Kata-Kata Itu Telah Hilang Saat Kami Lahir

25 May 2017    View : 1155    By : Ferry Fansuri


Mei membara di kaki langit

Menghempaskan jiwa-jiwa kerdil

Kota itu terbakar hancur

Hanya debu yang tersisa

 

Rudal misil menari di udara

Bagai bintang berekor sembilan

Menyala berpijar menyusut

Gaza porak poranda terbelah

 

Segerombolan manusia kalah pergi

Bersama jiwa-jiwa lelah

Meninggalkan luka pedih

Menyeberangi titian padang pasir

Untuk menyembuhkan hati-hati sedih

 

Serdadu-serdadu perbatasan itu menghentikan mereka

Membentak keras

“Siapa pemilik kalian?”

“Suku apakah di dadamu?”

“Agama apa engkau puja?”

 

Mereka membisu mulut terkunci

Karena…

Kata-kata itu telah hilang saat kami lahir

 

 

Surabaya, Mei 2017

 

 

Sumber header: willcookson.wordpress.com


Tag :


Ferry Fansuri

Ferry Fansuri adalah seorang travel-writer kelahiran Surabaya yang juga berprofesi sebagai fotografer dan entrepreneur.

Profil Selengkapnya >>

Puisi Lainnya

Tulis Komentar
comments powered by Disqus





KATEGORI :




ARTIKEL PILIHAN :




Malaikat Tak Bersayap


Figur: Lia Indra Andriana - Dari Seorang Calon Dokter Gigi Menjadi Salah Satu Penerbit Berpengaruh


Dunia Cecilia - Dialog Surga Dan Bumi


Me Before You - Jojo Moyes and a Bowl of Warm Love Story


Reason - Eva Celia: Sebuah Penemuan Jati Diri


Bakmi dan Sate Klathak Ala Djogdja: Menikmati Jogjakarta di Surabaya


Kopi Luwak - Nongkrong Aman Sambil Berbagi Kopi dan Gelak


Dieng: Sebentuk Nirwana di Indonesia - Edisi Kompleks Candi Arjuna


Literasi Oktober: Big Bad Wolf Menghantui (Pecinta Buku) Surabaya


My Toilet Prince - Pintu Pertama


Angel's Smile


Lepas (Tak) Bebas