Masa (II)

03 Nov 2015    View : 977    By : Tsaidun


Ketika pijar merambah

menghiasi alam 

Membuat setiap ciptaanNya terbangun dari mimpi

 

Namun,

keengganan terbalut kemalasan

Hingga jiwa terselimutkan,

angan memeluk erat

 

Meski kicau indah memanggil

Isyarat bagi mereka yang merasa hidup

 

Moment between life and death
Illustration source: here.

 

Manakala putaran pijar menyengat

Peluh penyesalan merambah di sekujur tubuh

 

Cuma bayang yang terengkuh

 

Luluh lantak jika kaki cuma berdiri

Di sana,

menanti pertanyaan setiap apa yang teranugerahkan

 

Manakala pijar mulai meredup

Kelu, lelah,

merangkai langkah yang mulai goyah

 

Rasa memohon untuk tetap dalam keinginan

Telah berlalu,

seperti waktu tak terhentikan

 

 

Header illustration source: here.






Tsaidun

Tsaidun adalah seorang spiritualis yang gemar membaca buku, khususnya psikologi dan filsafat. Pria yang sempat bekerja di salah satu perusahaan internasional ini lahir dan besar di Surabaya.

Profil Selengkapnya >>

Puisi Lainnya

Tulis Komentar
comments powered by Disqus





KATEGORI :




ARTIKEL PILIHAN :




Raga Senja Berjiwa Fajar: Sebuah Renungan Kemerdekaan Untuk Pemuda


Indah Kurnia, Memimpin Tanpa Kehilangan Identitas Sebagai Wanita


Jodoh Pilihan Hati - Kiat Menjemput Jodoh


Me Before You - Jojo Moyes and a Bowl of Warm Love Story


Nash - Ya Rabbana Anta Maulana


Soto Khas Lamongan Di Pandean, Ngoro


Kopi Luwak - Nongkrong Aman Sambil Berbagi Kopi dan Gelak


Patirthan Candi Kidal Yang Tersembunyi


Nasib Literasi di Era Digitalisasi


Sebuah Wajah, Sebuah Rasa (Bagian Enam)


Tiga Puluh Tahunan (Part 2 - End)


Kesenyapan Memeluk di Kesendirian