Pupus, Hanyut, Lepas

09 Feb 2016    View : 1316    By : Tsaidun


tersungkur,
meratap dalam dekap kesenduan duka
ketika bilur luka membias dalam langkahnya

detak nadinya menjerit meraih kasihNya
seperti derita panjang menyertai sebuah kehidupan

geliat ke-aku-an mengajarkan sebuah kekufuran
menyeret,
melempar suara kebenaran

kemampuan untuk bangun sebagai hamba
pupus,
hanyut,
lepas dalam alur awal penciptaan

tetes sesal meluber merangkum lara
meresap di setiap sudut tulang
melahirkan benci,
membesarkan sesal

sejuta kata tanya melesat dari busur kemanusiaan
menembus qolb
membias membentuk cadas
gerak pengabdian terlukis lewat pejaman panjang

 




Tsaidun

Tsaidun adalah seorang spiritualis yang gemar membaca buku, khususnya psikologi dan filsafat. Pria yang sempat bekerja di salah satu perusahaan internasional ini lahir dan besar di Surabaya.

Profil Selengkapnya >>

Puisi Lainnya

Tulis Komentar
comments powered by Disqus





KATEGORI :




ARTIKEL PILIHAN :




Stigma dan Tradisi: Laki-laki, Perempuan... Mana yang Lebih Baik?


Nicoline Patricia Malina: Fotografer Cantik Muda Berbakat


Double Spin Round - Menikmati Putaran Kehidupan


Guru Bangsa Tjokroaminoto


Sugar - Maroon 5: Kejutan Manis Di Pesta Pernikahan


Baegopa Malang - Ada Harga Ada Rasa


Matcha Cafe: Curhat Ditemani Olahan Green Tea Nikmat


Air Terjun Coban Sewu: Niagaranya Indonesia (part 1)


WTF Market 2.0 - Imajinasi, Mimpi, dan Masa Depan


Sebuah Wajah, Sebuah Rasa (Bagian Pertama)


Pria Asing Di Pos Kamling


Dua Windu Lalu, Lewat Hening Malam