Happy Little Soul - Belajar Memahami Anak Dengan Penuh Cinta

15 May 2017    View : 1049    By : Nadia Sabila


 Ditulis oleh :  Retno Hening Palupi
Diterbitkan oleh :  Gagas Media
Disunting oleh :  Tesara Rafiantika
Aksara diperiksa oleh :  Ry Azzura
Letak ditata oleh :  Gita Ramayudha
Desain sampul oleh :  Isnina Aryani Hasanah
Ilustrasi isi oleh :  Isnina Aryani Hasanah dan Alzaena Ulya
Diterbitkan pada :  April 2017
Genre :  nonfiction, parenting, slice of life
Jumlah halaman :  200
Harga :  IDR80.000,-
Koleksi :

 Perpustakaan Pribadi

 

"Untuk semua ibu dan calon ibu, dan untuk diri saya sendiri yakinlah ketika Allah memberikan kepercayaan dan menitipkan anak pada kita, Ia pasti juga memberikan kemampuan pada kita untuk membesarkan dan mengasuhnya." - Retno Hening

 

Retno Hening – Kirana: Selebgram Favorit

Happy Little Soul, sebuah buku yang ditulis oleh Retno Hening Palupi. Siapa dia? Dia adalah ibu dari selebgram (selebritas Instagram) bernama Kirana.

Mayesa Hafsah Kirana, itulah nama lengkapnya. Usia Kirana—putri Retno Hening—baru menginjak 3 tahun, tapi kepandaian dan kelucuan tingkah polahnya membuat banyak orang jatuh cinta padanya. Saat review ini saya tulis, pengikut Instagram @retnohening sudah lebih dari 688.000. Saya sendiri menjadi follower setia sejak April 2016 lalu. Saat itu pengikut @retnohening masih sekitar 40.000-an.

Bagaimana pengikut Instagram Retno Hening bisa sebanyak itu padahal bukan artis? Tentu karena Kirana.

Akun @retnohening berisi video dan foto-foto kehidupan si gadis kecil periang itu sehari-hari. Tanpa drama dan polos khas anak-anak. Keluguan dan kecerdasan Kirana membuat banyak orang terkesima. Tak hanya pada Kirana, tapi juga kepada ibunya, Retno Hening. Banyak orang yang salut pada cara Retno Hening mendidik anaknya hingga menjadi balita pandai nan riang gembira. Karena itulah Happy Little Soul lahir.

Merasa bukan ahli parenting dan bukan penulis, Retno memberikan disclaimer bahwa dia hanya berbagi. Tidak ada niat untuk menggurui. Happy Little Soul adalah tentang Kirana. Tentang ibu dan anak. Tentang bagaimana Retno untuk Kirana dan bagaimana Kirana untuk Retno.

Saya ingin selalu jatuh cinta kepada Kirana agar saya selalu bersabar dengan setiap tahap dan proses belajarnya. (hal. 33)

 

 

Pembaca Happy Little Soul

Oke, sebelum mengupas Happy Little Soul lebih jauh, mungkin Artebian akan bertanya-tanya: Jadi, apakah seusia saya cocok membaca buku ini? Saya bahkan belum ada niat untuk menikah, apalagi menjadi ibu. Hehehe....

Untuk yang memang sudah nge-fans sama Kirana, pasti akan penasaran dengan buku ini berapapun usia kalian dan apa pun jenis kelamin kalian. Untuk yang akan atau baru menikah, terutama perempuan karena akan jadi calon ibu, buku ini cocok sekali.

Tetapi, untuk yang tidak nge-fans atau belum tahu, bisa dicoba untuk membaca review-nya dulu. Kalau suka, boleh lanjut membeli bukunya. Kalau tidak, cukup ambil hikmahnya saja Smile

buku

 

 

Happy Little Soul, Buku Parenting?

Bisa ya, bisa bukan.

Ya, karena buku ini menjabarkan bagaimana memahami anak, berkomunikasi dengan mereka, dan apa saja yang perlu diajarkan pada usia-usia tertentu.

* Usia 0-6 bulan, saya menyambut Kirana setiap ia bangun tidur dengan semangat dan tersenyum,"Assalammualaikum Naaak, udah bangun ya?..."

