Park Hee Jung's Cat and Dog - Komik tentang Anjing dan Kucing

21 Jan 2016    View : 2860    By : Niratisaya


Ditulis oleh  Park Hee Jung
Diterbitkan oleh  Haru
Diterjemahkan oleh  Silvanissa
Disunting oleh  Novianita
Aksara diperiksa oleh  Selsa Chintya 
Genre  fiksi, graphic novel, k-toon, manhwa, romance, young adult, comedy, drama
Jumlah halaman  195
Diterbitkan pada  Februari 2016
Koleksi  Perpustakaan Artebia

 

Joo Yeong Woo
Meski hanya bertemu sekali saat masih balita, perlahan aku mulai jatuh cinta pada Mo Seul Woo, tunanganku yang tampan dan juga seorang artis. Akhirnya, hari pernikahanku tiba!

Mo Seul Woo
Aku cuma bertemu dengannya sekali sepuluh tahun yang lalu saat dia masih bayi, dan cewek itu buang air besar di depanku. Aku tidak akan pernah menikahinya.

 

 

Cat and Dog: My Impression

Saya pertama kali mendengar kabar webtoon karya Park Hee Jung ini sewaktu membaca kabar terbaru K-drama dari situs dramabeans.com—yang langganan ngintip situs ini seperti saya angkat tangan! Laughing

Tapi, saya nggak mendengar kabar tentang peluncuran wujud fisik komik yang sebelumnya beredar di dunia maya ini (karena alasan inilah Cat and Dog lekat dengan istilah webtooncartoon on the web, atau mestinya sih comic on the web). Sebaliknya, saya justru mendapati kabar bahwa salah satu teve nasional Korea akan mengadaptasi Cat and Dog menjadi drama.

Walau diberi embel-embel “pernikahan kontrak” di artikel yang ditulis dalam dramabeans.com, yang sepertinya lumayan laris di kalangan penduduk Korea Selatan, tapi saya tetap dibuat penasaran pada bagaimana Park Hee Jung-ssi akan membawa tema yang lumayan mainstream ini. Salahkan pasangan Han Ji Eun dan Lee Young Jae di Full House.

Cat and Dog from Penerbit Haru's InstagramCat and Dog dalam wujud aslinya, sumber ilustrasi: instagram Penerbit Haru.

Begitu Penerbit Haru mem-posting foto dan menggoda insting saya sebagai book-eater dengan segala teaser di akun medsosnya, saya langsung bersumpah akan membeli komik yang diterbitkan di bawah label K-Toon ini.

Dasar rezeki anak soleh, saya justru mendapatkan kesempatan mencicipi Cat and Dog sebagai early reviewer.

Yippeee!!!

 

Penasaran bagaimana kesan saya tentang komik Korea ini?

Lanjut scroll sampai ke bawah ya, Artebianz.

 

 

A Glimpse on the Story of Cat and Dog

Cerita ini dimulai dengan kehidupan tenang tokoh utama kita, Joo Yeong Woo, yang besar di keluarga tradisional. Dia nggak cuma harus hidup di bawah aturan tradisional keluarga besarnya, tapi juga menghirup dan menjadikannya satu dengan dirinya. Walhasil, sementara cewek-cewek lain mengenakan skinny jeans, rok mini, atau yang lagi ngehit di Indonesia sekarang ini—celana Joger, Yeong Woo musti mengenakan hanbok (sebutan untuk pakaian tradisional perempuan Korea) dan mengepang rambut panjangnya ala cewek-cewek di drama Dae Jang Geum dan Jang Ok Jung.

Tapi, Yeong Woo yang dibesarkan oleh kakeknya nggak keberatan. Dia malah nggak memikirkan apa-apa tentang mode atau perkembangan zaman di sekitarnya.

Cat and Dog

Gimana Yeong Woo bisa memikirkan semua itu, kalau di tiap kesempatan si kakek mencekoki Yeong Woo dengan kabar tentang Mo Seul Woo, cowok yang cuma sekali dilihat Yeong Woo—itu pun sewaktu dia berumur 6 bulan dan Seul Woo 6 tahun, serta pertunangan keduanya. Lengkap sudah keudikan Yeong Woo, sebab semua berita mengenai Seul Woo dan rencana pernikahan Yeong Woo yang terus dibisikan Sang Kakek membuat gadis itu makin larut dalam angan-angan tentang dongeng indah para putri.

