Vampire Flower 1

29 Dec 2015    View : 2092    By : Amidah Budi Utami


Ditulis oleh  Shin Ji Eun
Diterbitkan oleh Haru
Diterjemahkan oleh Putu Pramania
Disunting oleh  K.P Januwarsi
Proofreader oleh     Dini Novita Sari
Desain sampul oleh
Chyntia Yanetha
Genre                    fiksi, young adult, fantasy, mystery, romance
Jumlah halaman     518
Diterbitkan pada     Agustus 2015
Nomor ISBN          978-602-7742-46-8
Harga                    IDR59.000,00
Koleksi                   Perpustakaan Artebia

 

"Warna kelopak bunga itu lebih merah dibanding darah, wanginya begitu kuat sehingga mampu memikat vampir mana pun. Jika seseorang memiliki bunga itu, maka ia akan menduduki posisi paling tinggi di antara vampir-vampir yang lain."

Akhir-akhir ini santer terdengar adanya pembunuhan oleh para vampir. Kang Seo Yeong tahu ia seharusnya tidak berkeliaran di malam hari. Namun suatu malam, ia melihat temannya dibunuh oleh vampir tepat di  depan matanya.

Seorang vampir lain bernama Louvrei yang berwujud seperti remaja laki-laki, menawarkan bantuan pada Seo Yeong. Hanya satu syarat yang Louvrei minta: Seo Yeong harus membantunya mencari 'Bunga Vampir'.

Di tengah ketakutannya, Seo Yeong terpesona pada Louvrei. Apalagi saat vampir berumur ratusan tahun dalam wujud pemuda itu berjanji, "Aku akan selalu menjagamu. Jadi, jangan percaya pada siapa pun kecuali aku."

Bisakah mereka berdua menemukan 'Bunga Vampir'?


Rasanya sudah lama saya tidak membaca novel tebal, terutama yang bertema fantasi. Momen-momen membaca novel ini mengingatkan saya pada masa-masa menekuri Harry Potter atau Laskar Pelangi. Perlu perjuangan untuk membaca sampai akhir, tapi kepuasan yang didapatkan juga setimpal. Butuh waktu satu bulan lebih untuk membacanya sampai akhir karena kesibukan. Biasanya saya membaca setelah pulang kerja. Saya menikmati berfantasi dalam dunia vampir setelah seharian mengerjakan kode komputer. Setelah selesai membaca Vampire Flower Part 1, saya dibuat penasaran oleh Part 2-nya.

 

 

Dunia Vampir Rekaan Shin Ji Eun

Dunia vampir hasil imajinasi Shin Ji Eun sangatlah kompleks tapi tentu saja sangat menarik. Hal ini juga menjadi salah satu keunggulan novel ini. Seperti yang diungkapkan Shin Ji Eun di bagian "Kesan Penulis", baginya vampir adalah makhluk yang memesona. Hal ini yang ingin ia sampaikan kepada pembaca.

Dunia vampir imajinasi Shin Ji Eun mirip seperti sebuah kerajaan yang dipimpin oleh seorang vampir yang paling kuat. Para vampir menyebutnya lordLord akan dibantu oleh tujuh vampir tertinggi dalam mengatur dan menjaga keseimbangan dunia vampir. Selain lord dan tujuh vampir tertinggi masih ada 3 golongan lagi di bawahnya yaitu: vampir kelas atas, vampir kelas menengah, dan vampir kelas bawah.

Para vampir kelas atas terdiri dari vampir-vampir yang sangat kuat. Vampir kelas atas ini memiliki peringkat tertentu berdasarkan kekuatannya, sedangkan vampir kelas bawah adalah mereka yang lemah. Secara kuantitas, jumlah vampir kelas bawah lebih banyak dari pada vampir kelas atas.

Vampir memiliki wujud seperti manusia; hanya saja memiliki warna kulit yang lebih pucat, mata merah dan suhu tubuh yang dingin dan wajah yang rupawan, berkali-kali lebih tampan dari manusia biasa. Vampir juga memiliki beberapa keistimewaan seperti berumur panjang (ratusan sampai ribuan tahun), bisa terbang, bisa membaca pikiran serta kekuatan lain yang membuat mereka lebih unggul dari makhluk lain. Selain vampir, ada juga makhluk golongan half yaitu mereka yang terlahir setengah vampir dan setengah manusia. Mulai tertarik Artebianz?

Tunggu dulu, satu hal yang tak boleh terlupa. Ada bunga vampir yang merupakan bagian penting dari kerajaan vampir.

Baca juga: Bi! - Potret Emosi yang Mengikat Manusia pada Lingkaran Kehidupan

 

 

Sekilas Alur Cerita Vampire Flower

Alkisah, sedang terjadi kekacauan besar di dunia vampir. Lord yang selama ini memimpin para vampir telah meninggal. Bunga vampir yang selama ini menjadi sumber kekuatan lord tiba-tiba menghilang. Seorang vampir kelas atas bernama Louvrei ingin mencari dan mendapatkan bunga vampir agar dirinya bisa menduduki posisi lord. Salah satu cara yang ditempuh adalah membuat perjanjian dengan manusia untuk membantunya menemukan bunga vampir. Louvrei memilih Kang Seo Yeong karena merasa gadis itu berbeda dari manusia lainnya.