* Usia 6-12 bulan, saya mulai mengenalkan buku pada Kirana. Saya ingin Kirana suka membaca buku walaupun ibunya tidak. (hal. 37)

Retno Hening bukan seorang orangtua tunggal. Dia membesarkan Kirana bersama-sama dengan suaminya, Tatang Budhiharjo, yang tak lain adalah ayah kandung Kirana. Untuk yang sering kepoin IG ibu Kirana, tentu sudah tak asing dengan figur ayah Tatang. Ayah Tatang bekerja di sebuah perusahaan minyak di Muscat, Oman. Karena itulah, Retno dan Kirana sekarang tinggal di Oman.

Ayah yang terkesan sering jail di video-video yang direkam Retno ini pada dasarnya adalah seorang ayah yang penyayang. Happy Little Soul juga menceritakan peran ayah Kirana secara umum. Seorang ayah memang sudah seharusnya membantu istrinya untuk mendidik anak. Minimal membantu menjaga anak saat ibu sedang sibuk.

"...Lalu bagaimana peran suami untuk menjadikan istri sekaligus ibu yang bahagia? Seperti sebuah kutipan yang pernah saya baca, jika ibu bahagia maka seisi rumah bahagia...." (hal 190)

Peran suami dibahas dalam sub bab khusus pada halaman itu. Oleh karena itu buku ini bisa disebut buku parenting.

BUKAN, karena Happy Little Soul ditulis oleh ibu rumah tangga muda yang bukan ahli parenting. Buku ini juga memuat resep-resep masakan sederhana. Cara membuat mainan, dan ilustrasi-ilustrasi yang menggambarkan Retno dan Kirana. Penggemar Kirana seperti saya pasti akan senang sekali karena buku ini juga memuat pindaian tulisan tangan asli Retno dan gambar-gambar 'absurd' karya Kirana. Penggemar-penggemar yang mengirimkan karya gambar mereka tentang Kirana juga dimuat di halaman akhir buku ini.

Bisa juga disebut sebagai flash biography keluarga Retno Hening. Bagaimana dia mengalami keguguran sebelum mempunyai Kirana, sampai dengan Kirana lahir (hal. 3-15). Saya beruntung karena mendapatkan buku melalui pre-order sejak tanggal 1 April 2017 lalu, sehingga dapat bonus lembar Kirana OOTD. Bahkan fashion Kirana pun mendapat penggemar tersendiri.

 

 

Mudahnya Jatuh Cinta Pada Kirana,  Si Balita Ceria

Pada dasarnya, saya memang suka anak-anak. Bagi saya, anak-anak adalah semurni-murninya manusia. Mereka belum mengenal kepalsuan. Saya setuju dengan Jostein Gaarder dalam bukunya Dunia Cecilia. Dalam buku tersebut Gaarder menggambarkan malaikat seperti sosok anak-anak.

Begitupun Kirana, sang malaikat kecil. Setidaknya begitulah Retno Hening menuliskan Kirana.

Happy Little Soul juga menjadi jawaban atas pertanyaan-pertanyaan para follower di Instagram @retnohening. Pernah Retno memposting video yang menampilkan Kirana yang minta makan piza, tetapi tidak dituruti oleh Ibook (panggilan Retno di IG) dengan alasan ada tomatnya.

Follower baru akan bertanya, mengapa Kirana tidak boleh makan tomat? Itu karena Kirana punya alergi yang disebut dengan eksim atau dermatitis atropi. Kulitnya sangat tipis, digaruk sedikit saja bisa berdarah. Kirana menurut walaupun tidak dizinkan makan piza. Padahal anak kecil lain mungkin akan terus merengek. Bagaimana Kirana bisa menurut seperti itu?

Di Happy Little Soul, Retno Hening menjelaskan bahwa ia biasa mengalihkan perhatian Kirana dengan menjelaskan sisi baik lainnya. "Kirana memang ga bisa makan tomat, tapi Kirana bisa makan es krim kan? Yuk, kita makan es krim aja," (hal 166)

Ada juga video yang berisi Kirana minta mainan Tayo dari Korea. Cara meminta Kirana mainan Kirana pun beda dari anak-anak pada umumnya. Terlebih dahulu dia menanyakan, apakah orangtuanya punya uang atau tidak. "Ayah, Kirana mau Tayo, Ayah. Ada duit ndak?" Walaupun ayahnya menjawab punya uang, tetapi ibunya tidak menuruti karena Tayo terlalu mahal dan jauh pengirimannya dari Korea ke Muscat.

