Dor!

28 May 2016    View : 798    By : Aya Murning


Mendung menyelimuti wajah sendu

Tetes demi tetes bercampur asa suram

Ia tak ingat pipinya basah karena hujan

Ataukah itu linangan dari rasa pilu

Ia tak tahu

 

Belasan tahun bertahan menarik diri

Sayang disayang karena hatinya duluan mati

Riak gemercik suara air di loteng meredam gemuruh di dada

Kini hanya kepulan asap putih meliuk menari dari bibir birunya

Ia benci keadaan

 

Monster gila pernah menyelinap menerkam badan

Berdua bergelimpang saat ditinggal ibunda tersayang

Tak kuasa dirinya melawan pergumulan liar dalam kamar

Hanya satu yang ingin ia lantangkan, "bunuh saja aku"

 

Tapi tak bisa

Rintih sesenggukan memutus pita suara

Telapak kotor itu membungkam bibir serta wajah

Pasrah menunggu si gila memenuhi gelegak nafsu

Ia cuma bisa membatu

 

Demi bunda, ia membisu

Demi tawa bunda, ia rela disayat sembilu

Demi bahagianya bunda, ia tetap tertawa

Demi senyum bunda, ia pura-pura bahagia

Ia pandai bersandiwara

 

Tak sanggup deraan fisik dan batin makin bercokol di liangnya

Monster biadab itu telah merobek-robek mahkotanya tanpa ampun

Telunjuknya mulai gatal ingin menarik pelatuk

bang!

Dhuuaaarrr!

Denting peluru menggelinding menyusuri lantai keramik

Tebak saja siapa yang terkapar

Monster gila atau dirinya?

 

 

Palembang, 7 Mei 2016

12.55 WIB

© Aya Murning




Aya Murning

Aya adalah seorang gadis dengan rasa nasionalisme yang hobi membaca berbagai macam buku, khususnya novel.

Profil Selengkapnya >>

Puisi Lainnya

Tulis Komentar
comments powered by Disqus





KATEGORI :




ARTIKEL PILIHAN :




Malaikat Tak Bersayap


Figur: Lia Indra Andriana - Dari Seorang Calon Dokter Gigi Menjadi Salah Satu Penerbit Berpengaruh


Happiness Is.... You - Blogtour dan Giveaway


The Fault in Our Stars - Secercah Kebahagiaan dalam Duka


Blinded by Love - Karena Cinta Sungguh Membutakan


Dari Surga Belanja Menjadi Surga Makanan, Kedai Tunjungan City


Taman Bungkul - Oase dan Kebanggaan Warga Surabaya


Menikmati Sepetak Keindahan Bali di Tegal Wangi


Literasi Agustus: GRI Regional Surabaya - Muda untuk Sastra


My Toilet Prince - Pintu Pertama


Twist and Shout (Part 3-Final)


Lepas (Tak) Bebas