Kata-Kata Itu Telah Hilang Saat Kami Lahir

25 May 2017    View : 808    By : Ferry Fansuri


Mei membara di kaki langit

Menghempaskan jiwa-jiwa kerdil

Kota itu terbakar hancur

Hanya debu yang tersisa

 

Rudal misil menari di udara

Bagai bintang berekor sembilan

Menyala berpijar menyusut

Gaza porak poranda terbelah

 

Segerombolan manusia kalah pergi

Bersama jiwa-jiwa lelah

Meninggalkan luka pedih

Menyeberangi titian padang pasir

Untuk menyembuhkan hati-hati sedih

 

Serdadu-serdadu perbatasan itu menghentikan mereka

Membentak keras

“Siapa pemilik kalian?”

“Suku apakah di dadamu?”

“Agama apa engkau puja?”

 

Mereka membisu mulut terkunci

Karena…

Kata-kata itu telah hilang saat kami lahir

 

 

Surabaya, Mei 2017

 

 

Sumber header: willcookson.wordpress.com


Tag :


Ferry Fansuri

Ferry Fansuri adalah seorang travel-writer kelahiran Surabaya yang juga berprofesi sebagai fotografer dan entrepreneur.

Profil Selengkapnya >>

Puisi Lainnya

Tulis Komentar
comments powered by Disqus





KATEGORI :




ARTIKEL PILIHAN :




Stigma dan Tradisi: Berhenti Belajar! Mari Mulai Berpikir dan Menciptakan


Lalu Abdul Fatah - Profesi, Delusi, dan Identitas Diri


Rahasia Suami dan Istri Pembawa Rezeki - Agar Menjadi Suami Idaman Istri


The Voices - Komedi Kelam tentang Suara-Suara di Kepala Kita


Membaluri Luka dengan Cinta dalam Lagu I'm Not The Only One


Nasi Goreng dan Mi Goreng Pak Is


Heerlijk Gelato


Goa Lawah Nan Berselimut Sejarah


Wawancara Dengan Cindy Owada: Mengenal Lebih Dekat WTF Market Dan Brand Lokal Indonesia


My Toilet Prince - Pintu Pertama


Murni dan Tahun Baru


Dua Windu Lalu, Lewat Hening Malam