Legend of Sleepy Hollow - Cerita Horor Negeri Paman Sam

19 Sep 2017    View : 180    By : Saiful Fawait


Ditulis oleh  Washington Irving, Edgar Allan Poe, dan penulis lainnya.
Diterbitkan oleh  Qanita
Diterbitkan pada  November, 2015
Genre  nonfiksi, tavel-writing, perjalanan, budaya, autobiografi
Jumlah halaman  311
Nomor ISBN  978-602-1637-93-7
Koleksi  Perpustakaan Pribadi

 

Ichabod Crane, pemuda miskin yang bekerja sebagai guru di desa terpencil Sleepy Hollow, berniat meminang gadis tercantik dan terkaya di desa itu, Katrina van Tassel. Penduduk desa menakuti-nakutinya dengan kisah seram tentang Penunggang Kuda Tanpa Kepala, namun Ichabod tidak gentar. Suatu malam, sepulangnya dari pesta di rumah Katrina, Ichabod menyaksikan sendiri penampakan sosok mengerikan itu. Ichabod sedang berusaha meloloskan diri dari kejaran sosok itu ketika sesuatu dilemparkan ke arahnya. Dan itu adalah sebuah kepala…


Selain The Legend of Sleepy Hollow, simak pula kisah-kisah mencekam lainnya dalam buku ini: The Fall of The House of Usher dan The Cask of Amontillado karya Edgar Allan Poe, Rappaccini’s Daughter karya Nathaniel Hawthorne, serta The Turn of The Screw karya Henry James. Kelima kisah horor dari para penulis ternama ini mewakili yang terbaik dari abad ke-18, suatu mahakarya yang tak boleh dilewatkan oleh para pencinta genre klasik.

 

Cerita horor terkadang menjadi sesuatu yang menantang bagi para manusia ‘pemberani’. Meskipun memasuki abad modern, cerita bergenre makhluk halus masih banyak diperbincangkan dalam sebuah perkumpulan-perkumpulan kecil, dan menjadi semacam hiasan dalam pos-pos ronda malam yang sering dilakukan oleh penduduk desa. Kisah-kisah yang sulit dijelaskan secara logika ini memang sangat tepat ketika diceritakan pada paruh malam yang hanya ditemani suara rintihan jangkrik dan bunyi sesuatu di balik semak-semak, kepulan asap api unggun menyisakan bayang-bayang yang menari-nari seperti hantu. Suasana remang-remang tersebut cukup membuat bulu kuduk meremang.

Terlepas dari benar tidaknya tentang keberadaan sesosok hantu, yang jelas cerita horor banyak disukai oleh masyarakat. Tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di luar negeri. Beberapa orang memilih mendokumentasikan cerita horor melalui film-film yang biasa ditayangkan dalam acara televisi, sedangkan sebagian yang lain mengarsipkannya dalam sebuah catatan kecil atau bahkan berbentuk buku.

Sleepy Hollow

Salah satu penulis luar negeri yang dianggap berkontribusi besar dalam genre misteri adalah Edgar Allan Poe, salah satu bukti adalah namanya sempat diabadikan sebagai nama penghargaan organisasi Mystery Writers of America, Edgar Award. Selain itu, ada nama Washington Irving yang salah satu karyanya dengan judul  The Legend of Sleepy Hollow telah berulang-ulang diadaptasi ke dalam bentuk film dan pertunjukan teater. Salah satunya film layar lebar berjudul Sleepy Hollow yang diliris pada 1999.

Para penikmat horor bisa menikmati salah satu karya dari kedua penulis ternama tersebut dalam buku ini, The Legend of Sleepy Hollow yang ditulis oleh Washington Irving menceritakan tentang pertemuan seorang lelaki muda yang bernama Ichabod Crane dengan hantu penunggang kuda tanpa kepala. Ichabod terpaksa tinggal di daerah yang terkenal sangat angker, sebuah desa yang terdapat di lembah kecil di antara bukit-bukit tinggi, yang menjadi salah satu tempat tersunyi di dunia. Ia sedang menjalankan tugas suci untuk mengajari anak-anak yang tinggal di sana. Agar betah ia harus selalu memacu keberaniannya untuk mengahadapi berbagai penampakan aneh.

