Jodoh Pilihan Hati - Kiat Menjemput Jodoh

19 Jul 2017    View : 1273    By : Toni Al-Munawwar


Ditulis oleh  :  Ikhsanun Kamil & Foezi Citra Cuaca
Diterbitkan oleh :  Mizania
Diterbitkan pada :  1 Maret 2017
Genre :  nonfiction, love, philosophy, motivation
Jumlah halaman :  237
ISBN :  978-602-418-099-7
Harga :  IDR85.000,-
Koleksi :

 Perpustakaan Pribadi

 

"Mengajukan diri kepadamu tentang mimpi yang ingin kuukir bersama,

tentu perlu keselarasan hati dan logika di dalamnya.”

“Jodohku, inilah proposal nikahku, yang merangkum segala tentangku,

meskipun tak sempurna, karena kan sempurna bila bersatu

dengan proposal nikahmu.”

Pernikahan adalah suatu keputusan besar dalam hidup, menjalaninya tentu harus dengan pasangan yang tepat. Bukan hanya sekadar bahagia menjadi tujuan, melainkan keberkahan dari Allah. Ikhtiarnya diawali dengan memilih pasangan idaman, yang tepat sesuai kebutuhan diri.

Buku ini, yang juga karya penulis bestseller Jodoh Dunia Akhirat, mengulas tentang sejumlah tips memilih pasangan yang tepat:

Bagaimana mengenali karakter dan kepribadian diri sendiri dan kebutuhannya akan pasangan.
Bagaimana mencocokkan diri sendiri dan calon pasangan agar selaras visi misi pernikahan.
Bagaimana proses saling melengkapi antara diri dan calon pasangan
Bagaimana menghadapi konflik karena banyaknya perbedaan.

Siapkah Anda menjemput berkahnya pernikahan dengan pasangan idaman? Bacalah buku ini hingga tuntas, Anda akan mendapatkan pencerahan dan kesiapan untuk memilih pasangan yang tepat, sehingga bisa diperjuangkan untuk menjadi jodoh dunia akhirat.

 

Perkara jodoh memang gampang-gampang susah. Ada yang cepat juga lambat. Semua itu seperti misteri. Ya, jodoh selalu dikaitkan dengan satu kata itu. Setiap insan tentu ingin mendapatkan pasangan yang terbaik, yang akan menemaninya baik di dunia maupun akhirat. Buku Jodoh Pilihan Hati menjelaskan bagaimana ikhtiar dalam menjemput jodoh dunia akhirat.

Dalam Kitab Al-Ruh, Ibn Al-Qayyim menyebutkan bahwa, “Seseorang akan bersama orang yang dicintainya di tiga tempat ini (dunia, barzakh, dan akhirat)” (hal 22). Jadi, jodoh itu dijemput, bukan dinanti.

Jodoh dunia akhirat perlu diikhtiarkan, diciptakan, dan diperjuangkan, baik sebelum menikah maupun saat menjalani pernikahan kelak. Untuk memudahkan dalam berjuang, tentu kita pun perlu memiliki partner berjuang yang solid. Yang satu visi dan misi. Karenanya, kita harus memilih pasangan yang tepat (hal 22-23).

Buku ini juga memberikan 3 kiat untuk menjemput jodoh dunia akhirat. Yaitu dengan cleansing, upgrading, dan selecting.

Baca juga: Menikah ... Tuntunan Agama atau Tuntutan Masyarakat

Jodoh Pilihan Hati

Cleansing, yaitu proses bersuci atau pembersihan diri. Ibaratnya kita terkena najis, dan ingin shalat, Allah memerintahkan kita untuk berwudhu terlebih dahulu. Begitu halnya dengan menikah, yang merupakah ibadah mahdhah, yang sudah jelas aturan-aturannya, bahkan berpahala seperti sempurnanya separuh agama. Maka, suatu kebutuhan bila akan menikah, kita juga perlu bersuci terlebih dahulu dari segala dosa yang pernah dilakukan di masa lalu.

Dosa-dosa yang secara tidak sadar belum kita maafkan, dan ternyata menghambat pertemuan dengan jodoh.

Upgrading, yaitu pemenuhan perbekalan diri untuk menjalani pernikahan. Bila pernikahan laiknya naik gunung, packing yang dilakukan akan menentukan kualitas kelayakan diri dalan menjalani terjal, berliku, dan kecuraman pernikahan.

Upgrading meliputi pemantasan diri kita terhadap Allah agar layak disandingkan dengan jodoh nanti.

Selecting, tahap bagaimana memilih dan menentukan siapa yang akan menjadi pasangan sejati untuk diri. Bukan sekadar asal pilih, asal ada, ataupun asal cinta. Karena tentunya pasangan yang dipilih untuk menikah dengan kita adalah ia yang akan menjalani kehidupan pernikahan seumur hidup dengan diri kita. Dalam selecting ini kita memang akan memilih jodoh yang akan dinikahi.

Namun, karena pernikahan yang diharapkan terjadi hanya sekali seumur hidup, dalam memilih jodoh tak bisa asal pilih. Ada beberapa kaidah yang perlu diperhatikan untuk memilih pasangan, melangkah bersama menuju surga-Nya (hal 24-27).

Jadi, dalam pencarian jodoh, kita tidak bisa asal-asalan. Sebab, pernikahan adalah sebuah proses yang menyatukan dua insan yang saling mencinta, dan ini semestinya terjadi hanya sekali seumur hidup. Sebelum melangkah lebih jauh lagi, ada baiknya kita lihat dulu diri sendiri sudah siapkah atau pantaskah kita menjemput atau mencari jodoh idaman? Jika belum, maka perbaiki diri terlebih dahulu. Coba 3 tip yang diuraikan dalam buku ini meliputi cleansing, uprgading, dan selecting.

Nah, setelah diri bersih dari kesalahan maupun dosa, kita dianjurkan untuk meningatkan kualitas diri agar saat bertemu jodohnya sudah pantas dan siap. Jangan asal pilih juga, sebab pernikahan itu bukan sebuah perminan yang bisa gonta-ganti pasangan kapan saja. Carilah yang se-visi dan misi agar mudah saat menjalani kehidupan rumah tangga.

Baca juga: Kalapuna Milik Danila

 

 

Sumber header: bukucanunfufu.blogspot.com


Tag :


Toni Al-Munawwar

Toni Al-Munawwar merupakan nama pena dari Sultoni Solikhon, lulusan terbaik MA. Nasy'atul Khair.

Profil Selengkapnya >>

Review Buku Lainnya

Tulis Komentar
comments powered by Disqus





KATEGORI :




ARTIKEL PILIHAN :




Stigma dan Tradisi: Menikah - Antara Tuntunan Agama dan Tuntutan Masyarakat


Voici - Duo Multi Talenta Dari Surabaya


Priceless Moment - Yang Disisakan Waktu Ketika Ia Berlalu


Billionaire a.k.a Top Secret: Kisah Sukses Seorang Pengusaha Muda


How Deep Is Your Love - Calvin Harris: Dalamnya Cinta Lewat Deep House Music


Rujak Cingur Ala Bu Dah


Taman Apsari, Keteduhan di Tengah Hiruk Pikuk Kota


Banyu Anjlok - Pantai Bolu-Bolu - Keletekan: Sekali Dayung Dua Tiga Pulau Terlampaui


Nasib Literasi di Era Digitalisasi


Sebuah Wajah, Sebuah Rasa (Bagian Empat)


Kisah Tentang Himawari


Sajak Orang Rantau