Masa (I)

16 Oct 2015    View : 1138    By : Tsaidun


Menyusup pelan,

memeluk harap,

redup dalam keraguan

 

Merenda langkah tanpa bekas

terajut membentuk dalam angan

 

Untaian tak terbaca,

lantaran langkah tersulut emosi

 

Masa pun tertangguhkan,

berebut dalam ruang tanpa sinar

 

Time Travel

Sumber gambar di sini 

 

Detak berpacu,

terbalut dalam keraguan,

semakin jauh dari harap

 

Pekat pun memeluk erat,

gundah berebut tahta

 

Sementara jiwa tersulut terik hangatnya diri

Melempar identitas sebagai hamba

 

Tertatih dalam penyesalan,

terbangun dari mimpi

Langit memerah berbatas senja.

 

 

Tsaidun,

Surabaya 102015

 

Sumber header diambil dari sini.

 




Tsaidun

Tsaidun adalah seorang spiritualis yang gemar membaca buku, khususnya psikologi dan filsafat. Pria yang sempat bekerja di salah satu perusahaan internasional ini lahir dan besar di Surabaya.

Profil Selengkapnya >>

Puisi Lainnya

Tulis Komentar
comments powered by Disqus





KATEGORI :




ARTIKEL PILIHAN :




Filosofi Pohon Pisang Pada Hubungan Ayah Dan Anak


Indah Kurnia, Memimpin Tanpa Kehilangan Identitas Sebagai Wanita


Critical Eleven - Pesawat, Bandara, dan Biduk Rumah Tangga


Me Before You - Jojo Moyes and a Bowl of Warm Love Story


How Deep Is Your Love - Calvin Harris: Dalamnya Cinta Lewat Deep House Music


Marugame Udon - Delicacy in Simplicity


Taman Bungkul - Oase dan Kebanggaan Warga Surabaya


Air Terjun Coban Sewu: Niagaranya Indonesia (part 1)


Adiwarna 2017: Karyakarsa - Eksposisi Daya Cipta dan Rasa DKV UK Petra


Sebuah Wajah, Sebuah Rasa (Bagian Ketiga)


Murni dan Tahun Baru


Aku Tak Ingin Lomba Balap Karung, Bu.