Lapang Sunyi, Senyap Ruang

24 Jan 2016    View : 1190    By : Niratisaya


Lapang sunyi merangkum senyap ruangku

Samar di kejauhan,

dalam gaung udara,

terdengar nyanyi duka

 

Sebuah dendang senandung berbalut tanya,

di suara seorang wanita

 

"Di mana damai,

ketika dunia masih bergelayut ramai?

Di mana surga,

saat di depan hanya terhampar neraka?"

 

 

Dalam sunyi,

di senyap ruang,

aku diam mendengar

Aku diam melempar tatapan di langit kamar

 

Sementara,

di depanku termenung kipas angin tua

Bungkam,

menggeleng dia bergerak

Mewakili rasa dalam sukma,

bisu berteriak

 

 

Niratisaya,

Surabaya, 22122016

Dalam kenangan atas Ibu yang menyanyikan "Perdamaian" di kala sakitku.




Niratisaya

Niratisaya a.k.a Kuntari P. Januwarsi (KP Januwarsi) adalah CEO Artebia yang juga seorang penulis, editor, dan penerjemah.

Profil Selengkapnya >>

Puisi Lainnya

Tulis Komentar
comments powered by Disqus





KATEGORI :




ARTIKEL PILIHAN :




Ketika Media Sosial Menghilangkan Esensi Makhluk Sosial


Figur: Lia Indra Andriana - Dari Seorang Calon Dokter Gigi Menjadi Salah Satu Penerbit Berpengaruh


Lockwood & Co.: Screaming Staircase - Misteri Jeritan di Undakan Rumah Berhantu


Gone Girl - Ketika Cinta Berakhir, Yang Tersisa Hanyalah Kematian


Reason - Eva Celia: Sebuah Penemuan Jati Diri


Happy Squid Dan MatchaPekoe: Kuliner Unik Ala Bazar Tematik


Matcha Cafe: Curhat Ditemani Olahan Green Tea Nikmat


Gedung De Javasche Bank Surabaya - Saksi Sejarah Panjang Perbankan Indonesia


Literasi Oktober: GRI Regional Surabaya - Menimbang Buku dalam Resensi


My Toilet Prince - Pintu Pertama


Murni dan Tahun Baru


(K)Aku