Kepada Yang Terkasih

25 Nov 2015    View : 1673    By : Niratisaya


Yang Terkasih,

Maaf, aku tak mampu lagi menyediakan hidangan favoritmu

Takkan ada lagi Tumis Canda Bahagia, Cinta Bumbu Asam-Manis,
atau Kasih Masak Setengah Mati di meja kita

Maaf….
Kita telah kehilangan daya untuk mengupayakannya

Kau tentu tahu,
Yang Terhormat telah menaikkan harga Bumbu Bumbu Mesra

Aku tahu,
kau tak lagi membaca suara suara harian
Terutama sejak kue kue lumpur membekap handai tolanmu
Melumpuhkan mereka dari identitas mereka sebagai Masyarakat yang sido harjo

“Tak ada lagi yang tersisa di sana
yang bisa membuat mereka sejahtera,”
Kau menggumam
di siang malam

 

Ilustrasi Kepada Yang Terkasih
Image source: here.

 

Aku tahu,
kau tlah enggan duduk berlama lama di depan teve kecil kita
yang kini kau juluki Kotak Pembawa Duka

Tapi aku juga tahu pasti,
kau takkan melewatkan berita kenaikan Bumbu Bumbu Mesra hari ini
Sebab telingamu pasti telah menangkap keluh kesah mereka
tiap kau palingkan muka

Mereka yang selalu kau tarik turut dalam keretamu
akan memastikan kedua pendengaranmu menangkap tiap sedu, tiap duka
Yang tak mampu mereka bagi lagi dengan mereka yang duduk di kursi tinggi nun jauh
Meski tak banyak guna membagi gundah pada mereka yang sama rendah,
tetapi mereka tahu; beban itu mesti tumpah
Entah dalam wujud tangis, atau sumpah serapah

Maka maafkan aku,
Yang Terkasih, jika hari ini kau terbangun dan mendapati meja kita tak lagi lengkap
Hanya sepiring doa yang mampu kusajikan pagi ini
Meski tampak hampa, namun sadarilah kasihku,
Ia sarat dengan asa

 

Tertanda,
Yang kau cinta

 

 

Surabaya,

25112015

Terinspirasi duka dan cerita seorang kawan di kota sebelah

 




Niratisaya

Niratisaya a.k.a Kuntari P. Januwarsi (KP Januwarsi) adalah CEO Artebia yang juga seorang penulis, editor, dan penerjemah.

Profil Selengkapnya >>

Puisi Lainnya

Tulis Komentar
comments powered by Disqus





KATEGORI :




ARTIKEL PILIHAN :




Ketika Media Sosial Menghilangkan Esensi Makhluk Sosial


Nicoline Patricia Malina: Fotografer Cantik Muda Berbakat


The Geography Of Bliss - Penggerutu yang Mencari Kebahagiaan


Art Idol


Kun Anta - Humood Al Khuder: Jadilah Diri Sendiri


De Oak Cafe Resto Surabaya


Taman Apsari, Keteduhan di Tengah Hiruk Pikuk Kota


Misteri serta Sejarah Jatimulyo dan Mojolangu, Malang (Bag. 2)


Literasi Desember: Literaturia, Budaya Berpikir Kritis, dan Literasi Media (Bag. 2)


Sebuah Wajah, Sebuah Rasa (Bagian Kedua)


Cita-Cita Dirgantara


Tentang Waktu