Love Dust (Season 1 and 2) - Pilihan Itu Bukanlah Sesuatu yang Mudah

31 Jul 2015    View : 1144    By : Niratisaya


Ditulis oleh  Zhie Yhezy
Diterbitkan oleh   Zhiedara Iyagition
Diterbitkan melalui  Diandra Creative
Desain sampul oleh   Nuzula Fildzah
Genre  fiksi, fanfiksi, romance, young adult, drama, comedy
Diterbitkan pada     tahun 2015
Jumlah halaman   

 Season 1: 236

 Season 2: 254

Koleksi     Perpustakaan Artebia


Blurbs Love Dust Season 1

Ji Won pernah merasakan pahitnya cinta, hubungan yang telah lama ia bangun selama 5 tahun seakan tidak memiliki arti apa-apa… tapi itu tidak membuat Ji Won mampu melupakannya, karena untuk membencinya pun ia tidak bisa.

Jae Hyun memiliki aktivitas yang padat sebagai aktor dan penyanyi solo yang sangat terkenal di Korea, ia tidak pernah memiliki kisah cinta sebelumnya dan hanya fokus untuk mengembangkan karir keaktrisannya.

Lalu takdir mempertemukan mereka, pertemuan yang awalnya seperti mimpi buruk bagi Ji Won… tapi semua itu berubah, di saat ia harus kehilangan ibunya dan Jae Hyun-lah yang selalu berada di sampingnya. Ji Won sendirian setelah kepergian ibunya, ia kesepian… dan akhirnya, Jae Hyun mengajak Ji Won untuk ikut bersamanya.

So… akankah Ji Won menerima ajakan Jae Hyun? Akankah semua baik-baik saja? Di saat paparazzi kemudian memergoki dan menjadikannya berita? Lalu ditambah pertemuannya kembali dengan seseorang yang tidak pernah terlupakan dan selalu berada di hatinya? Ji Won selalu dihadapkan pada pilihan… dan pilihan itu bukanlah sesuatu yang mudah, kan?


Blurbs Love Dust Season 2

Jangan kembali berbalik melihatku, karena aku tidak mau kau tahu bagaimana rapuhnya aku.
***
Ji Won telah memilih Jae Hyun dan melepaskan Hae Kyung.
Dia telah benar-benar bahagia sekarang…
Tapi di saat kebahagiaan itu mengisi hari-harinya, tiba-tiba seseorang kembali datang. Seseorang yang tidak pernah Ji Won tahu sebelumnya.

Jae Hyun merasa telah mendapatkan seluruh dunia saat Ji Won berjanji untuk hanya selalu melihatnnya. Jae Hyun pun ingin melakukan hal yang sama, tapi…
Itu jika dia bisa.

Ji Won… Jae Hyun
Kembali diuji oleh sebuah pilihan Dan di saat tidak ada lagi pilihan yang tersisa
Maka haruskah mereka menyerah….

 

Cinta.

Topik ini nggak pernah habis-habisnya jadi inspirasi kita. Baik lewat lagu, potret, lukisan, hingga barisan puisi (termasuk puisi patah hati—cue to Artebianz yang lagi nge-blues alias galau karena cinta). Salah satu di antaranya adalah Zhie Yhezy yang naga-naganya mengidolakan beberapa artis YG Entertainment, sampai-sampai dia menuliskan cerita dengan menggunakan para idol itu sebagai karakter.

Seperti apa imajinasi Yhezy atas artis-artis YG Entertainment? Dan siapa aja sih yang dia gunakan untuk inspirasi?

Nggak sabar? Yuk, kita geber aja langsung Love Dust Season 1 dan Season 2!

Baca juga: Bi! - Potret Emosi yang Mengikat Manusia pada Lingkaran Kehidupan

 

 

Love Dust Season 1-2 et L'histoire

Love Dust Season 1

Cerita ini dibuka dengan sebuah perpisahan antara sepasang kekasih: Park Ji Won dan Lee Hae Kyung.

Hae Kyung terpaksa meninggalkan Ji Won yang begitu dicintainya demi karir yang hendak dititinya. Semua ini demi kehidupan yang lebih baik di Seoul sebagai seorang aktor. Di lain pihak, Ji Won masih memiliki rasa cinta dan harapan pada Hae Kyung. Namun karena sadar bahwa dirinya tidak bisa meninggalkan desa dia dibesarkan dan ibu yang dia cintai, Ji Won pun merelakan kepergian Ha Kyung. Pun, harapannya untuk bertemu dengan lelaki itu.

Sampai dia bertemu dengan Kwon Jae Hyun, seorang artis top Korea Selatan.

Pertemuan Ji Won dan Jae Hyun dimulai dengan ketidaksengajaan. Ji Won tak sengaja menabrak Jae Hyun yang sedang berjalan-jalan, sedangkan Jae Hyun tidak sengaja menemukan kalung berisi cincin Ji Won dan Hae Kyung. Namun selanjutnya, tidak ada lagi kata kebetulan atau tidak sengaja. Sebab, Jae Hyun yang bosan dengan jadwal syuting dan suasana desa yang sepi, mulai mencari-cari Ji Won yang dinilainya menarik karena selalu menunjukkan reaksi yang membuat Jae Hyun terpingal-pingkal.

