Mimpi Retak dan Angan-Angan di Biru Langit

21 Mar 2017    View : 992    By : Ari Vidianto


Mimpi Retak

 

Mimpi retak mimpi terkoyak
Tangis mengeras berakhir terisak
Linangan air mata menyiksakan luka
batin semata

Pilu syahdu menderu
Gelak tawa pun tak merdu
Karena hati telah terbelenggu

 

Sokaraja, 16 April 2016

 

Broken DreamSource: picture-sunday-palace-blog.com

 

 

Angan-Angan

 

Tanpa habis berkata manis
Meski hati amat teriris
Luka di hati masih menganga
Tak tertutup melekat di jiwa

Hampanya jiwa ini
Hanya hatiku yang mengetahui
Angan-angan telah terbang
Hilang melayang terbuang

 

Lumbir, 18 April 2016

 

Dream
Source: pinterest.com

 

Biru Langit

 

Angin yang mendesah lirih
Mengalun dalam buaian langit
Tertidur lewat hasrat merana
Rasakan putaran dalam mimpi

Hari kian cepat berlari
Menidurkan arah melintang
Noda terhapus dan menyala
Sayap-sayap mencoba terbang

Berlari tapi tak tahu arah
Menangis perih terasa sakit
Melewati hari-hari demi cahaya
Biru langit memberikan kehidupan

 

Lumbir, 18 April 2016

 

 


Tag :


Ari Vidianto

Ari Vidianto adalah seorang guru sekali penulis yang telah menelurkan beberapa buku.

Profil Selengkapnya >>

Puisi Lainnya

Tulis Komentar
comments powered by Disqus





KATEGORI :




ARTIKEL PILIHAN :




Filosofi Pohon Pisang Pada Hubungan Ayah Dan Anak


Figur: Lia Indra Andriana - Dari Seorang Calon Dokter Gigi Menjadi Salah Satu Penerbit Berpengaruh


The Stolen Years - Yang Dicuri Waktu dari Cinta dan Kita


Filosofi Kopi - Bukan Sekedar Adaptasi Dari Cerita Pendek


HiVi - Siapkah Kau Tuk Jatuh Cinta Lagi


Mojok dan Makan Mi di Pojok II, Perak, Jombang


my Kopi-O! Salah Satu Spot Nongkrong dan Ngobrol Asyik


Penelusuran dan Napak Tilas Reruntuhan Situs Candi Pendharmaan Ken Angrok di Kabupaten Malang (Bagian 1)


Literasi Oktober: Big Bad Wolf Menghantui (Pecinta Buku) Surabaya


Sebuah Wajah, Sebuah Rasa (Bagian Ketiga)


Kisah Tentang Himawari


(K)Aku