MENGAPA?

22 Sep 2015    View : 930    By : Tsaidun


Harusnya tidaklah lurus menjanjikan

Karena hari kemarin sekadar awal hari ini

Tak beda jauh, pandang kita terbatasi

Utuh, timbul dari bekas tapak terdahulu

Meleng, serapah mencuat menampar telinga

Bekas, lekat erat di setiap langkah kita

sumber ilustrasi: arst349.blogs.bucknell.edu

Jalan bercabang menghentikan langkah

Lantas kenapa dunia harus terlihat?

Jika pandang ini membentur tatap tak selaras

Bukanlah hukum yang ada

Kadang hamba melangkah melebihi-Nya

 

 

Header: prolificliving.com

 




Tsaidun

Tsaidun adalah seorang spiritualis yang gemar membaca buku, khususnya psikologi dan filsafat. Pria yang sempat bekerja di salah satu perusahaan internasional ini lahir dan besar di Surabaya.

Profil Selengkapnya >>

Puisi Lainnya

Tulis Komentar
comments powered by Disqus





KATEGORI :




ARTIKEL PILIHAN :




Generasi Global dalam Industri Pertelevisian: Menelisik Makna di Balik


Bicara Tentang Orizuka - Menulis Adalah Passion, Bukan Occupation


Embroideries: Menyusup Dalam Kehidupan Para Wanita Timur Tengah


Siti - Perempuan dan Dalamnya Hati


Menuju Senja - Payung Teduh


Icip-Icip Seblak Zoss, Lebih Dari Sekadar Joss


Omnivoro Ciputra World, Fusion Cafe untuk Para Omnivora


Misteri serta Sejarah Jatimulyo dan Mojolangu, Malang (Bag. 1)


Pameran Lukisan


Sebuah Wajah, Sebuah Rasa (Bagian Enam)


Oma Lena - Part 1


Sang Wanita Dan Kuburan Rasa