Gara-Gara Indonesia: Satu Peran Tak Langsung Indonesia Untuk Dunia

20 May 2016    View : 1573    By : Toni Al-Munawwar


Ditulis oleh              Agung Pribadi
Diterbitkan oleh       Asma Nadia Publishing House
Genre                     Sejarah
Jumlah halaman      210
Diterbitkan pada     Juli 2014 (cetakan ke empat)
Nomor ISBN            978-602-9055-16-0     


Buku Pokok-Pokok Perang Gerilya, karya Jenderal A.H. Nasution kini juga jadi bacaan referensi militer Amerika untuk menghadapi gerilya. Dari sejarah kita belajar untuk memilih tindakan yang tepat di masa depan. (hal 14)

Gara-Gara Indonesia. Ada apa dengan Indonesia? Apakah Indonesia membuat ulah? Mungkin kita akan bertanya demikian, ketika membaca judul di atas. Ya, itulah yang ada di benak saya ketika membaca judul buku ini. Buku ini berisi fakta yang mengejutkan. Betapa tidak, buku ini menguak tabir yang menyembunyikan peran Indonesia yang begitu besar, namun tak banyak orang yang mengetahuinya.  

Baca juga: Rumah Peninggalan HOS Tjokroaminoto 

Apa yang kalian pikirkan dari sub judul berikut ini:

  • Amerika Ada Karena Indonesia
  • Amerika Kalah Perang Gara-Gara Indonesia
  • Napoleon Kalah Perang Gara-Gara Indonesia
  • Perancis Kalah Perang di Aljazair Gara-Gara Indonesia
  • Mengejutkan bukan? Mari kita sedikit mengulasnya.
  • Amerika kalah perang gara-gara Indonesia.
  • Kenapa Amerika bisa kalah perang?
  • Apa hubungan kekalahan Amerika dengan Indonesia?

Sudah bukan rahasia lagi jika Amerika Serikat kalah perang di Vietnam. Tapi, menurut mas Agung Pribadi, tak banyak yang tahu kalau salah satu penyebab kekalahan Amerika Serikat adalah Indonesia. Tentara Amerika kalah perang karena tidak mampu menghadapi serangan gerilyawan Vietcong. Tentara gerilyawan sangat menguasai medan pertempuran di hutan-hutan dan sangat menguasai teknik perang gerilya.

Baca juga: Museum Surabaya


Lalu dari mana gerilyawan Vietcong belajar perang gerilya?

Di sinilah pertanyaan tersebut terjawab di buku ini. Mengutip tulisan Agung Pribadi dalam Kompasiananya: Setelah ditelusuri hasilnya sungguh mengagetkan. Ternyata, beberapa pemimpin gerilyawan Vietcong membaca buku Pokok-Pokok Perang gerilya, karya Jenderal A.H Nasution dan menjadikannya pedoman mereka dalam menetapkan strategi.

ah_nasutionJenderal Abdul Haris Nasution

Vietcong jeli menyadari situasi dan kondisi. Masih menurut mas Agung dalam bukunya, tentara negara beribukota Ho Chi Minh City tersebut tidak berpatokan pada Mao Tse Tung yang juga ahli perang gerilya karena kondisi alam dan masyarakatnya berbeda. Kondisi alam dan masyarakat yang paling mirip dengan Vietnam adalah Indonesia. Karena itu, apa yang tercantum dalam buku Jenderal A.H Nasution bisa diterapkan di Vietnam.


A.H Nasution: Figur Pemikiran Brilian Anak Bangsa

Tentu saja tulisan ini bukan untuk membangga-banggakan sebuah perang dengan jutaan korban. Tetap saja perang adalah bencana, dan kita berdoa agar tidak terjadi lagi. Akan tetapi, fakta di atas menunjukkan bahwa pemikiran anak bangsa Indonesia bisa memengaruhi peta dunia.

Bagaimana menurut kalian? Sangat mengejutkan bukan? Fakta di atas sungguh membuat kita tersentak. Betapa tidak, negara tercinta ini sangat besar pengaruhnya terhadap peta dunia. Penulis sangat piawai dalam menggali fakta, dan mengolahnya menjadi bacaan yang ringan sekaligus mengejutkan.

Baca juga: Vampire Flower

Itu baru satu fakta yang dibeberkan. Masih banyak fakta lain yang tak kalah menarik dan mencengangkan di dalam buku ini. Terlepas dari itu semua, saya ingin mengajak kalian untuk bisa membuat Indonesia bicara di atas dunia.

ilustrasi_perang_vietnamIlustrasi Perang Vietnam

Buku Pokok-Pokok Perang Gerilya, karya Jenderal A.H. Nasution kini juga jadi bacaan referensi militer Amerika untuk menghadapi gerilya. Dari sejarah kita belajar untuk memilih tindakan yang tepat di masa depan. (hal 14)

Dari sejarah kita bisa belajar banyak hal. Bangsa kita punya potensi untuk mengubah dunia. Seperti yang sudah dijabarkan oleh penulis: Kalau dahulu bangsa kita bisa berpengaruh besar, kenapa sekarang tidak? Tentu kita sebagai generasi penerus bangsa, harus mampu mengembalikan kejayaan Indonesia seperti dahulu kala. Tunjukan pada dunia, bahwa kita (baca: Indonesia) bisa unjuk gigi di kancah internasional.

Baca juga: Kuliner Ala Foodtruck

Buku ini bukan sekadar buku sejarah biasa. Tapi buku ini disertai motivasi untuk cinta pada tanah air. Tidak hanya itu, buku ini juga membahas peran dan pengaruh bangsa kita yang belum banyak diketahui.

Selamat Membaca, Artebianz!

gara_gara_indonesia

 

Salam,

Toni Al-Munawwar

Referensi:
Kompasiana Agung Pribadi: Amerika kalah perang di Vietnam, karena Indonesia




Toni Al-Munawwar

Toni Al-Munawwar merupakan nama pena dari Sultoni Solikhon, lulusan terbaik MA. Nasy'atul Khair.

Profil Selengkapnya >>

Review Buku Lainnya

Tulis Komentar
comments powered by Disqus





KATEGORI :




ARTIKEL PILIHAN :




Malaikat Tak Bersayap


Indah Kurnia, Memimpin Tanpa Kehilangan Identitas Sebagai Wanita


To All The Boys I've Loved Before - Siapa Bilang Hati Manusia Hanya Bisa Untuk Satu Orang?


Gone Girl - Ketika Cinta Berakhir, Yang Tersisa Hanyalah Kematian


Happy - Mocca Band (Dinyanyikan Ulang Oleh Aldin)


Bubur Turki Kayseri: Bubur Ayam Versi Spicey


Taman Bungkul - Oase dan Kebanggaan Warga Surabaya


Mengenang Sejarah Dukuh Kemuning Dan Menguak Peninggalan Kepurbakalaannya


Deja Vu: Pesta Ketiga WTF Market di Surabaya (Bagian 2 - End)


Sebuah Wajah, Sebuah Rasa (Bagian Enam)


Cita-Cita Dirgantara


Pupus, Hanyut, Lepas