Selain Louvrei, vampir lain bernama Achel juga mengincar bunga vampir dan posisi lord. Achel menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang ia inginkan, salah satunya adalah dengan mengumumkan perang terbuka terhadap manusia. Terntu saja akan ada banyak korban jiwa, terutama dari pihak manusia sebagai makhluk yang lemah.

Belum selesai sampai di situ, masih ada satu kelompok rahasia yang memiliki misi yang masih berkaitan dengan bunga vampir.

 

 

Para Tokoh Vampire Flower


1. Louvrei

Louvrei atau lebih akrab dipanggil Loui adalah vampir yang sangat istimewa. Louvrei memiliki wujud remaja laki-laki yang belum dewasa, tapi merupakan vampir terkuat saat ini (setelah Lord dan tujuh vampir tertinggi meninggal). Louvrei berusia 537 tahun, relatif muda untuk ukuran seorang vampir. Meskipun demikian, semua vampir merasa segan berhadapan dengannya karena kekuatan yang dimilikinya. Sikapnya yang dingin dan ketus justru menambah karismanya.

louvrei -vampire flower

Louvrei memiliki fisik yang rupawan hingga membuat Kang Seo Yeong terpesona pada pandangan pertama.

Di belakang Seo Yeong berdiri seorang pemuda yang terlihat memesona. Rambutnya hitam legam seperti gelapnya malam, sedangkan warna kulitnya sangat bertolak belakang dengan warna rambutnya. Wajahnya bersih tanpa ada bintik-bintik sedikit pun, sementara bibirnya yang merah menambah kesempurnaan wajahnya. Seo Yeong meneguk air liurnya karena jantungnya berdegup kencang, meskipun sebenarnya kali ini bukan karena ketakutan. (halaman 23)

Loui memiliki perasaan yang lembut, tulus, dan setia kawan, namun vampir ini memiliki trauma yang mendalam. Hal ini yang membuat Louvrei tampak lebih manusiawi menurut saya.

Baca juga: The Grand Budapest Hotel - Mereka Yang Layak Disebut "The Best Partners In Crime"


2. Kang Seo Yeong

Kang Seo Yeong adalah remaja putri dari golongan manusia biasa. Tidak ada kekuatan khusus yang dimiliki oleh Seo Yeong. Louvrei memilihnya untuk membantunya mencari bunga vampir karena ia merasa ada yang istimewa dengan gadis ini.

"...Kenapa harus aku?"
"Entahlah."
"Hah?"
"Hanya saja.. sewaktu aku melihatmu... aku hanya merasa aku akan membutuhkanmu." (halaman 40)

Tapi sejujurnya saya kurang menyukai gadis ini karena karakternya. Walau kadang Seo Yeong berpikiran cerdas tapi tak jarang sikapnya membuat saya tepok jidat. Seo Yeong yang terlalu polos dan cenderung tidak berpikir membuat saya mempertanyakan keistimewaan gadis ini. Misalnya saat Seo Yeong iseng keluar dari kamar Louvrei kemudian dia tersesat dan ditemukan oleh Lecca. Bukankah dia tahu kalau dia sedang berada di benteng vampir yang sangat berbahaya untuk manusia sepertinya? Dia keluar kamar Louvrei tanpa berpikir apa pun seolah-olah dia sedang berada di taman bermain. Itu baru satu dari beberapa kecerobohan Seo Yeong.


3. Baek Han

Baek Han merupakan golongan half. Umumnya half akan segera dibunuh setelah mereka dilahirkan karena half bisa sangat berbahaya bagi vampir. Baek Han beruntung karena Louvrei menyelamatkan jiwanya. Oleh karena itu, Baek Han mengabdikan hidupnya kepada Loui. Mereka sudah seperti saudara.

Baek Han berwujud laki-laki dewasa berusia 30 tahun dan berprofesi sebagai dokter. Pembawaannya selalu ramah, mengayomi, dan sedikit humoris. Bersikap seperti kakak laki-laki bagi Seo Yeong. Baek Han yang menyediakan akomodasi seperti rumah, mobil dan makanan saat Loui dan Seo Young berada di dunia manusia. Baik sekali kan, Artebianz?


4. Lecca

Awalnya saya mengira Lecca adalah vampir jahat karena sikapnya yang tidak sopan terhadap Seo Yeong. Tapi belakangan Lecca memutuskan untuk bergabung dengan Loui. Vampir yang identik dengan warna merah ini banyak membantu Loui.

