OPERATION: Break the Casanova's Heart - Jangan Main Hati!

01 Dec 2015    View : 1587    By : Nadia Sabila


Ditulis oleh  Aly Almario
Diterbitkan oleh  Penerbit Haru
Disunting oleh   K.P Januwarsi
Aksara diselaraskan oleh  Titish AK
Sampul didesain oleh   Saiful Rohman
Diterbitkan pada  Oktober 2015 
Genre  fiksi, young adult, romance
Jumlah halaman  224 
Nomor ISBN  978-602-7742-64-2 
Harga  IDR57.000,00
Koleksi  Perpustakaan Artebia


Misi: Menghancurkan Hati Sang Casanova
10 Langkah Menuju Sukses:
1. Buat di menyadari kehadiranmu
2. Buat dirimu menonjol dari cewek-cewek yang lain
3. Dapatkan ajakan untuk berkencan
4. Jadikan kencan tersebut sangat berkesan
5. Buat dia menganggapmu serius
6. Pasikan dia hanya berkencan denganmu
7. Buat dia mengajakmu menemui orang tuanya
8. Buat dia menciummu, ciuman yang tulus
9. Jadilah pacar terbaik yang pernah dia miliki
Langkah terakhir: HANCURKAN HATINYA. —hal.14

OPERATION: Break the Casanova’s Heart adalah kisah Naomi, cewek tomboy Philipina, kutu buku, dan tidak populer—harus menerima misi 10 langkah menghancurkan hati sang Casanova kampus yang luar biasa tampan dan terkenal: Stephen Cruz. Alasannya, cowok flamboyan itu sudah menghancurkan hati banyak wanita, termasuk sahabat Naomi yang cantik jelita, Kryzel. Cerita yang klise ya, Artebianz?

 

 

5 Alasan Membaca OPERATION: Break the Casanova’s Heart.

Mungkin sebagian besar dari kalian sudah ada yang mengira bahwa akhirnya Naomi akan dipermak habis-habisan, sehingga si itik buruk rupa itu berubah menjadi angsa yang sukses menawan hati sang Casanova. Memang, adegan itu ada dalam novel OPERATION: Break the Casanova’s Heart karya Aly Almario ini, tetapi ternyata, sangkaan tersebut tidak sepenuhnya benar! Bahkan, semakin masuk ke dalam, semakin saya penasaran dengan bagaimana akhir cerita OPERATION: Break the Casanova’s Heart.

Mengapa? Ini dia, 5 alasan mengapa harus membaca OPERATION: Break the Casanova’s Heart. 

1. Dua Sudut Pandang: Sisi Naomi Dan Sisi Stephen

Hal ini membuat porsi informasi yang disampaikan pada pembaca menjadi seimbang. Almario mengawali kisah dari sudut pandang Naomi, bagaimana gadis itu memandang Stephen, sang lelaki pujaan yang juga merupakan teman sekelasnya sejak SMA.

Sebetulnya bukan teman selayaknya teman, Naomi hanya sekedar mengetahui keberadaan Stephen tanpa pernah berinteraksi (hal. 6) karena mereka hidup dalam lingkaran sosial yang berbeda. Naomi sangat jengkel dengan tingkah Stephen yang angkuh dan sok ganteng. Ia heran bagaimana wanita-wanita sangat cantik itu bisa termakan rayuan gombal Stephen.

wanita_pria

Sementara Naomi sendiri, ia adalah cewek cuek dengan dandanan yang jauh dari feminin dan berkacamata. Ia merupakan satu dari sedikit cewek yang tidak pernah tertarik dengan laki-laki seperti Stephen. Meski begitu, bukan berarti Naomi tidak punya cowok dambaan. Diam-diam ia naksir dengan Drew, cowok yang juga sahabatnya. Drew juga tampan, tapi dia tidak berengsek seperti Stephen. Oleh karena itulah Naomi sangat menyukai Drew yang manis. (hal. 8)

Sementara itu, kisah dari sudut pandang Stephen dimulai setelah Naomi menonjok Stephen. Wah, ada apa gerangan? Naomi yang tidak terima dengan perlakuan Stephen yang dengan seenaknya memutuskan Kryzel—sahabat karibnya— dengan gagah berani melabrak sang Casanova itu. Dan baru kali itulah Stephen berurusan langsung dengan Naomi.

