The Palace of Illusions: Ketulusan Cinta Para Pandawa

17 Feb 2016    View : 1085    By : Arkana


Ditulis oleh : Chitra Banerjee Divakaruni
Diterbitkan oleh : Gramedia Pustaka Utama
Genre : romance, epik
Jumlah halaman : 496 halaman
ISBN-10 : 979-22-4556-1
ISBN-13 : 978-979-22-4556-1
Harga : Rp52.000,-
Koleksi : perpustakaan pribadi

Hai, teman-teman.
Sekarang waktunya review buku, Yeay!

Bercerita, berbicara dan membahas mengenai buku ataupun novel. Kali ini yang akan Arka bahas adalah sebuah novel terjemahan yang berjudul The Palace of Illusions. Sebelum Arka melanjutkan review bukunya, pernahkah di antara teman-teman menonton film Mahabharata?

Pastinya, pernah.

Ya, film Mahabharata ini memang diadaptasi dari sebuah novel yang berjudul The Palace of Illusions. Dan satu lagi, (hampir) semua teman-teman yang menonton film ini, selalu memperhatikan Arjuna (Shahreer Sheikh), salah satu dari lima Pandawa yang tampan.  

Yup, langsung saja.

The Palace of Illusions atau Istana Khayalan menceritakan tentang kisah Mahabharata yang diceritakan kembali oleh Chitra Banerjee Divakaruni dengan sangat manis dan dari sudut pandang seorang perempuan. Kisahnya diawali dengan kelahiran Dropadi dari dalam api bersama Sang Kakak, Drestadyumna atau Dre.

Dropadi dan Drestadyumna merupakan saudara kembar. Pada awalnya, Sang Ayah (Drupada) melakukan sebuah ritual selama sebulan penuh agar bisa memiliki anak laki-laki, yang akan memenuhi takdirnya sebagai pembalas dendam Sang Ayah kepada musuh bebuyutannya, Drona.

Saat seluruh permintaan Sang Ayah dipenuhi oleh Sang Dewa, maka keluarlah Dre dari dalam api. Namun, setelah keluarnya Dre, api persembahan tidak langsung padam, melainkan masih tetap menyala yang menandakan bahwa ritual belum selesai. Tak lama kemudian, keluarlah Dropadi dari dalam api. Dengan sigap dan cepat, Dre langsung menggandeng tangan Dropadi agar tidak jatuh. Mereka berdua lalu berjalan menuju Sang Ayah.

Raja Drupada, langsung menyambut mereka dengan suka cita dan langsung menggendong mereka berdua. Tak lama setelah itu, terdengar sebuah suara yang menggema “Kuberikan kau seorang anak laki-laki agar bisa membalaskan dendammu dan seorang anak perempuan yang akan mengubah sejarah.”

Kisah berlanjut pada sebuah sayembara untuk pernikahan Dropadi. Saat sayembara dimulai, seorang yang diduga berasal dari kaum brahmana, mengajukan diri untuk mengikuti sayembara dan dia memenangkan sayembara tersebut. Maka, resmilah Dropadi menjadi seorang istri dari seorang brahmana yang ia sendiri tidak mengetahui namanya.

Sebuah rahasia akhirnya terbongkar, bahwa sebenarnya Sang Brahmana adalah Arjuna, anggota dari lima Pandawa.

Lalu, Arjuna membawanya ke sebuah tempat tinggal yang sangat jauh dan terpencil. Sesaat tiba di rumah, Arjuna memperkenalkan Dropadi sebagai istrinya kepada Sang Ibu, Kunti.

Namun, Kunti telah mengajarkan sifat adil kepada lima anak-anaknya “apapun yang kalian miliki harus dibagi lima”. Dan sejak saat itu, Dropadi harus menikah dengan seluruh Pandawa. Yang artinya ia harus menikah bersama kakak dan adik-adik dari Arjuna.

Pernikahan Dropadi awalnya ditentang oleh Sang Ayah, namun setelah mengetahui bahwa calon menantunya adalah para Pandawa yang sangat terampil dalam berperang dan sangat sayang kepada putrinya, Dropadi, akhirnya Raja Drupada segera menyelenggarakan pernikahan yang sangat mewah dan besar-besaran untuk semua anggota istana dan rakyatnya.

Kisah berlanjut pada pengasingan Dropadi atau yang biasa disapa dengan “Panchali” yang diakibatkan oleh Yudistira. Saat itu Yudistira sedang bermain dadu bersama para undangan di saat acara peresmian istana baru mereka. Sayangnya, Yudistira yang sangat suka bermain dadu ini sudah melewati batas. Ia bermain sambil membuat taruhan yang semakin lama jumlahnya semakin besar. Hingga pada akhirnya, Yudistira mempertaruhkan istananya sendiri di dalam permainannya.

Sayangnya, ia kalah dalam permainan ini dan istananya pun lenyap seketika. Maka, mereka semua harus pergi keluar istana selama waktu yang di tentukan. Jika mereka melakukan kesalahan kembali, maka istana tidak akan pernah mereka miliki selamanya. Dan ini semua akibat kecerobohan Yudistira.

Kisah ini ditutup dengan adanya cinta terpendam antara Dropadi dan Karna yang ternyata diam-diam saling mencinta, namun kembali dipertemukan dengan jalan yang berbeda. Selanjutnya adalah penghinaan Duryodana, yang diakhiri dengan klimaks pecahnya perang saudara antara Pandawa dan Korawa.