Arwah yang dianggap paling kuat dan selalu menghantui daerah tersebut adalah penampakan sosok berkuda tanpa kepala, yang sering berjalan-jalan di jembatan yang menuju gereja.

Di suatu malam yang sangat mencekam, Ichabod berjalan-jalan di lembah kecil tersebut ditemani Gunpowder, nama kuda kesayangannya. Tanpa disadari, ternyata di belakangnya ada seseorang yang menunggangi kuda sedang membuntutinya. Ia terperangah saat menyadari bahwa sosok yang membuntutinya itu bukanlah manusia, dia tidak berkepala. Kengeriannya semakin bertambah ketika ia melihat kepala itu tergantung di pelana kudanya. Menyadari hal itu, ia langsung memacu dan menendang Gunpowder, agar dapat meninggalkan sosok misterius tersebut. Namun apa yang terjadi, sesampainya di sisi jembatan yang menuju sebuah gereja, sang hantu tiba-tiba berdiri di pijakan kakinya, bersiap-siap melemparkan tengkoraknya. Secepat kilat tengkorak tersebut menghantam kepala Ichabod. Ia terjerembap ke tanah dan tiba-tiba dunia menjadi gelap. Sampai saat ini jenazah Ichabod masih belum ditemukan, warga sekitar memercayai bahwa sang guru tersebut telah diculik oleh hantu sang penunggang kuda tanpa kepala (hal. 50).

Konon, sang penunggang kuda tanpa kepala, merupakan hantu prajurit Hessia, yang kepalanya hancur dihantam peluru meriam, dalam sebuah pertempuran saat Perang Revolusi, yang menurut sebagian penduduk desa jenazah sang prajurit dikubur di halaman gereja, dan setiap malam mendatangi lokasi pertempuran untuk mencari kepalanya (hal. 12). Jika cerita semacam ini memang benar terjadi dan benar adanya, maka semoga di sekitar Kampung Melayu tidak ada penampakan-penampakan aneh, dan semoga tidak ada hantu teroris yang tak berkepala.

Sementara itu, Edgar Allan Poe yang dikenal sebagai pencipta kisah detektif modern menulis tentang kisah seorang pemuda yang dihantui arwah saudara kembarnya "The Fall of the House of Usher", dan satu judul lain "The Cask of Amontillado", yang mengisahkan pembalasan dendam seorang lelaki. Selain tiga kisah mengerikan di atas, ada dua kisah lain yang juga mampu membuat bulu kuduk tetap berdiri, yaitu kisah tentang kengerian sains yang keblinger (sesat) "Rappaccini’s Daughter" yang ditulis oleh Nathaniel Hawthorne. Serta yang terakhir adalah karya Henry James yang mengisahkan tentang jurnal seorang wanita muda yang berusaha menyelamatkan kedua muridnya dari cengkeraman hantu jahat "The Turn of the Screw". Kisah ini juga beberapa kali difilmkan, salah satunya rilis pada tahun 1999. Kelima kisah horor klasik tersebut ditulis oleh para penulis terkenal yang berasal dari Negeri Paman Sam.


Tag :


Saiful Fawait

Saiful Fawait adalah seorang pelajar dari pulau yang terkenal dengan lahan garam dan karapan sapinya.

Profil Selengkapnya >>

Review Buku Lainnya

Tulis Komentar
comments powered by Disqus





KATEGORI :




ARTIKEL PILIHAN :




Stigma dan Tradisi: Menikah - Antara Tuntunan Agama dan Tuntutan Masyarakat


Bicara Tentang Orizuka - Menulis Adalah Passion, Bukan Occupation


Jalan-Jalan (Meraih) Surga


The Voices - Komedi Kelam tentang Suara-Suara di Kepala Kita


Gambaran Cinta dalam Potret Sendu Lirik Lagu Eyes, Nose, Lips Versi Tablo


Nikmatnya Sop Buntut di


Perpustakaan Bank Indonesia, Surabaya - Perpustakaan Umum Senyaman Perpustakaan Pribadi


Santosa Stable Horse Riding, Kendal: Berkuda Dan Legenda


Literasi Februari: GRI Regional Surabaya, Gol A Gong, dan Tias Tatanka


Sebuah Wajah, Sebuah Rasa (Bagian Kedua)


Tiga Puluh Tahunan (Part 1)


Tentang Waktu