Rahasia Suami dan Istri Pembawa Rezeki - Agar Menjadi Suami Idaman Istri

19 May 2017    View : 275    By : Nunu Nugraha


Ditulis oleh :  Agoes Noer Che
Diterbitkan oleh :  Mizania
Diterbitkan pada :  November 2016 (cetakan pertama)
Genre :  nonfiction, life, self-help, self-motivation
Jumlah halaman :  160
Harga :  IDR49.000,-
Koleksi :

 Perpustakaan Pribadi

 

Apakah engkau orang yang sedang mencari pasangan yang ingin kau nikahi, tetapi masih ragu, karakter pasangan seperti apakah yang mampu mendatangkan rezeki melimpah bagimu? Atau engkau adalah pasangan yang sudah menikah, tetapi masih gamang menunggu janji Allah atas limpahan rezeki bagi orang-orang yang sudah menikah, sementara engkau masih hidup susah sampai sekarang?

Tenang, buku ini menyajikan rahasia karakter suami-istri pembawa rezeki sekaligus rahasia-rahasia rezeki Allah bagi orang-orang yang sudah menikah. Apa saja karakter suami-istri yang harus dilakukan, semuanya akan engkau temui di dalam buku ini. Mudah-mudahan buku ini menjadi jawaban bagi engkau yang masih gamang mencari pasangan yang ideal atau engkau yang mencari-cari jawaban mengapa rezeki Allah tidak kunjung melimpah terhadap rumah tanggamu.

Yuk, temukan karaktermu di dalam buku ini!

 

Hidup yang bahagia adalah keinginan setiap orang di dunia ini. Dan setiap orang punya ukuran tersendiri tentang definisi bahagia tersebut. Ada yang menganggap, bahwa hidup yang bahagia adalah hidup yang serba berkecukupan. Mapan di segala bidang. Karier yang cemerlang, harta yang melimpah, gelar yang mentereng—dan kecerdasan yang gemilang—serta sederet hal lainnya, termasuk memiliki pasangan hidup—suami-istri—yang cantik dan rupawan.

Jelas, definisi itu tentu saja sangat mewakili setiap kita memandang sebuah kebahagiaan, lazimnya, umumnya, kebanyakannya, kendati tak seluruhnya demikian. Terlebih, jika memang kebahagiaan itu diartikan seperti itu, misalnya. Namun dalam proses menempuh kebahagiaan tersebut ternyata menggunakana cara-cara yang tidak baik, pertanyaan yang muncul ke permukaan, apakah memang kita telah begitu bahagia dan merasa tenang-tenang saja?

Sungguh miris jika memang sikap kita merasa tenang-tenang saja atas apa yang kita peroleh itu. Berarti kita memang telah dibutakan dengan urusan keduniawian dan lupa, bahwa apa yang kita peroleh itu hanyalah sebuah titipan. Apalagi didapat dengan cara-cara yang licik, instan, dan tanpa proses, dia bisa berupa menipu, menyalahgunakan kekuasaan, korupsi—dan sebagainya, lalu kita menyerahkannya pada keluarga kita, anak-anak kita, istri kita, sehingga mendarah daging dalam tubuh mereka, apakah kita akan merasa tenang? Tentu saja tidak. Tidak akan tenang. Selamanya kita akan diteror dengan kegelisahan dan kegelisahan.

Lain cerita jika yang kita dapatkan, sekalipun itu kecil jumlahnya—dan bisa jadi tak seberapa nilainya. Namun, lain ceritanya kalau rezeki itu diperoleh dengan cara yang baik. Kita akan merasa tenang, nyaman sekaligus bahagia, berarti ada keberkahan di sana. Ada ridha Allah di dalamnya.