Dan seperti kata orang Jawa, witing trisna jalaran saka kulina (cinta tumbuh karena terbiasa bersama). Jae Hyun akhirnya jatuh hati pada Ji Won.

Terbiasa bersama dan terbiasa menggoda Ji Won, Jae Hyun perlahan-lahan mulai jatuh hati pada gadis yang kemudian menjadi manajernya, sementara manajer Jae Hyun yang asli (Ma Ru) membereskan urusan bisnisnya di luar negeri. Pada saat Ji Won aktif sebagai manajer Jae Hyun inilah Jae Hyun mulai menyadari perasaannya pada Ji Won. Namun sayangnya, pada saat yang sama Hae Kyung kembali ke dalam kehidupan Ji Won. Tanpa sengaja, mereka kembali bertemu.

Love Dust Season 1 and 2 

Love Dust Season 2

Dari blurt Love Dust Season 2 di atas, Artebianz pasti bisa menebak siapa yang dipilih oleh Ji Won. Tapi ini bukan berarti semua berjalan lancar dan membahagiakan bagi Ji Won dan Jae Hyun, terutama ketika beberapa karakter muncul dan menampakkan tendensi yang lain dalam dirinya.

Semuanya dimulai dari kemunculan karakter baru Hyu Ri yang merupakan anak teman orangtua Jae Hyun. Hyu Ri tinggal bersama keluarga Jae Hyun semenjak kedua orangtuanya meninggal dunia. Dan, ketika dewasa, Hyu Ri memilih tinggal dengan Jae Hyun. Sayangnya, dia tidak sempat berkenalan dengan Ji Won—atau mengetahui tentang perasaan Jae Hyun terhadap manajernya tersebut, sebab dalam Love Dust Season 1 Hyu Ri diceritakan sedang berada di luar negeri. Dan ketika dia mendapati Ji Won ada di rumah yang ditinggalinya bersama Jae Hyun dan Ma Ru—serta fakta mengenai perasaan Jae Hyun—cinta Ji Won dan Jae Hyun pun kembali mendapat cobaan: Hyu Ri berusaha merebut Jae Hyun dari Ji Won.

Buruknya, kali ini Korea Selatan mendengar tentang rencana pernikahan Jae Hyun. Yang sayangnya bukan dengan Ji Won.

Bagaimana nasib percintaan Jae Hyun dan Ji Won?

Apakah kali ini mereka akan kembali berhasil mengatasi rintangan, atau mereka harus menyerah?

Baca juga: Single Ville - Potret Kehidupan Para Lajang

 

 

Love Dust Season 1-2 et Le Critique

Ini bukan pertama kalinya saya membaca fan-fiction yang dibuat berdasarkan rasa kagum dan cinta seorang fans terhadap idolanya. Saya pernah membaca genre cerita yang sama saat masih duduk di bangku SMP dan saking apiknya jalinan cerita yang ditulis oleh pengarang, saya masih mengingat cerita itu hingga saat ini. Berikut nama boyband dan majalah yang menerbitkan cerita tersebut. Karena itu, saya tidak pernah sekali pun menganggap remeh fan-fiction.

Saya yakin, Artebianz pernah mendengar kehebohan 50 Shades of Grey yang berawal dari cerita fan-fiction Twilight.

Di sisi lain, banyak yang harus kita perhatikan saat menulis cerita itu sendiri. Selain harus pandai menjalin plot, seorang pengarang juga dituntut memiliki kemampuan untuk menghidupkan cerita lewat koneksi dengan imajinasi pembaca dengan bantuan kata dan tata bahasa. Sayangnya, untuk hal ini Yhezy melewatkan poin ini. Ada banyak istilah asing di dalam cerita yang sebenarnya tidak terlalu signifikan terhadap cerita. Salah satunya ada di halaman 11 (Love Dust Season 1):

“Omo… apa yang terjadi padanya?” ucap Ji Won panik, menghampiri namja yang tidak bergerak.

Dalam kutipan di atas terdapat dua kata asing: omo (kurang lebih berarti astaga) dan namja (laki-laki). Penggunaan istilah asing pertama lebih signifikan, khususnya di dalam sebuah dialog karena mewakili ekspresi tokoh. Sementara itu, kata namja bisa diganti dengan istilah dalam bahasa Indonesia (laki-laki, lelaki, pria, atau pemuda) sesuai karakterisasi tokoh.

Hal kedua yang ingin saya kritik adalah perubahan tendensi tokoh. Setiap tokoh dalam sebuah cerita membawa 'misi' mereka masing-masing. Sudah menjadi tugas pengarang sebagai tuhan di dunia karangannya untuk menata jalan agar misi tokoh-tokoh rekaannya berjalan dengan baik. Saya akan membandingkan Hyu Ri dan Ma Ru dan 'penataan jalan' untuk misi mereka.

