Tentang Kamu - Kisah Tentang Kesabaran Seorang Perempuan

22 May 2018    View : 405    By : Toni Al-Munawwar


Judul buku :  Tentang kamu
Ditulis oleh :  Tere Liye
Diterbitkan oleh :  Republika
Diterbitkan pada :  Oktober 2016
Jumlah halaman :  530
ISBN :  978-602-0822-34-1

 

Kemampuan Tere Liye dalam menulis, memang sudah tidak diragukan lagi. Banyak dari karya-karyanya mengalami cetak ulang dan sebagian besar berlabel best seller. Kali ini, Tere Liye menerbitkan novel terbarunya berjudul Tentang Kamu.

Berbeda dengan novel-novel sebelumnya yang membahas tentang masalah percintaan, melalui novel Tentang Kamu, Tere Liye bercerita tentang perjuangan seorang perempuan untuk bertahan dan bersabar dalam menhadapi masalah.

Adalah Sri Ningsih, perempuan kuat dan sabar yang akan diceritakan Tere Liye. Awal mula kehidupan gadis kecil ini tidak jauh berbeda dengan anak-anak yang lain. Hidupnya ceria dan penuh kegembiraan. Namun, semua itu mendadak sirna, saat Sri kecil mendapat kabar buruk: bapaknya meninggal di perairan Bali (hal 100). Kenyataan itu sungguh berat bagi gadis kecil seperti dia. Belum lagi, sikap sang ibu tiri yang menyalahkannya atas kematian sang bapak, membuat hidupnya semakin rumit. Gadis kecil itu tidak mempermasalahkan bila harus hidup miskin. Tetapi sikap ibu tirinyalah yang membuat dia tidak bisa bertahan. Sosok ibu yang seharusnya bisa memberikan perhatian dan kasih sayang dengan baik, mendadak hal itu seperti mimpi di siang bolong ketika sang ibu tiri mendengar berita kematian suaminya.

“Berhari-hari berlalu dalam kesedihan, bermalam-malam meratapi nasib yang begitu kejam membuatnya janda, Nusi Maratta mendadak menjadi amat benci kepada anak tirinya. Nusi melampiaskan seluruh gusar dan marahnya kepada Sri Ningsih. Dia meyalahkan Sri Ningsih.” (hal 103)

Sejak itu kehidupan gadis kecil itu berubah drastis. Nusi Maratta yang dahulu begitu menyayangi Sri, kini berubah menjadi beringas dan galak.

“Enam bulan sejak kepergian Nugroho, cukup hal sepele untuk membuat Nusi marah besar. Seperti sekarang, saat Sri menumpahkan makanan dari mangok ketika hendak membawanya ke meja makan. Sedikit sekali yang tumpah, tapi cukup untuk memancing amarah Nusi Maratta.” (hal 104).

Bahkan, gadis kecil itu disebut sebagai anak sial dan anak yang dikutuk (hal 105).

Namun, sikap kasar dan kejam sang ibu tiri, tidak menjadikan dia dendam. Justru dia berusaha menyelamatkan Nusi Maratta, saat rumah mereka kebakaran.
“Sri menatap wajah ibu tirinya. Setelah sekian lama, sore itu, Nusi Maratta untuk pertama kalinya bisa menatap secara utuh wajah Sri. Menyaksikan dengan akurat, ekspresi wajah sri yang selama ini lebih banyak menunduk. Lihatlah, tidak ada kebencian di mata Sri, tidak ada dendam kesumat meski dia diperlakukan buruk lima tahun terakhir. Anak tirinya justru mengulurkan tangan, amat tulus hendak menolongnya.” (hal 135-136)

Kita bisa mengambil pelajaran dari kisah dalam novel ini. Betapa, Sri sangat bisa membalas perbuatan ibu tirinya, dengan membiarkan dia terjebak di dalam rumah yang kebakaran. Tetapi hal itu, tidak dilakukan Sri, justru dia berusaha keras untuk menyelamatkan sang ibu dan melupakan semua perlakuan buruknya.

“Ketika kebencian, dendam kesumat sebesar apa pun akan luruh oleh rasa sabar. Gunung-gunung akan rata, lautan akan kering, tidak ada yang mampu mengalahkan rasa sabar. Selemah apa pun fisik seseoang, semiskin apa pun dia, sekali di hatinya punya rasa sabar, dunia tidak bisa menyakitinya.” (hal 48)

Sosok Sri Ningsih yang kuat, tegar, dan sabar patut dijadikan sebagai teladan. Pahit getir kehidupannya membuat kita bisa banyak belajar. Bahwa, rasa dendam tidak akan bisa menyelesaikan setiap persoalan. Tetapi, kegigihan dan kesabaranlah yang mampu membuat seseorang bisa terus bertahan di tengah ujian.


Tag :


Toni Al-Munawwar

Toni Al-Munawwar merupakan nama pena dari Sultoni Solikhon, lulusan terbaik MA. Nasy'atul Khair.

Profil Selengkapnya >>

Review Buku Lainnya

Tulis Komentar
comments powered by Disqus





KATEGORI :




ARTIKEL PILIHAN :




Stigma dan Tradisi: Berhenti Belajar! Mari Mulai Berpikir dan Menciptakan


Widyoseno Estitoyo: Pebisnis Muda, Aktivis Sosial, Dan Pekerja Seni


P.S. I Still Love You - Psst... Ada yang Masih Cinta


Present Perfect: Seandainya Waktu Dapat Diputar Kembali


Nash - Ya Rabbana Anta Maulana


Soto Khas Lamongan Di Pandean, Ngoro


Matcha Cafe: Curhat Ditemani Olahan Green Tea Nikmat


Air Terjun Tumpak Sewu Lewat Goa Tetes Lumajang (part 2)


Diskusi Bersama Alvi Syahrin dan Ika Vihara: Wattpad dan Sastra Digital


Sebuah Wajah, Sebuah Rasa (Bagian Tujuh)


Bersama Sebuah Buku dan Sebatang Rokok


Sang Wanita Dan Kuburan Rasa