Usut punya usut, dari sudut pandang Stephen ini pula, pembaca tahu mengapa Stephen memilih menjadi laki-laki playboy. Ia punya latar belakang keluarga yang tidak harmonis. Ibunya pergi bersama laki-laki selain ayahnya saat ia berusia 7 tahun. Ayahnya yang patah hati membuat Stephen trauma. Ia tidak mau sakit hati seperti ayahnya. Dia tidak mau jatuh cinta (hal. 104).

“Aku tidak ingin berakhir seperti Dad. Aku tidak mau jatuh cinta.” (hal. 105)

Di samping itu, ternyata, Stephen diam-diam memperhatikan Naomi meski penampilan gadis itu bukan tipe Stephen. Bahkan Stephen punya informan khusus untuk menyelidiki keluarga Naomi (hal. 20). Alasannya, Naomi punya suara yang sangat bagus tetapi tidak pernah sekali pun menunjukkan ketertarikan pada Stephen. Sulit baginya menaklukkan hati gadis itu. Bisa dibilang, Stephen penasaran berat dengan Naomi, yang untuk selanjutnya nanti akan dipanggilnya “Nami”.

Baca Juga: Cerbung Sebuah Wajah, Sebuah Rasa


2. Klise Tapi Rumit

“Kryzel menoleh ke arahku. Wajahnya yang belinang air mata membuat hatiku sakit.” (hal. 11).

Yak, di sinilah masalah dimulai. Kryzel sahabat Naomi menangis karena akhirnya diputuskan oleh sang Casanova. Naomi sendiri bukannya menyetujui saat Kryzel jadian dengan Stephen. Ia sudah akan melarangnya, tapi sebagai sahabat, ia tidak bisa berbuat apa-apa kala Kryzel menunjukkan kebahagiaannya jadian dengan Stephen. Saat Naomi sedang menghibur Kryzel yang menangis, datanglah Yannie dan France—laki-laki melambai—yang memperkenalkan diri sebagai wakil dari KPSC: Kelompok Pembenci Stephen Cruz (hal. 12 dan 13).

Mereka berdua mengaku pernah bernasib sama dengan Kryzel. Oleh sebab itulah, mereka menawarkan misi untuk memberi pelajaran setimpal pada Sang Casanova. Misi itulah misi 10 langkah untuk menghancurkan hati sang Casanova. Yannie dan France menunjuk Naomi sebagai orang yang tepat untuk menjalankan misi itu. Kryzel ternyata menyambut baik ide yang ditawarkan oleh Yannie dan France tersebut, dan memohon agar Naomi mau menandatangani misi itu demi dirinya. Dari misi inilah, permasalahan dalam Operation: Break The Casanova’s Heart akan semakin rumit.

Bagaimana menurut, Artebianz? Kira-kira Naomi menerimanya tidak?

 

3. Banyak Kejutan

Operation: Break The Casanova’s Heart juga menyajikan banyak kejutan. Sebelum memutuskan menerima tantangan misi dari KPSC, Naomi tidak tinggal diam sahabatnya disakiti. Ia membuat perhitungan dengan melabrak lalu memukul Stephen saat laki-laki sedang bercumbu dengan wanita-wanita lain. Lantas, bagaimana reaksi Stephen setelah dihantam Naomi?

Di sinilah kejutan pertama disuguhkan oleh novel ini. Alih-alih balas memukul, cowok berengsek itu justru mencium bibir Naomi—mencuri ciuman pertamanya! (hal. 18).

