Kata-Kata Itu Telah Hilang Saat Kami Lahir

25 May 2017    View : 704    By : Ferry Fansuri


Mei membara di kaki langit

Menghempaskan jiwa-jiwa kerdil

Kota itu terbakar hancur

Hanya debu yang tersisa

 

Rudal misil menari di udara

Bagai bintang berekor sembilan

Menyala berpijar menyusut

Gaza porak poranda terbelah

 

Segerombolan manusia kalah pergi

Bersama jiwa-jiwa lelah

Meninggalkan luka pedih

Menyeberangi titian padang pasir

Untuk menyembuhkan hati-hati sedih

 

Serdadu-serdadu perbatasan itu menghentikan mereka

Membentak keras

“Siapa pemilik kalian?”

“Suku apakah di dadamu?”

“Agama apa engkau puja?”

 

Mereka membisu mulut terkunci

Karena…

Kata-kata itu telah hilang saat kami lahir

 

 

Surabaya, Mei 2017

 

 

Sumber header: willcookson.wordpress.com


Tag :


Ferry Fansuri

Ferry Fansuri adalah seorang travel-writer kelahiran Surabaya yang juga berprofesi sebagai fotografer dan entrepreneur.

Profil Selengkapnya >>

Puisi Lainnya

Tulis Komentar
comments powered by Disqus





KATEGORI :




ARTIKEL PILIHAN :




Ada Kemauan Ada Jalan: Sebuah Energi Kehidupan


Widyoseno Estitoyo: Pebisnis Muda, Aktivis Sosial, Dan Pekerja Seni


SeoulMate - Menemukan Belahan Jiwa di Seoul


Gone Girl - Ketika Cinta Berakhir, Yang Tersisa Hanyalah Kematian


Gambaran Cinta dalam Potret Sendu Lirik Lagu Eyes, Nose, Lips Versi Tablo


Nasi Goreng dan Mi Goreng Pak Is


Libreria Eatery - Tempat Pas untuk Memberi Makan Perut dan Otak


Pantai Karanggongso - Pantai Jernih Berpasir Putih Di Teluk Prigi


POPCON Asia Surabaya: City of Superheroes


Sebuah Wajah, Sebuah Rasa (Bagian Lima)


Pria Asing Di Pos Kamling


Segaris Pandang