MENGAPA?

22 Sep 2015    View : 897    By : Tsaidun


Harusnya tidaklah lurus menjanjikan

Karena hari kemarin sekadar awal hari ini

Tak beda jauh, pandang kita terbatasi

Utuh, timbul dari bekas tapak terdahulu

Meleng, serapah mencuat menampar telinga

Bekas, lekat erat di setiap langkah kita

sumber ilustrasi: arst349.blogs.bucknell.edu

Jalan bercabang menghentikan langkah

Lantas kenapa dunia harus terlihat?

Jika pandang ini membentur tatap tak selaras

Bukanlah hukum yang ada

Kadang hamba melangkah melebihi-Nya

 

 

Header: prolificliving.com

 




Tsaidun

Tsaidun adalah seorang spiritualis yang gemar membaca buku, khususnya psikologi dan filsafat. Pria yang sempat bekerja di salah satu perusahaan internasional ini lahir dan besar di Surabaya.

Profil Selengkapnya >>

Puisi Lainnya

Tulis Komentar
comments powered by Disqus





KATEGORI :




ARTIKEL PILIHAN :




Malaikat Tak Bersayap


Voici - Duo Multi Talenta Dari Surabaya


Sayap-Sayap Kecil - Mengintip Sepotong Kisah Rahasia Seorang Gadis SMA


Me Before You - Jojo Moyes and a Bowl of Warm Love Story




Bakso Hitam Chok Judes: Ada Lezat Di Balik Pekat


Matcha Cafe: Curhat Ditemani Olahan Green Tea Nikmat


Melihat Sisi Lampau Surabaya Di Museum Surabaya


Nasib Literasi di Era Digitalisasi


My Toilet Prince - Pintu Pertama


Angel's Smile


Merah Balada