Happiness Is.... You - Blogtour dan Giveaway

27 Jan 2017    View : 825    By : Niratisaya


Ditulis oleh

:  Clara Canceriana
Diterbitkan oleh :  Bentang Pustaka
Disunting oleh :  Hutami Suryaningtyas
Aksara diperiksa oleh :  Intan Puspa dan Mia
Aksara ditata oleh :  Nuruzzaman dan Rio
Desain sampul oleh :  Boby Erianto
Desain isi oleh :  Adipagi
Diterbitkan pada :  Desember 2016
Genre :  fiction, young adult, romance, drama, mellow, slice of life, sport
Jumlah halaman :  288
Harga :  IDR59.000,-
Koleksi :

 Perpustakaan Artebia - Kerja Sama dengan Clara Canceriana dan Bentang Pustaka

Bukan hal mudah menulis sebuah cerita. Bukan perkara mudah pula ketika seorang penulis mesti menceritakan elemen lain di dalamnya (olahraga, pekerjaan yang nggak umum, dan lain-lain). Ada banyak hal yang harus dipertimbangkan seorang penulis. Salah satu di antaranya adalah pembaca. How well does the reader would accept it?

Dan kebetulan, saya mendapatkan tawaran untuk mencicipi Happiness is You. Sebuah novel bergenre olahraga langsung dari penulisnya: Clara Canceriana.

Glove and BallSumber: bkacontent.com

Here’s a glimpse of the game before we really dive into the story and characters.

“… perasaan suka itu perasaan yang muncul ketika lo jujur sama diri lo.” (hal. 77)

Nggak ada yang tahu bagaimana sebuah persahabatan dimulai. Beberapa harus menunggu. Beberapa saling menemukan. Seperti Aloy, Keira, dan Arsen yang saling menemukan dalam olahraga baseball. Aloy dan Arsen sebagai pasangan battery (sebutan untuk pasangan catcher dan pitcher), sementara Keira menjadi penyemangat mereka.

Keira selalu hadir setiap kali Berjaya, klub baseball tempat Aloy dan Arsen bergabung, bertanding—tiap kali kedua temannya berlatih. Tapi, siapa pun tahu, Keira nggak datang hanya untuk melihat bagaimana kakaknya (Remi) melatih. Dia juga nggak datang untuk melihat perkembangan Aloy dan Arsen.

Siapa pun tahu, Keira datang khusus untuk Aloy. Siapa pun bisa merasakan ada sesuatu yang lain antara Keira dan Aloy di luar persahabatan mereka.

Keira nggak mengerti apa yang membuatnya selalu ingin berada di dekat Aloy. Apa yang membuatnya mengerti dan menerima Aloy apa adanya. Demikian pula dengan Aloy. Kenapa mau melakukan berbagai hal yang sebenarnya nggak disukai demi Keira?

Aloy dan Keira hanya tahu bahwa mereka terikat janji yang dibuat keduanya saat Keira dilarang bermain baseball lagi. Aloy berjanji untuk menjadi pitcher terbaik dan ikut APT (Asia Pacific Tournament).

Sampai Arsen masuk di antara hubungan pribadi antara Aloy dan Keira, mengubah dinamika hubungan ketiganya.

“Kalau… kalau memang lo dan Aloy nggak ada apa-apa.” Arsen berkali-kali menelan ludah, membuat kalimatnya terputus-putus. “Lo mau terima orang lain buat jadi cowok lo?” (hal. 59)

Seketika semua nggak lagi sama di antara Aloy, Keira, dan Arsen. Sementara Arsen menemukan kehangatan dalam sosok Keira, Aloy kehilangan sanctuary-nya. Sesuatu yang dikira Aloy akan dimilikinya selamanya.

Di setiap detik Keira menghabiskan waktu bersama Arsen, pada saat yang sama satu per satu di dunia Aloy runtuh. Aloy kehilangan posisinya di lapangan, semangat bermain baseball, dan yang terburuk dia nggak tahu lagi alasannya melangkah dalam hidup.

“Kalau lo suka sama adik gue, lo harus usaha. Lo harus tunjukin dan kasih tahu Kei kalau lo suka dia.” (hal. 80)

Hit
Sumber: nosotrash.com

Baca juga: Apa Pun Selain Hujan

 

 

Happiness is You: Inside the Game

Membaca blurb Happiness Is You atau cuplikan sebelumnya, Artebianz pasti bisa menduga kalau novel ini menyajikan cerita romance yang kental selain persahabatan, berbonus plot padat persaingan cinta.

Semula, saya pribadi membayangkan novel ini nggak akan berbeda dengan novel romance pada umumnya.

But I was wrong.

Di halaman pertama saya sebagai pembaca nggak diseret masuk ke dalam dunia persahabatan bercampur cinta antara Aloy dan Keira. Sebaliknya, saya lebih dulu diajak masuk ke dunia persahabatan pitcher dan catcher ala Aloy dan Keira, kemudian melihat di mana posisi Keira.

Arsen merangkul Aloy dan menepuk pundak cowok itu dengan tatapan bangga.