Ketika hari yang ditentukan tiba, Yeong Woo pun menyambutnya dengan riang. Dia bahkan menyamakan kisahnya dengan dongeng:

Aku percaya pada cinta seperti dalam dongeng.

Dimulailah cerita tentang putri yang sering menangis, Putri Pyeongkang, yang diancam ayahnya akan dinikahkan dengan si bodoh Ondal bila ia tidak berhenti menangis.

Tanpa disadari cerita yang diceritakan berkali-kali kepada anak perempuan pun dimulai. (hal. 46)

Sementara itu, kontras dengan latar kehidupan Yeong Woo yang bubbly dan fuzzy, dunia gemerlap Seul Woo yang seorang selebritas justru sendu. Atau bisa dibilang gelap.

Meski memiliki orangtua lengkap, nggak seperti Yeong Woo yang ditinggal mati kedua orangtuanya, Seul Woo nggak bisa dibilang tumbuh dengan baik. Ini bisa jadi terkait dengan perpisahan kedua orangtuanya, dan karakter ibunya yang nggak ada bedanya ibu Bawang Putih. Namun, itu bukan kabar buruk bagi Yeong Woo.

Yang mestinya jadi lampu merah bagi cewek berambut cokelat itu adalah kehadiran Ha Yoon, gadis yang dideskripsikan kawan serumah Seul Woo, Song Jae Min, sebagai “segalanya bagi Seul Woo” (hal. 153).

Nah, lho! Bakal seperti apa nasib percintaan Yeong Woo dan Seul Woo?

Apa bakal layu sebelum berkembang?

Atau… di balik sikap manis, lembut, dan baik hati Yeong Woo tersembunyi karakter yang keras?

Naasnya, kita harus menunggu Februari datang, baru kita bisa baca Cat and Dog dan menemukan jawaban-jawaban kita, Artebianz.

Yukmari bersabar bareng-bareng! Laughing

 

 

Let’s Get Deeper with Park Hee Jung’s Cat and Dog

Walau punya format yang berbeda dari buku yang biasa saya ulas di artebia.com, tapi bisa dibilang komik—atau yang sekarang lebih populer dengan sebutan “graphic novel/novel grafik”—nggak terlalu jauh berbeda. Kita masih punya tokoh berikut karakter mereka yang berkembang (atau nggak) plus cerita dan plot. Satu-satunya perbedaan adalah tambahan aspek grafik alias hasil goresan dan gaya si komikus. Dari poin-poin inilah yang akan saya ulik dari Cat and Dog.

Karakterisasi Para Tokoh

Dalam Cat and Dog bisa dibilang nggak terlalu jauh berbeda dengan sosok-sosok yang sering Artebianz lihat di drama atau cerita fiksi percintaan lainnya, baik komik maupun novel. Di dalam komik ini kamu akan menjumpai tokoh utama cowok yang keren tapi dingin dan menjaga jarak, serta tokoh utama cewek yang baik, polos, dan cinta mati pada si tokoh utama. Seperti yang terlihat pada salah satu adegan di komik ini.
Cat and DogSeul Woo dan Jae Min

Selain itu, Artebianz juga akan bertemu dengan love interest si tokoh utama cowok (Ha Yoon) yang manja, keras kepala, dan memiliki berbagai sifat buruk lainnya yang justru membantu si tokoh utama cewek bersinar di mata pembaca.

Tapi, uniknya, Park Hee Jung menampilan Ha Yoon si love interest langsung dengan pusaran masalahnya. Ini berbeda dengan komik lainnya—sebut saja sosok Min Hyo Rin dalam komik Goong (Princess Hours), yang semula ditampilkan sebagai cewek kalem dan lembut. Sikap dan sifat Ha Yoon yang mencengkeram Seul Woo mati-matian, sampai rela menghancurkan karirnya, membuat saya penasaran setengah mati; seperti apa sebenarnya dinamika hubungan keduanya sebelum ini?

