Ruang Tunggu Bandara

23 Sep 2017    View : 417    By : Achmad Hidayat Alsair


"Perhatian. Penumpang atas nama.…"

Lagi-lagi, seseorang mungkin tertidur di kafetaria

kekurangan jam istirahat atau cinta?

Lagi-lagi, nama paling asing ini

kujamin terpental dari kening orang-orang

panggilannya bertalu, deras lagi keras

memukul-mukul pendengaran yang gelisah

Pergumulan punggung dengan sandaran kursi

itu tidak perlu masa jeda, tidak perlu perhatian

tetap menghafal nomor bangku pesawat

atau mengingat kenangan mana yang belum dibungkus

Kueja kembali berita cuaca dan ingatan pada kampung halaman

Di depan gerbang bernomor ganjil

seseorang kemudian pura-pura gembira menyambutku

 

 

(Makassar, Desember 2016)


Tag :


Achmad Hidayat Alsair

Achmad Hidayat Alsair seorang mahasiswa tingkat akhir di Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, FISIP, Universitas Hasanuddin Makassar.

Profil Selengkapnya >>

Puisi Lainnya

Tulis Komentar
comments powered by Disqus





KATEGORI :




ARTIKEL PILIHAN :




Malaikat Tak Bersayap


Bicara Tentang Orizuka - Menulis Adalah Passion, Bukan Occupation


Layaknya Desserts - The Chronicles of Audy O2 Menjadi Penutup Yang Manis


The Fault in Our Stars - Secercah Kebahagiaan dalam Duka


Kun Anta - Humood Al Khuder: Jadilah Diri Sendiri


Wakul Suroboyo - Berwisata Kuliner Khas Surabaya di Satu Tempat


Kedai Tua Baru Surabaya: Sajian Ala Malaysia-Jawa


Coban Jahe: Wisata Alam Untuk Mengisi Liburan Singkat


Goodreads Indonesia Regional Surabaya: Novel Remaja Dan Dunianya


Sebuah Wajah, Sebuah Rasa (Bagian Kedua)


Interaksi di Galaksi


Dalam Sekam Kehidupan