Ruang Tunggu Bandara

23 Sep 2017    View : 795    By : Achmad Hidayat Alsair


"Perhatian. Penumpang atas nama.…"

Lagi-lagi, seseorang mungkin tertidur di kafetaria

kekurangan jam istirahat atau cinta?

Lagi-lagi, nama paling asing ini

kujamin terpental dari kening orang-orang

panggilannya bertalu, deras lagi keras

memukul-mukul pendengaran yang gelisah

Pergumulan punggung dengan sandaran kursi

itu tidak perlu masa jeda, tidak perlu perhatian

tetap menghafal nomor bangku pesawat

atau mengingat kenangan mana yang belum dibungkus

Kueja kembali berita cuaca dan ingatan pada kampung halaman

Di depan gerbang bernomor ganjil

seseorang kemudian pura-pura gembira menyambutku

 

 

(Makassar, Desember 2016)


Tag :


Achmad Hidayat Alsair

Achmad Hidayat Alsair seorang mahasiswa tingkat akhir di Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, FISIP, Universitas Hasanuddin Makassar.

Profil Selengkapnya >>

Puisi Lainnya

Tulis Komentar
comments powered by Disqus





KATEGORI :




ARTIKEL PILIHAN :




Ada Kemauan Ada Jalan: Sebuah Energi Kehidupan


Bicara Tentang Orizuka - Menulis Adalah Passion, Bukan Occupation


Ikan-Ikan dari Laut Merah - Ekspresi Tasawuf dalam Sastra Sufistik


The Fault in Our Stars - Secercah Kebahagiaan dalam Duka


Insya Allah - Bila Allah Sudah Berkehendak


Kenikmatan Sederhana dalam Semangkuk Mi Ayam Seorang Pedagang Kaki Lima, Surabaya


Zein's Cafe - Ngupi Cantik Tanpa Jadi Pelit


Pantai Pulau Merah Nan Meriah Di Banyuwangi


The Backstage Surabaya (Bagian 2) : Mindset Seorang Founder StartUp


Sebuah Wajah, Sebuah Rasa (Bagian Kedua)


Kabut Rindu


Dia Ramai Berhening