 

5. Ken & Akhan (Penjaga Loui)

Ken adalah seekor werewolf atau serigala. Di saat-saat santai, dia akan mengunci dirinya dalam wujud gumpalan kapas hidup yang manja dan lucu. Namun ketika bahaya mengancam tuannya, dia akan berubah wujud menjadi serigala garang dengan taring yang tajam. Hem... mirip seperti kirara pada anime Inuyasha?

Akhan adalah penjaga Loui dari suku bayangan. Akhan memiliki wujud seperti manusia hanya saja ia selalu memakai topeng. Akhan sering mendapat tugas untuk mencari informasi tertentu yang dibutuhkan oleh Loui.

Baca juga: The Wind Leading To Love

 

 

Ketika Cerita Makin Seru Dan Tabir Mulai Terbuka

Alur cerita Vampir Flower seperti merebus air dalam tungku, awalnya dingin kemudian menghangat secara perlahan, dan akhirnya benar-benar panas. Pengenalan tokoh dan konflik pun juga bertahap. Di awal cerita, hanya dimunculkan Seo Yeong, Loui, dan dua pelayan Loui: Ken dan Akhan. Di bagian tengah, novel ini mulai menghangat dengan kehadiran Baek Han, Tuan Jack dan Lecca. Di bagian akhir, novel ini semakin memanas dengan kemunculan bunga vampir dan pernyataan perang terbuka. Saya jadi tidak sabar untuk membaca Vampir Flower 2. Saya rasa novel keduanya akan sangat seru!

 

 

Hal-Hal Yang Mengganggu Saat Membaca Vampire Flower

Ada dua hal yang mengganggu saya saat membaca novel fantasi ini. Yang pertama, sikap polos Seo Yeong seperti yang telah saya jelaskan di atas. Hal kedua terletak pada gaya penceritaannya yang repetitif. Contohnya seperti berikut:

"Yang benar saja, Anak ingusan. Jadi kau juga mengincar posisi lord?"
Lecca menyebut Loui dengan julukan 'Anak Ingusan', memperlakukan vampir yang berperingkat lebih tinggi darinya itu bagai adiknya sendiri dan berjalan mengikuti pemuda tersebut. (halaman 31)

"Tapi, apa semua vampir berwujud bocah seperti dia?"
Meski ini baru pertama kalinya Seo Yeong melihat vampir, karena vampir pertama kali yang ia jumpai sangatlah muda, ia pun berpikir semua vampir terlihat muda seperti Loui. (halaman 33)


Deskripsi yang menjelaskan dialog seperti ini terasa aneh dan membuang-buang waktu menurut saya.

Baca juga: The Chronicles of Audy - Refleksi Kehidupan Seorang Gadis dalam Outline Skripsi

 

 

Akhir Kata Untuk Vampire Flower: Porsi Pas untuk Novel Fantasy-Mystery-Romance

Saya memang menyukai bacaan yang lintas genre (cross-genre), semakin banyak unsur yang dimasukkan saya akan semakin suka. Misalnya saya menyukai kombinasi action-romance-comedy, atau fantasy-philosophy-romance, atau mystery-action-comedy, atau kalau bisa semua unsur dimasukkan jadi satu. Saya suka sekali membaca buku yang mampu menggerakkan banyak elemen (perasaan, pikiran, dan sense of humor) dalam diri saya sehingga saya bisa terharu, kemudian berpikir, dan tiba-tiba tertawa seperti orang gila.

vampire flower manga

Vampire Flower mampu memuaskan saya melalui porsi pas antara fantasy, mystery, dan romance. Unsur fantasinya mampu melambungkan imajinasiku. Misterinya mampu membuat saya terus penasaran. Romance? Sebenarnya kurang berhasil membuat saya terkesan, tapi lumayanlah ya.  

Baca juga: Goodreads Indonesia Regional Surabaya: Novel Remaja Dan Dunianya

 


Tag :


Amidah Budi Utami

Amidah Budi Utami adalah seorang perempuan yang bekerja di bidang IT dan menyukai seni, sastra, fotografi, dan jalan-jalan.

Profil Selengkapnya >>

Review Buku Lainnya

Tulis Komentar
comments powered by Disqus





KATEGORI :




ARTIKEL PILIHAN :




Filosofi Pohon Pisang Pada Hubungan Ayah Dan Anak


Edwin Ruser dan KoreanUpdates - Menghidupkan Mimpi Lewat Passion


Happily Ever After - Mencari Makna Kebahagiaan Abadi


Me Before You - Jojo Moyes and a Bowl of Warm Love Story




Wakul Suroboyo - Berwisata Kuliner Khas Surabaya di Satu Tempat


Kopi Luwak - Nongkrong Aman Sambil Berbagi Kopi dan Gelak


Santosa Stable Horse Riding, Kendal: Berkuda Dan Legenda


The Backstage Surabaya (Bagian 2) : Mindset Seorang Founder StartUp


Sebuah Wajah, Sebuah Rasa (Bagian Empat)


Bersama Sebuah Buku dan Sebatang Rokok


Termangu Gadis Itu