Bagaimana tidak. Sejak awal Dropadi memang telah ditakdirkan sebagai pengubah sejarah, lebih tepatnya sejarah pada Abad Ketiga Manusia.

Baca juga: Tango - Surealisme Hubungan Wanita-Pria dan Diri

 

 

Tokoh-Tokoh yang Terdapat dalam The Palace of Illusions:

1. Pangeran Yudistira: bijaksana, selalu memegang teguh filsafat dan hukum. Terkadang bersifat menjengkelkan terhadap Panchali dan ceroboh.

2. Pangeran Bima: Baik hati, pintar memasak, mencintai Panchali setulus hati, dan pembela saudara-saudaranya.

3. Pangeran Arjuna: ahli dalam memanah, mempunyai paras yang sangat tampan, dan ahli dalam berperang.

4. Pangeran Nakula dan Sadewa: anak-anak kesayangan Kunti dan anggota termuda dalam kaum Pandawa

5. Kunti: ibunda dari para Pangeran Pandawa, sekaligus ibunda Raja Angga, Karna.

6. Dropadi/Panchali: anak perempuan yang lahir dan keluar dari api bersama saudara kembarnya, Drestadyumna; istri dari para Pangeran Pandawa

7. Drestadyumna: kakak laki-laki/saudara kembar dari Panchali (sering dipanggil Dre).

8. Dropada: Raja Panchala, ayah dari si kembar Panchali/Dropadi dan Drestadyumna; mantan sahabat dan musuh dari Drona.

9. Drona: guru ilmu perang bagi para Pangeran Korawa dan Pandawa; guru Drestadyumna.

10. Dretarastra: ayahanda dari Duryodana dan 99 saudara kandungnya (kaum Korawa).

11. Gandari: istri Drestarata, yang hidup dengan menutup mata sepanjang hidupnya agar bisa merasakan penderitaan Sang Suami.

12. Krishna: inkarnasi Batara Wisnu; pemimpin kaum Yadu; pembimbing kaum Pandawa dan sahabat baik Arjuna, Panchali; suadara laki-laki Subadra, yang menikah dengan Arjuna.

13. Karna/Raja Angga: Sahabat karib Duryodana dan saingan Raja Arjuna; merupakan anak kandung dari Kunti (ibu para Pandawa) dan kakak sulung dari Pangerang Yudistira; ditemukan sewaktu masih bayi, mengapung di sungai Gangga dan dibesarkan oleh Adirata, Sang Kusir Kereta.

17. Widura: perdana menteri Dretarasta dan teman kaum Pandawa yang sudah yatim

18. Byasa: orang bijak yang tahu segalanya, penyusun Mahabharata yang juga muncul di dalamnya sebagai salah satu tokoh.

the palace of illusions

Baca juga: Embroideries: Menyusup Dalam Kehidupan Para Wanita Timur Tengah


Best Quotes yang Terdapat dalam The Palace of Illusions

"Cinta datang seperti halilintar, dan hilangnya pun demikian. Kalau kau beruntung, cinta yang tepat menemukanmu. Kalau tidak, kau akan menghabiskan hidupmu merindukan orang yang tidak bisa kau miliki."

"Masalah akan tetap menjadi masalah kalau kau percaya itu masalah. Dan sering orang melihatmu seperti kau melihat dirimu sendiri."

"Waktu adalah penghapus terbesar, baik penghapus kesedihan maupun kegembiraan."

"Karena amarah dan nafsu, dua musuh paling besar kita. Aku sangat mengenal mereka, pendampingku sejak lama—bukan, mereka penguasaku—dan keturunan mereka, dendam!!" Krishna

"Hidup yang kau jalani sekarang hanyalah gelembung dalam aliran kosmis, terbentuk oleh karma masa-masa hidup yang lain." Byasa

"Kemenangan—bukan dalam pertempuran yang akan datang, melainkan melawan keenam musuh batin yang mengganggu kita semua: Hawa Nafsu, Amarah, Keserakahan, Ketidaktahuan, Kesombongan, dan Kecemburuan."

"Biarkan masa lalu itu pergi. Santailah. Biarkan masa depan tiba dengan kecepatannya sendiri, menyingkap rahasia-rahasia pada saatnya"

Baca juga: Surat Panjang Tentang Jarak Kita yang Jutaan Tahun Cahaya

 


Tag :


Arkana

Arkana a.k.a Laura Lidya Monica Putri adalah seorang kutu buku, Thai-Holic (penggemar Film Thailand), yang memiliki hobi menulis.

Profil Selengkapnya >>

Review Buku Lainnya

Tulis Komentar
comments powered by Disqus





KATEGORI :




ARTIKEL PILIHAN :




Ayah Dan Hari Ayah


Lalu Abdul Fatah - Profesi, Delusi, dan Identitas Diri


Khokkiri Layaknya Dark Chocolate yang Menawarkan Kisah Manis Sekaligus Gelap dan Pahit


Guru Bangsa Tjokroaminoto


Blinded by Love - Karena Cinta Sungguh Membutakan


Bakmi dan Sate Klathak Ala Djogdja: Menikmati Jogjakarta di Surabaya


Kedai Es Krim Zangrandi - Sejak 1930


Wisata Madiun Bersama Keluarga


Adiwarna 2017: Karyakarsa - Eksposisi Daya Cipta dan Rasa DKV UK Petra


Sebuah Wajah, Sebuah Rasa (Bagian Pertama)


Kabut Rindu


Sajak Malam Dingin