Merasa terhina, Naomi yang naik pitam pun meninggalkan Stephen kemudian mendatangi markas KPSC. Bulat sudah tekadnya, Stephen sudah keterlaluan! Naomi resmi menandatangani misi tersebut dan dilarang mundur sampai hati sang Casanova hancur (hal. 19). Untuk menang, syaratnya cuma satu: Naomi tidak boleh jatuh cinta pada Stephen.

Permainan dimulai!

bata

Untuk menunjang pelaksanaan misi nomor satu, terlebih dahulu penampilan Naomi harus dibenahi. Bagian ini sepertinya bukan kejutan ya, Artebianz! Seperti cerita-cerita pada umumnya, Naomi si kutu buku kemudian berubah menjadi cantik dan feminin. Ia pun mendadak populer. Penampilan barunya pun sukses menarik perhatian Stephen Cruz. (hal. 25). Naomi menyatakan keinginannya pada Stephen bahwa ia ingin jadi pacarnya. Maukah Stephen?

Tentu saja! Casanova itu tidak pernah menolak wanita cantik. Terlebih lagi, wanita itu adalah Naomi yang sejak dulu diincarnya. Tapi tentu, untuk memacari Naomi, Stephen harus memenuhi syarat-syarat khusus, salah satunya, tidak boleh memacari wanita lain selain Naomi.

Kejutan kedua dalam novel ini adalah perasaan Drew. Sesungguhnya, perasaan Naomi pada Drew tidak bertepuk sebelah tangan. Drew sebetulnya juga menyukai Naomi, hanya saja ia terlambat untuk mengatakannya (hal. 45). Naomi sudah terlanjur menerima misi menghancurkan hati Casanova, barulah Drew hadir dan mewarnai hari-hari Naomi dengan indah. Dari sini, kejutan-kejutan lainnya akan bermunculan, baik kejutan manis maupun kejutan mencengangkan. 

 

4. Sulit Ditebak

Akankah Naomi sanggup menyelesaikan misi ini sementara hubungannya dan Drew semakin membahagiakan? Inilah yang membuat Operation: Break The Casanova’s Heart menarik. Naomi sudah menceritakan perihal misi ini pada Drew dan ia memakluminya (hal. 73). Naomi dan Drew bahkan jadian. Naomi kian dalam memasuki dilema. Sikap Stephen pada Naomi makin lama makin manis meskipun terkadang masih menjengkelkan (hal. 124).

Gadis itu sukses menggaet hati Stephen dan satu demi satu butir-butir misi penghancuran tercapai, tetapi bagaimana dengan kebahagiaannya sendiri dengan laki-laki impiannya? Apa sebenarnya yang ia cari dalam misi ini jika sudah ada Drew, dan Kryzel pun sudah menemukan Rence—laki-laki yang tulus mencintai Kryzel dan mengobati lukanya dari Stephen.

Ada pula foto Yannie di apartemen Stephen. Naomi melihatnya saat ia mampir berteduh di apartemen Stephen (hal. 61). Dari sekian banyak pacar dan mantan pacar Stephen, mengapa hanya Yannie yang ia simpan fotonya di apartemen? Apa sebenarnya motif Yannie mendirikan KPSC dan memilih Naomi sebagai penghancur hati Stephen.

Baca Juga: Film The Hormones


5. Alur Cerita Yang Emosional

Emosional yang saya maksud di sini adalah ragam perasaan yang dihadirkan oleh Almario dalam Operation: Break The Casanova’s Heart. Menurut saya, sang Penulis cukup handal dalam menaikturunkan emosi pembaca melalui kisah Naomi dan Stephen. Hubungan keluarga pun dilibatkan dalam novel ini, bahkan berkontribusi cukup banyak dalam membentuk cerita yang emosional. Di bab-bab puncak, seperti pada halaman 164 ke atas, akan terkuak rahasia Mama Anne—ibu tiri Naomi karena ibu kandungnya sudah meninggal—yang berkorelasi dengan hubungan Naomi dan Stephen.