Di Happy Little Soul Bab 9: Cara Mengajarkan Kebaikan, Retno Hening menjelaskan semua metode yang dia pakai sehingga Kirana terbiasa meminta dengan cara yang baik. Retno juga menuliskan bahwa apa yang dia ajarkan pada Kirana adalah 'sangu' yang dia peroleh dari mengajar sebuah playgroup di Jogjakarta. Sekolah itu menganut kurikulum berdasarkan teori Stephen R. Covey tentang tujuh kebiasan yang baik diajarkan kepada anak-anak.

buku

 

 

Happy Little Soul Through My Glasses….

Oke, saya tidak akan lebih banyak lagi isi buku ini mengingat banyaknya fans Kirana yang belum bisa mendapatkan Happy Little Soul karena keterbatasan cetak dan banyak permintaan. Nanti dikira saya bikin spoiler... hehehe.

Walaupun tetap bisa dibaca tanpa terlebih dulu mengenal @retnohening di Instagram, ada baiknya melihat postingan-postingannya terlebih dahulu di sana. Kalau ada Artebianz yang tanya, Mengapa Happy Little Soul? Video-Video di IG itulah yang menjawabnya.

Banyak sekali kebaikan yang bisa dipetik dari akun medsos Retno Hening itu. Terlebih lagi, tidak terlalu banyak iklan dan spam karena Retno Hening tidak menerima endorse walaupun follower-nya ratusan ribu. Dan yang terpenting, kita bisa menyaksikan tingkah menggemaskan si tokoh utama: Kirana.

Kembali ke buku, Happy Little Soul mengubah pandangan saya tentang Retno Hening dan anaknya. Dua bab terakhir mendeskripsikan bahwa Retno juga seorang ibu normal, bukan ibu dewa seperti banyak pujian yang membanjiri kolom komentar Instagram-nya. Retno mengakui bahwa mendidik anak sesuai teori tidak bisa sepenuhnya diamalkan.

Dia juga pernah jenuh, marah dan tidak sabar pada Kirana dengan cara yang normal seperti ibu-ibu yang saya temui. Dia pernah emosi dan depresi menghadapi anaknya. Dia pernah membiarkan Kirana makan dengan jalan-jalan saat Kirana sedang susah makan. Bahwa semua itu sangat normal. Kelebihannya, Retno bisa cepat menguasai diri dan paham apa yang harus dilakukan setelahnya. Dia tidak segan meminta maaf pada anaknya.

Tutur bahasa yang digunakan Retno dalam Happy Little Soul sangat ringan. Tidak ada istilah-istilah sulit dan mudah sekali dipahami. Peran suami atau Ayah Kirana, dia gambarkan dengan mengangkat kisah yang lucu. Tentang masih adanya salah komunikasi antara suami-istri muda yang sedang menjalankan peran sebagai orangtua. Sehingga setelah membacanya, orang akan berpikir: "Ya ampun, ternyata sama saja seperti saya!

Selain itu, Happy Little Soul dikemas dengan sangat menyenangkan. Penuh warna dan gambar-gambar ilustrasi dengan warna kontras, sangat mewakili dunia anak yang ceria. Sayangnya, buku ini belum punya daftar isi dan tidak ada biografi penulis seperti yang saya harapkan. Epilog diisi dengan karya-karya dari #TemanMainKirana.

Happy Little Soul terinspirasi dari kehadiran Kirana. Buku ini adalah tentang dirinya. Kelak, saat Kirana sudah dewasa dan membaca buku ini, saya yakin dia akan menitikkan air mata haru, betapa banyak cinta untuknya dan betapa ibu adalah semesta.


Tag :


Nadia Sabila

Nadia Sabila adalah seorang jurnalis yang menggandrungi travelling dan makanan pedas.

Profil Selengkapnya >>

Review Buku Lainnya

Tulis Komentar
comments powered by Disqus





KATEGORI :




ARTIKEL PILIHAN :




Ayah Dan Hari Ayah


Lalu Abdul Fatah - Profesi, Delusi, dan Identitas Diri


Lockwood & Co.: Screaming Staircase - Misteri Jeritan di Undakan Rumah Berhantu


The Fault in Our Stars - Secercah Kebahagiaan dalam Duka


Reason - Eva Celia: Sebuah Penemuan Jati Diri


Dari Surga Belanja Menjadi Surga Makanan, Kedai Tunjungan City


Libreria Eatery - Tempat Pas untuk Memberi Makan Perut dan Otak


Jejak Kaki Artebia: Menyusuri Sejarah Surabaya Edisi Siola


Deja Vu: Pesta Ketiga WTF Market di Surabaya (Bagian 2 - End)


Sebuah Wajah, Sebuah Rasa (Bagian Kedua)


Cita-Cita Dirgantara


Nyata dan Ilusi