Dan, karena baru membaca seri pertama Cat and Dog, saya nggak bisa memberikan penjelasan yang lebih jauh serta lengkap mengenai perkembangan karakter dan karakterisasi tiap tokoh. Termasuk si kalem Yeong Woo dan si dingin nan keren Seul Woo.

Cat and DogHa Yoon dan Yeong Woo

Sementara itu, untuk poin cerita dan plot....

Sejujurnya sejauh ini saya belum menemukan ada yang berbeda dari Cat and Dog dengan cerita fiksi ala Korea Selatan lainnya, yang menjadi pendahulu komik yang akan diterbitkan lima seri ini.

Park Hee Jung menggunakan bahan-bahan dengan racikan yang serupa drama Korea Selatan umumnya. Seperti kita yang selalu memasak menggunakan bahan serupa. Tapi, ini bukan yang menjadi masalah Artebianz. Di zaman modern ini kita tentu melihat banyak karya yang memiliki kemiripan—beberapa penulis bahkan dengan terbuka mengaku bahwa mereka terinspirasi novel karya penulis lain.

Hunger Divergent 

Pada tahun berapa pun, siapa pun yang menulis, apa pun jenis karya itu… pada akhirnya pertanyaan yang paling esensial adalah “apakah kita menikmati karya itu”. And I enjoy reading Cat and Dog, karena Park Hee Jung dengan cerdas meracik tiap bahan ceritanya. Dia tahu di mana dia harus memotong sebuah adegan, menyelipkan banyolan, dan melempar granat kejutan.

Mengenai gaya goresan Park Hee Jung....

Saya pribadi lumayan suka. Walau terkadang saya diingatkan pada gaya Park So Hee (mamaknya Goong dan Salon H) dan Ryan (pencipta Ingenuo dan Steel Rose), dari mata hingga kaki-tangan dan tubuhnya yang berkesan panjang dan tinggi. Atau bisa dibilang ini adalah gaya para komikus di Benua Asia?

Promo Cat and Dog

So, despite the same ingredients that tend to make me think “ah, cerita yang sama lagi”, saya berhasil membaca Cat and Dog dengan lancar, serta tertawa bersama guyonan Park Hee Jung. Ini adalah bukti bahwa komikus yang memulai debutnya dengan komik “Summer Time” ini mampu setia pada genre ceritanya: romance-comedy dan berhasil menyampaikan ceritanya dengan baik. Tanpa membuat pembacanya merasa bosan.

Kalau sebelumnya saya sekadar penasaran, setelah melahap Cat and Dog seri 1 saya makin nggak sabar menunggu Februari tiba, jadi saya bisa melahap serial komik ini utuh.

 

 

 

Datanglah Februari!  

 

 

 

 

 

Your book curator,

N

 


Tag :


Niratisaya

Niratisaya a.k.a Kuntari P. Januwarsi (KP Januwarsi) adalah CEO Artebia yang juga seorang penulis, editor, dan penerjemah.

Profil Selengkapnya >>

Review Buku Lainnya

Tulis Komentar
comments powered by Disqus





KATEGORI :




ARTIKEL PILIHAN :




Generasi Global dalam Industri Pertelevisian: Menelisik Makna di Balik


Alvi Syahrin - Semua Berawal Dari Mimpi Dan Kemudian Menjadi Nyata


#GIRLBOSS - Bagaimana Menjadi Bos (Cewek) yang Nggak Ngowos


Bangkok Knockout: Permainan Maut antara Hidup dan Mati


Danilla dan Kalapuna


Nasi Goreng dan Mi Goreng Pak Is


Libreria Eatery - Tempat Pas untuk Memberi Makan Perut dan Otak


Air Terjun Tumpak Sewu Lewat Goa Tetes Lumajang (part 2)


Nasib Literasi di Era Digitalisasi


Sebuah Wajah, Sebuah Rasa (Bagian Empat)


Nyala Lilin yang Menerangi Wanita Itu di Kala Malam


Masa (II)