Keduanya melangkah beriringan untuk keluar dari lapangan. Begitu tiba di tepi lapangan, langkah mereka terhenti. Keira berdiri lima langkah dari balik pagar bermotif wajik. Dia tampak tersenyum lebar. Keduanya sama-sama membalas senyuman Keira. (hal. 6)

Dari kutipan di atas, meski menyukai gadis yang sama baik Arsen maupun Aloy nggak ditampilkan saling gontok-gontokan atau membuat persaingan konyol. Sebaliknya, keduanya tampak memiliki harmoni yang selaras. Kita bisa melihatnya lewat pemilihan kata “keduanya” yang digunakan Clara, which fit with the term of battery in baseball.

Tentu saja, gaya penceritaan Clara ini kemudian berpengaruh pada karakterisasi para tokoh.

Aloy LookalikeAloy. Oh, Aloy. Seberapa sering saya bertemu dengan sosok semacam Aloy? Bisa dibilang jarang.

Not only he has a cool name (Aloysius), he also has this weird combination of aloof and friendly character. Meski berteman baik dengan Keira dan saling mengenal kebiasaan satu sama lain, Aloy juga nggak mengenal baik satu-satunya orang yang mau menerima sifat egoisnya.

Artebianz bisa baca kutipan terakhir di cuplikan Happiness Is You dan melihat betapa egoisnya Aloy. Mau dicintai dan menerima pengorbanan orang lain, tapi sulit membalas atau menunjukkan dengan jelas bagaimana perasaannya.

To meet this kind of main character in your reading is quite refreshing.

Karakter menarik lainnya adalah Arsen.

Arsen adalah salah satu orang yang menangkap perasaan yang disembunyikan Keira dan Aloy. Read the part where Arsen said “mau terima orang lain buat jadi cowok lo?” di halaman 59.

Terlihat kalau kemungkinan besar Arsen paham bahwa perasaan Keira hanya untuk Aloy, walau gadis itu sering menghadiri pertandingan Berjaya, dia hanya hadir untuk Aloy. Tapi nggak seperti Aloy, Arsen berani melewati gray zone yang membatasi hubungan percintaan dan persahabatan.

Walhasil, ketimbang membaca sebuah novel, rasa-rasanya, saya sedang membaca skrip drama seri Jepang.

Baca juga: Marugame Udon, Mi Khas Jepang

 

 

Happiness Is You: Game Set

Seperti yang sudah saya sebutkan sebelumnya, nggak mudah menulis novel yang memadukan elemen lain sebagai latar. Yah, cukup mudah, secara teknik. Tapi di luar teknik, ada hal-hal lain yang harus dipertimbangkan. Salah satu yang penting dan pelik adalah pembaca.

Kadang menggabungkan elemen lain dalam cerita bisa jadi hal yang menarik, tapi juga bisa menjebak dan berakhir dengan ditutupnya novel itu—dikembalikan ke rak buku, lalu dilupakan.

Tapi, pengalaman membaca Happiness Is You membuktikan sebaliknya.

As a reader, I was tremendiously satisfied with the story, invested into the characters, and every baseball game written in it.

Saya merekomendasikan Happiness Is You untuk Artebianz yang pengin bacaan heart-warming.

Penasaran sama rating saya? Intip di sini.

Nah, kalau Artebianz penasaran sama Happiness Is You dan bagaimana nasib persahabatan dan percintaan ketiga tokohnya, kamu berkesempatan untuk memenangkan satu eksemplar novel bertema olahraga karya Clara Canceriana. Nggak cuma itu, kamu juga bisa memenangkan hand bag dan key holder Rilakkuma.

Now, I know that reading what will you get in this giveaway will make you happy—yeah, happiness is winning this giveaway Smile

Tapi, apa sih yang membuat Artebia harus give away satu eksemplar dan goodies Happiness Is You ke kamu?

Tulis alasan kamu di kolom komen di bawah, lalu klik link blogtour dan giveaway Happiness Is You.

Semoga beruntung!

 

 

Your book curator,

N


Tag :


niratisaya
Niratisaya a.k.a Kuntari P. Januwarsi (KP Januwarsi). Seorang penulis, editor, dan penerjemah. Profil Selengkapnya >>

Review Buku Lainnya

Tulis Komentar
comments powered by Disqus




KATEGORI :




ARTIKEL PILIHAN :


Filosofi Pohon Pisang Pada Hubungan Ayah Dan Anak


Widyoseno Estitoyo: Pebisnis Muda, Aktivis Sosial, Dan Pekerja Seni


Stand By Me Doraemon


Sugar - Maroon 5: Kejutan Manis Di Pesta Pernikahan


Terbang Dengan Kursi Mabur Di Sindu Kusuma Edupark


Wakul Suroboyo - Berwisata Kuliner Khas Surabaya di Satu Tempat


Lembah Rolak


Adiwarna 2016: Refraksi - Changing Your Perspective


Twist and Shout (Part 2)


Sebuah Wajah, Sebuah Rasa (Bagian Enam)


Jalan Setail di Malam Ini