Menguak Luruh

04 Aug 2015    View : 1025    By : Tsaidun


Merebak,

menelusuri setiap sudut keinginan

 

Menguak,

berharap sebuah paripurna

 taken from lauracgeorge.com

Ketika rasa menjenguk ketidakpastian

Semuanya luruh,

meluber di kesenjangan

Antara sebuah tanggung jawab dan kewajiban

Mungkinkah kebersamaan bisa bersatu?

Sementara keterbatasan menjadi pemilah

Hingga tanggal membekas pada qolb

 

Bukan kehendakMu, jiwa yang lepas dari fitrah

Menelan harap pada jalan yang lain

 

Surabaya,

4 Agustus 2015

 

Gambar header dari news.softpedia.com




Tsaidun

Tsaidun adalah seorang spiritualis yang gemar membaca buku, khususnya psikologi dan filsafat. Pria yang sempat bekerja di salah satu perusahaan internasional ini lahir dan besar di Surabaya.

Profil Selengkapnya >>

Puisi Lainnya

Tulis Komentar
comments powered by Disqus





KATEGORI :




ARTIKEL PILIHAN :




Stigma dan Tradisi: Menikah - Antara Tuntunan Agama dan Tuntutan Masyarakat


Prisca Primasari - Menulis Adalah Memberi Kado Pada Diri Sendiri


Supernova 3: Petir


Suicide Squad - A Sweet Treat... Or A Sweet Threat?


Sugar - Maroon 5: Kejutan Manis Di Pesta Pernikahan


Nasi Goreng dan Mi Goreng Pak Is


Taman Patung Kuda Gunung Sari - Taman Segala Usia


Pantai Pasir Putih Situbondo (Kawah Ijen Part 1)


Literasi Oktober: Goodreads Surabaya, Mahfud Ikhwan, dan Kambing


Sebuah Wajah, Sebuah Rasa (Bagian Ketiga)


Tiga Puluh Tahunan (Part 1)


Dor!