Kata-Kata Itu Telah Hilang Saat Kami Lahir

25 May 2017    View : 1107    By : Ferry Fansuri


Mei membara di kaki langit

Menghempaskan jiwa-jiwa kerdil

Kota itu terbakar hancur

Hanya debu yang tersisa

 

Rudal misil menari di udara

Bagai bintang berekor sembilan

Menyala berpijar menyusut

Gaza porak poranda terbelah

 

Segerombolan manusia kalah pergi

Bersama jiwa-jiwa lelah

Meninggalkan luka pedih

Menyeberangi titian padang pasir

Untuk menyembuhkan hati-hati sedih

 

Serdadu-serdadu perbatasan itu menghentikan mereka

Membentak keras

“Siapa pemilik kalian?”

“Suku apakah di dadamu?”

“Agama apa engkau puja?”

 

Mereka membisu mulut terkunci

Karena…

Kata-kata itu telah hilang saat kami lahir

 

 

Surabaya, Mei 2017

 

 

Sumber header: willcookson.wordpress.com


Tag :


Ferry Fansuri

Ferry Fansuri adalah seorang travel-writer kelahiran Surabaya yang juga berprofesi sebagai fotografer dan entrepreneur.

Profil Selengkapnya >>

Puisi Lainnya

Tulis Komentar
comments powered by Disqus





KATEGORI :




ARTIKEL PILIHAN :




Ketika Media Sosial Menghilangkan Esensi Makhluk Sosial


Nicoline Patricia Malina: Fotografer Cantik Muda Berbakat


Lucio - Menemukan Rahasia Gelap Baja Alatas dan Dewi Swis


Pee Mak Phra Khanong (พี่มาก..พระโขนง): Cinta Tanpa Batas


Kun Anta - Humood Al Khuder: Jadilah Diri Sendiri


Bakso Hitam Chok Judes: Ada Lezat Di Balik Pekat


Kedai Es Krim Zangrandi - Sejak 1930


Menikmati Sepetak Keindahan Bali di Tegal Wangi


Adiwarna 2016: Refraksi - Changing Your Perspective


Sebuah Wajah, Sebuah Rasa (Bagian Lima)


Balada Sebuah Perut


Jingga Senja Sewarna Darah