Hal demikian, tentu sangatlah kita idam-idamkan. Terlebih bagi kita yang memang telah memiliki pasangan hidup. Memiliki harta berlimpah, karir cemerlang, gelar berderet, istri yang cantik dan shalihah, tentu adalah dambaan setiap kita. Lengkap sudah kebahagiaan kita rasanya. Namun, untuk apa, jika kita menghidupi pasangan hidup kita, anak-anak kita oleh harta yang tidak berkah? Bukankah kita memang menginginkan keberkahan sekaligus kebahagiaan? Untuk apa banyak harta, kalau diperoleh dengan cara dusta?

Secara gamblang, buku ini berusaha mendedah rahasia-rahasia membuka pintu langit, membuka pintu rezeki, sekaligus rahasia agar memperoleh kebahagiaan dan keberkahan hidup bersama pasangan, dan lebih dari itu akan menjadikan setiap kita, khususnya suami, menjadi idaman bagi istrinya.

Hal yang perlu dicatat dalam-dalam, khususnya bagi kita para suami, kepala rumah tangga, bahwa rahasia agar rezeki lancar dan barakah adalah seorang suami dan istri itu harus taat kepada Allah dan rasul-Nya. Karena ketaatan akan membawa pada keridhaan dan keridhaan akan membawa pada kemurahan, cinta dan kasih sayang Allah (halaman 14).

Dan Allah menjanjikan tiga hal bagi suami-istri yang taat pada Allah. Pertama, Allah memudahkan dan memberinya jalan keluar dari masalah-masalah yang menimpanya, terutama masalah ekonomi dalam dalam rumah tangganya. Kedua, Allah memberikan rezeki yang tidak disangka-sangka. Dan ketiga mencukupkan keperluannya (halaman 18).

Sangat benderang sekali, bahwa lagi-lagi hal yang patut kita renungkan adalah ketaatan kita pada Sang pencipta, Allah swt. Kita dituntut untuk taat dan patuh terhadap apa-apa yang diperintah oleh-Nya, dan bagi yang taat, sangat benderang bahwa Allah akan mendatangkan rezeki yang tidak disangka-sangka dan akan mencukupkan keperluannya.

Kriteria lainnya adalah seorang suami harus menjalankan kewajibannya kepada istri dengan baik.

Yang dimaksud kewajiban itu adalah memberi nafkah. Dan pastinya dalam memenuhi nafkah itu dilakukan dengan cara yang benar. Inilah yang akan membuat rezeki tersebut barakah—membawa manfaat dan kebahagiaan.  Selain suami yang harus memenuhi kewajiban, seorang istri juga harus menaati suami. Karena itu juga merupakan kunci pembawa rezeki. Allah menjamin rezeki yang melimpah dengan ridha-Nya bagi para istri yang taat pada suaminya.

Baca juga: Memahami Esensi Bersyukur dalam Tuhan, Maaf, Kami Belum Bersyukur


Tag :


Nunu Nugraha

Nunu Nugraha adalah alumni Institut Agama Islam Darussalam (IAID) yang memiliki hobi menjelajahi alam dan membaca buku.

Profil Selengkapnya >>

Review Buku Lainnya

Tulis Komentar
comments powered by Disqus





KATEGORI :




ARTIKEL PILIHAN :




Raga Senja Berjiwa Fajar: Sebuah Renungan Kemerdekaan Untuk Pemuda


Widyoseno Estitoyo: Pebisnis Muda, Aktivis Sosial, Dan Pekerja Seni


Surat Panjang Tentang Jarak Kita yang Jutaan Tahun Cahaya


Siti - Perempuan dan Dalamnya Hati




Warung Wulan - Resto All You Can Eat Murah Meriah


Kedai Es Krim Zangrandi - Sejak 1930


Menikmati Sepetak Keindahan Bali di Tegal Wangi


Literasi Oktober: Goodreads Surabaya, Faisal Oddang, dan Puya ke Puya


Sebuah Wajah, Sebuah Rasa (Bagian Ketiga)


Angel's Smile


Hati Terlelap Bahagia