu, jiwa yang lepas dari fitrah

Menelan harap pada jalan yang lain

 

Surabaya,

4 Agustus 2015

 

Gambar header dari news.softpedia.com




Tsaidun

Tsaidun adalah seorang spiritualis yang gemar membaca buku, khususnya psikologi dan filsafat. Pria yang sempat bekerja di salah satu perusahaan internasional ini lahir dan besar di Surabaya.

Profil Selengkapnya >>

Puisi Lainnya

Tulis Komentar
comments powered by Disqus





KATEGORI :




ARTIKEL PILIHAN :




Cinderella dan Wanita Masa Kini: Sebuah Dekonstruksi Dongeng


Bicara Tentang Orizuka - Menulis Adalah Passion, Bukan Occupation


Supernova 1: Kesatria, Putri, & Bintang Jatuh


SUPERNOVA: Ksatria, Putri, Dan Bintang Jatuh Film - Filsafat Eksistensi


Nash - Ya Rabbana Anta Maulana


Berkuliner Ala Foodtruck Fiesta di Graha Fairground Surabaya Barat


Latarombo Riverside Cafe - Menikmati Vietnam Drip dengan Suasana Asyik


Dieng: Sebentuk Nirwana di Indonesia - Edisi Kompleks Candi Arjuna


The Backstage Surabaya (Bagian 2) : Mindset Seorang Founder StartUp


My Toilet Prince - Pintu Pertama


Bersama Sebuah Buku dan Sebatang Rokok


Halusinasi