Menjelang Telah Tiba Datang

09 Sep 2015    View : 965    By : Nadia Sabila


Saatnya telah tiba..

...

Kala utas akan benar terlepas
Denting dawai menjelma rantai,
Menguntai,
Terkupas tak tuntas

Saatnya telah tiba..
Kala kata adalah doa
Dan janji pantang diingkari
Merampas, mendera
Berganti sepi mengisi hari

Saatnya telah tiba..
Kala rindu lancang singgah
Perih tak terperi, pecah membuncah
Terbayang kita menjamah bayang kaca
Meraga jiwa, mengobat luka

Saatnya telah tiba..
Saat ini pernah terjadi sebelumnya
Bahkan lama,
Bagai deja vu yang tak sempurna
Mungkin karena lara lebih terasa

Saatnya telah tiba..
Katanya, hanya tentang beda letak
Bukan retak, bukan pula tak berdetak
Kita hanya merajut jaring asa
Menyulam cita menjadi lembar cerita

Saatnya telah tiba..
Kala sua terasa amat berharga
Kala satu zarah masa terasa berjuta tahun cahaya
Kala raga meraga tanpa kaca
Benar-benar diri kita

Saatnya telah tiba..
Ini memang tentang renjana
Tak setinggi Rinjani
Namun sedalam Samudera Hindia
Sejauh jarak kita

Tunggu sembilan purnama, kata Rangga pada Cinta
Itu mereka, sementara kita,
Bisa jadi sembilan berganda
Tapi mereka hanya kisah drama, sementara kita ada nyata
Membiasakan diri dari ada menjadi tak selalu ada

Saatnya akan tiba
Untuk berkata saatnya telah tiba
Segera, tak lama
Berselang menjelang sang telah tiba datang




Nadia Sabila

Nadia Sabila adalah seorang jurnalis yang menggandrungi travelling dan makanan pedas.

Profil Selengkapnya >>

Puisi Lainnya

Tulis Komentar
comments powered by Disqus





KATEGORI :




ARTIKEL PILIHAN :




Cinderella dan Wanita Masa Kini: Sebuah Dekonstruksi Dongeng


Figur: Lia Indra Andriana - Dari Seorang Calon Dokter Gigi Menjadi Salah Satu Penerbit Berpengaruh


Aku Ingin Tahu #1: Jawaban dari Ratusan Pertanyaan


Seven Something: Saat Cinta Berubah Setiap 7 Tahun


Kataji - Awal Mula Saya Terpikat pada Yura


Ajibnya Bubur Kacang Hijau Ciliwung


Kopi Luwak - Nongkrong Aman Sambil Berbagi Kopi dan Gelak


Patirthan Candi Kidal Yang Tersembunyi


The Backstage Surabaya (Bagian 2) : Mindset Seorang Founder StartUp


Sebuah Wajah, Sebuah Rasa (Bagian Pertama)


Pengelanaan Sempurna


Dia Ramai Berhening