Masa (I)

16 Oct 2015    View : 1266    By : Tsaidun


Menyusup pelan,

memeluk harap,

redup dalam keraguan

 

Merenda langkah tanpa bekas

terajut membentuk dalam angan

 

Untaian tak terbaca,

lantaran langkah tersulut emosi

 

Masa pun tertangguhkan,

berebut dalam ruang tanpa sinar

 

Time Travel

Sumber gambar di sini 

 

Detak berpacu,

terbalut dalam keraguan,

semakin jauh dari harap

 

Pekat pun memeluk erat,

gundah berebut tahta

 

Sementara jiwa tersulut terik hangatnya diri

Melempar identitas sebagai hamba

 

Tertatih dalam penyesalan,

terbangun dari mimpi

Langit memerah berbatas senja.

 

 

Tsaidun,

Surabaya 102015

 

Sumber header diambil dari sini.

 




Tsaidun

Tsaidun adalah seorang spiritualis yang gemar membaca buku, khususnya psikologi dan filsafat. Pria yang sempat bekerja di salah satu perusahaan internasional ini lahir dan besar di Surabaya.

Profil Selengkapnya >>

Puisi Lainnya

Tulis Komentar
comments powered by Disqus





KATEGORI :




ARTIKEL PILIHAN :




Stigma dan Tradisi: Menikah - Antara Tuntunan Agama dan Tuntutan Masyarakat


Widyoseno Estitoyo: Pebisnis Muda, Aktivis Sosial, Dan Pekerja Seni


Park Hee Jung's Cat and Dog - Komik tentang Anjing dan Kucing


Hormones The Series Season 1: Realita Remaja Saat Ini (Part 1)


Keep Being You - Isyana Sarasvati


Ajibnya Bubur Kacang Hijau Ciliwung


Matcha Cafe: Curhat Ditemani Olahan Green Tea Nikmat


Gedung De Javasche Bank Surabaya - Saksi Sejarah Panjang Perbankan Indonesia


Majapahit Travel Fair 2016


Sebuah Wajah, Sebuah Rasa (Bagian Enam)


Oma Lena - Part 2


Lapang Sunyi, Senyap Ruang