Untuk tokoh Hyu Ri, walau belum tahu—dan tokoh ini tidak dijelaskan sama sekali di dalam Love Dust Season 1—saya langsung mendapatkan feeling tentang siapa dan apa peranan tokoh ini.

“Ah, apa kau menyuruh Ji Won untuk menempati kamar itu?” tanya Ma Ru kemudian, Jae Hyun mengangguk. “Aigo. Yeoja itu akan marah besar bila dia tahu ada yang menempati kamarnya, kau tentu tahu itu bukan?” tanya Ma Ru mengingatkan. (Love Dust Season 1, hal. 70)

Membaca bagian ini saya kontan membayangkan tokoh wanita, entah dia artis lain yang berada di bawah pengawasan Ma Ru sama seperti Jae Hyun, atau dia adik Ma Ru, tapi yang pasti tokoh ini memiliki perasaan terhadap Jae Hyun. Dan meski singkat, saya suka bagaimana Yhezy mempersiapkan kemunculan tokoh lain sejak awal, sehingga pembaca (baca: saya) tidak kagok sewaktu meneruskan bacaan.

Namun, hal yang sama tidak terjadi pada tokoh Ma Ru, manajer Jae Hyun. Sedari awal Ma Ru memainkan peran sebagai manajer sekaligus kakak laki-laki yang baik bagi Jae Hyun. Bahkan dia beberapa kali menggoda Jae Hyun perkara perasaannya terhadap Ji Won. Tapi siapa sangka, di Love Dust Season 2, Ma Ru justru menjadi salah satu 'penggemar' Ji Won:

“… apa yang akan kukatakan ini, pasti akan terdengar aneh untukmu. Tapi aku rasa… setelah hari ini, aku tidak akan lagi memilik kesempatan untuk mengatakannya.” ucap Ma Ru kini membalas tatapan Ji Won padanya.

“Mwo? Apa sebenarnya yang ingin kau katakan, oppa?”

“Ji Won-ah, saranghae.” (Love Dust Season 2, hal. 208)

Saya sama sekali tidak keberatan dengan perubahan tendensi salah satu tokoh dalam sebuah cerita, karena terkadang hal ini diperlukan untuk mengecoh pembaca. Tapi hal ini harus disampaikan dengan baik, seperti pada tokoh Hyu Ri, sehingga pembaca tidak terkejut. Lain hal bila sejak awal diceritakan bahwa Ma Ru memiliki tatapan yang lain terhadap Ji Won, atau dia tepergok sedang memandang Ji Won, sehingga perubahan tendensi Ma Ru dan 'pukulannya' yang berupa pengakuan, terasa lebih “jleb!”

Sementara itu, dari cara dan gaya menyusun cerita, masih banyak 'kekendoran' di sana-sini. Hal ini bisa saya maklumi, mengingat Yhezy menerbit bukunya secara indie, bukan di penerbit-penerbit major yang sudah pasti menyediakan jasa editing. Mungkin, lain kali Yhezy bisa menghubungi saya dan menggunakan jasa saya sebagai editor Tongue Out

Di pihak lain, saya sempat dibuat terpingkal-pingkal membaca cerita Ji Won dan Jae Hyun di akhir Love Dust Season 2. Tapi saya nggak akan membagikan adegan itu di sini, Artebianz. All I could say is the scene was hilarious and had the taste of Korean dramas that I love to watch.

Dan menurut saya, kekuatan menulis Yhezy ada pada romance-comedy ketimbang drama.

Baca juga: SeoulMate - Menemukan Belahan Jiwa di Seoul

 

 

All in all, thank you very much, Zhie Yhezy, for the opportunity. Semoga ke depannya bisa mengembangkan kemampuan menulis dan menceritakan cerita lain yang lebih seru dari Love Dust Season 1 dan 2 Laughing

 




Niratisaya

Niratisaya a.k.a Kuntari P. Januwarsi (KP Januwarsi) adalah CEO Artebia yang juga seorang penulis, editor, dan penerjemah.

Profil Selengkapnya >>

Review Buku Lainnya

Tulis Komentar
comments powered by Disqus





KATEGORI :




ARTIKEL PILIHAN :




Ketika Media Sosial Menghilangkan Esensi Makhluk Sosial


Alvi Syahrin - Semua Berawal Dari Mimpi Dan Kemudian Menjadi Nyata


Selama Kita Tersesat di Luar Angkasa oleh Maggie Tiojakin


Orange Marmalade: Saat Cinta Tidak Memandang Dunia (2015)


Happy - Mocca Band (Dinyanyikan Ulang Oleh Aldin)


Warung Wulan - Resto All You Can Eat Murah Meriah


Matcha Cafe: Curhat Ditemani Olahan Green Tea Nikmat


Jelajah Pantai Pacitan: Pantai Banyu Tibo


Pameran Lukisan


Sebuah Wajah, Sebuah Rasa (Bagian Ketiga)


Tiga Puluh Tahunan (Part 1)


Satu Kali Seminggu