Pupus, Hanyut, Lepas

09 Feb 2016    View : 1144    By : Tsaidun


tersungkur,
meratap dalam dekap kesenduan duka
ketika bilur luka membias dalam langkahnya

detak nadinya menjerit meraih kasihNya
seperti derita panjang menyertai sebuah kehidupan

geliat ke-aku-an mengajarkan sebuah kekufuran
menyeret,
melempar suara kebenaran

kemampuan untuk bangun sebagai hamba
pupus,
hanyut,
lepas dalam alur awal penciptaan

tetes sesal meluber merangkum lara
meresap di setiap sudut tulang
melahirkan benci,
membesarkan sesal

sejuta kata tanya melesat dari busur kemanusiaan
menembus qolb
membias membentuk cadas
gerak pengabdian terlukis lewat pejaman panjang

 




Tsaidun

Tsaidun adalah seorang spiritualis yang gemar membaca buku, khususnya psikologi dan filsafat. Pria yang sempat bekerja di salah satu perusahaan internasional ini lahir dan besar di Surabaya.

Profil Selengkapnya >>

Puisi Lainnya

Tulis Komentar
comments powered by Disqus





KATEGORI :




ARTIKEL PILIHAN :




Stigma dan Tradisi: Menikah - Antara Tuntunan Agama dan Tuntutan Masyarakat


Voici - Duo Multi Talenta Dari Surabaya


SeoulMate - Menemukan Belahan Jiwa di Seoul


Malam Minggu Miko Movie - Mockumentary Kegalauan Kaum Muda Indonesia


Sugar - Maroon 5: Kejutan Manis Di Pesta Pernikahan


Baegopa Malang - Ada Harga Ada Rasa


Pandu Pustaka: Perpustakaan Keteladanan Di Pekalongan


Gedung De Javasche Bank Surabaya - Saksi Sejarah Panjang Perbankan Indonesia


Goodreads Indonesia Regional Surabaya: Novel Remaja Dan Dunianya


Sebuah Wajah, Sebuah Rasa (Bagian Tujuh)


Ode Untuk Si Bungsu


Jalan Setail di Malam Ini