Ruang Tunggu Bandara

23 Sep 2017    View : 664    By : Achmad Hidayat Alsair


"Perhatian. Penumpang atas nama.…"

Lagi-lagi, seseorang mungkin tertidur di kafetaria

kekurangan jam istirahat atau cinta?

Lagi-lagi, nama paling asing ini

kujamin terpental dari kening orang-orang

panggilannya bertalu, deras lagi keras

memukul-mukul pendengaran yang gelisah

Pergumulan punggung dengan sandaran kursi

itu tidak perlu masa jeda, tidak perlu perhatian

tetap menghafal nomor bangku pesawat

atau mengingat kenangan mana yang belum dibungkus

Kueja kembali berita cuaca dan ingatan pada kampung halaman

Di depan gerbang bernomor ganjil

seseorang kemudian pura-pura gembira menyambutku

 

 

(Makassar, Desember 2016)


Tag :


Achmad Hidayat Alsair

Achmad Hidayat Alsair seorang mahasiswa tingkat akhir di Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, FISIP, Universitas Hasanuddin Makassar.

Profil Selengkapnya >>

Puisi Lainnya

Tulis Komentar
comments powered by Disqus





KATEGORI :




ARTIKEL PILIHAN :




Generasi Global dalam Industri Pertelevisian: Menelisik Makna di Balik


Alvi Syahrin - Semua Berawal Dari Mimpi Dan Kemudian Menjadi Nyata


Sabtu Bersama Bapak


The Imitation Game - Menginspirasi Banyak Orang Tentang Makna Perbedaan


Nash - Ya Rabbana Anta Maulana


Warung Wulan - Resto All You Can Eat Murah Meriah


Kopi Luwak - Nongkrong Aman Sambil Berbagi Kopi dan Gelak


Wisata Madiun Bersama Keluarga


Literasi Oktober: Big Bad Wolf Menghantui (Pecinta Buku) Surabaya


Sebuah Wajah, Sebuah Rasa (Bagian Tujuh)


Your Dream (Not?) Comes True


Hujan Sepasar Kata