Ruang Tunggu Bandara

23 Sep 2017    View : 756    By : Achmad Hidayat Alsair


"Perhatian. Penumpang atas nama.…"

Lagi-lagi, seseorang mungkin tertidur di kafetaria

kekurangan jam istirahat atau cinta?

Lagi-lagi, nama paling asing ini

kujamin terpental dari kening orang-orang

panggilannya bertalu, deras lagi keras

memukul-mukul pendengaran yang gelisah

Pergumulan punggung dengan sandaran kursi

itu tidak perlu masa jeda, tidak perlu perhatian

tetap menghafal nomor bangku pesawat

atau mengingat kenangan mana yang belum dibungkus

Kueja kembali berita cuaca dan ingatan pada kampung halaman

Di depan gerbang bernomor ganjil

seseorang kemudian pura-pura gembira menyambutku

 

 

(Makassar, Desember 2016)


Tag :


Achmad Hidayat Alsair

Achmad Hidayat Alsair seorang mahasiswa tingkat akhir di Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, FISIP, Universitas Hasanuddin Makassar.

Profil Selengkapnya >>

Puisi Lainnya

Tulis Komentar
comments powered by Disqus





KATEGORI :




ARTIKEL PILIHAN :




Stigma dan Tradisi: Menikah - Antara Tuntunan Agama dan Tuntutan Masyarakat


Indah Kurnia, Memimpin Tanpa Kehilangan Identitas Sebagai Wanita


(Not) Alone In Otherland - Sendiri, Bukan Berarti Sendirian


Hormones The Series Season 2: Realita Remaja Saat Ini (Part 2)


Kataji - Awal Mula Saya Terpikat pada Yura


My Pancake Restoran Surabaya  Town Square


Marathon Kafe Recommended Di Malang


Dieng: Sebentuk Nirwana di Indonesia - Edisi Kompleks Candi Arjuna


Literasi Februari: GRI Regional Surabaya, Gol A Gong, dan Tias Tatanka


Sebuah Wajah, Sebuah Rasa (Bagian Enam)


Oma Lena - Part 1


Masa (II)