Pada bab-bab awal, saya merasa ikut jengkel dengan tingkah Stephen, tapi di bagian klimaks; yakni saat misi nomor 10 sudah terlaksana, saya hampir menangis ketika sampai pada bagaimana reaksi Stephen. Aly Almario mengatur transisi perilaku Stephen sang Casanova dengan halus dan rapi. Dari playboy yang membangkitkan kejengkelan, menjadi pria manis yang mengundang simpati emosi pembaca.

Begitu pula cara melarutkan pembaca dalam emosi Naomi, saya sampai ikut bingung dan ikut memposisikan diri sebagai Naomi—pilih mana, Drew atau Stephen? Tegakah Naomi menghancurkan perasaan Stephen setelah semua yang dilalui bersama?

Inilah alasan saya mengambil judul: Jangan Main-Main Dengan Hati! Bahkan ketika cerita saya tebak hampir selesai dengan akhir yang bahagia, ternyata belum! Masih ada kejutan lainnya, yang menurut saya, ditambahkan oleh Almario untuk makin memperkuat transisi karakter Stephen. 

 

 

Tak Ada Gading Yang Tak Retak…

Operation: Break The Casanova’s Heart adalah novel fiksi Philipina (Phil Fict) yang layak dibaca oleh penggemar kisah drama yang penuh kejutan romantis. Meski demikian, ada beberapa bagian cerita yang tidak tersinkronisasi dan tidak memengaruhi alur cerita.

Contohnya adalah cerita saat Kryzel memohon balikan dengan Stephen (hal. 38) padahal misi Naomi sudah dimulai. Setelah itu pun tidak dijelaskan lebih lanjut apa alasan Kryzel melakukan permohonan itu. Adegan ini tidak mengarah ke mana-mana dan tertutup begitu saja oleh jalan cerita berikutnya.

Ada pula bagian di halaman 114, tertulis bahwa Stephen dan Naomi akan mencari sebuah mal untuk makan malam, namun tanpa ada kalimat pengantar apa pun, tiba-tiba mereka berdua makan di pinggir pantai.

Porsi cerita yang menceritakan jalinan kasih sayang antara Naomi dengan Mama Anne pun saya rasa kurang rinci.

Dan yang terakhir… terlalu banyak adegan sensual. Banyak sekali adegan-adegan dengan kontak fisik yang terbilang cukup vulgar dalam novel ini—paling banyak dilakukan oleh Stephen. Tetapi, mungkin memang inilah cara penulis untuk mendeskripsikan betapa charming-nya sang Casanova. Jika pembaca menghayati, adegan-adegan Stephen tersebut cukup mendebarkan juga sih. Hehehe!

Penasaran? Baca sendiri novelnya, yuk!


Tag :


Nadia Sabila

Nadia Sabila adalah seorang jurnalis yang menggandrungi travelling dan makanan pedas.

Profil Selengkapnya >>

Review Buku Lainnya

Tulis Komentar
comments powered by Disqus





KATEGORI :




ARTIKEL PILIHAN :




Generasi Global dalam Industri Pertelevisian: Menelisik Makna di Balik


Alvi Syahrin - Semua Berawal Dari Mimpi Dan Kemudian Menjadi Nyata


Layaknya Desserts - The Chronicles of Audy O2 Menjadi Penutup Yang Manis


Warm Bodies - Menggali Kehidupan dari Kematian


Keep Being You - Isyana Sarasvati


Soto Khas Lamongan Di Pandean, Ngoro


Coffee Bean & Tea Leaf Surabaya Town Square


Taman Nasional Baluran - Afrika-nya Indonesia


Literasi Agustus: GRI Regional Surabaya - Muda untuk Sastra


Sebuah Wajah, Sebuah Rasa (Bagian Kedua)


Twist and Shout (Part 3-Final)


Dia Ramai Berhening