Setitik Tuba

20 Sep 2016    View : 1011    By : Tsaidun


Indah dalam batas angan yang kumiliki

Bak untaian pelangi yang membentang di birunya langit

Tetap aku redam, jauh di kedalaman rasa kasihku

Meski cinta itu cuma aku yang merasakan,

Kau tetap agung, di antara gemerlapnya bintang

 

Jika langkahmu ingin meraih lebih yang aku punya

Bukan salahmu, kenapa aku tak punya seperti anganmu?

Mengapa aku harus mengagumimu ?

Kenapa aku tetap mengejarmu, sedang tapakmu tak jelas?

 

Kini kau jauh melambung, raihku tak sampai

Kebersamaan yang pernah kita rajut,

Keindahan yang pernah kita lukis

Biarlah tetap dalam kenangan indahku

Pergilah kasih, bersama kesalahan yang ada dalam sanubariku

 

 

Minggu, 17 april 2016




Tag :


Tsaidun

Tsaidun adalah seorang spiritualis yang gemar membaca buku, khususnya psikologi dan filsafat. Pria yang sempat bekerja di salah satu perusahaan internasional ini lahir dan besar di Surabaya.

Profil Selengkapnya >>

Puisi Lainnya

Tulis Komentar
comments powered by Disqus





KATEGORI :




ARTIKEL PILIHAN :




Ayah Dan Hari Ayah


Nicoline Patricia Malina: Fotografer Cantik Muda Berbakat


The Palace of Illusions: Ketulusan Cinta Para Pandawa


5-ji Kara 9-ji Made - Apa Jadinya Kalau Biksu Jatuh Cinta Pada Guru?


Happy - Mocca Band (Dinyanyikan Ulang Oleh Aldin)


Bakmi dan Sate Klathak Ala Djogdja: Menikmati Jogjakarta di Surabaya


Latarombo Riverside Cafe - Menikmati Vietnam Drip dengan Suasana Asyik


Candi Minak Jinggo - Candi Kecil nan Istimewa di Trowulan


Literasi Februari: GRI Regional Surabaya dan Adham Fusama (Editor)


My Toilet Prince - Pintu Pertama


Kabut Rindu


Sang Wanita Dan Kuburan Rasa