The Grand Budapest Hotel - Mereka Yang Layak Disebut "The Best Partners In Crime"

06 Apr 2015    View : 4034    By : Amidah Budi Utami


The Grand Budapest Hotel adalah sebuah film bergenre drama-comedy. Namun di balik segala kekonyolan para tokoh dan jalan cerita, saya melihat banyak pesan yang disampaikan di film ini. Nilai tambah lainnya adalah penggarapan yang serius pada setiap detail film. Sebuah film bisa jadi memiliki tema dan jalan cerita biasa dan sederhana, namun jika digarap dengan serius maka akan tampak cemerlang.

Saya tidak heran jika The Grand Budapest Hotel berhasil memenangkan 4 penghargaan pada malam Penganugrahan Piala Oscar ke-87 pada bulan Februari lalu. The Grand Budapest Hotel memenangkan kategori Best Original Soundtrack, Best Costume Design, Best Make-up & Hairstyle, serta Production Design. Baiklah Artebianz, langsung saja saya kupas tuntas film ini.

 

Baca juga: Filosofi Kopi - Bukan Sekedar Adaptasi Dari Cerita Pendek

 

 

Sinopsis The Grand Budapest Hotel

Cerita dimulai dari sebuah pertanyaan: "Bagaimana Mr. Moustafa membeli The Grand Budapest Hotel, kuil tua yang mempesona?"

Pada tahun 1932 Zero Moustafa muda (diperankan oleh Tony Revolori) bekerja di hotel paling terkenal di Zubrowka yaitu The Grand Budapest Hotel. Saat itu Mr. Gustave H (diperankan oleh Ralph Fiennes) bekerja sebagai manajer hotel. Dimulai dari wawancara singkat mengenai pengalaman, pendidikan, dan keluarga Zero yang semuanya menghasilkan kesimpulan nol (pengalaman nol, pendidikan nol, dan tidak punya anggota keluarga). Akhirnya Mr. Gustave H mengangkat Zero sebagai murid didiknya. Mr. Gustave H kemudian menjadikan Zero sebagai orang kepercayaannya.

Mr. Gustave memiliki kebiasaan berkencan dengan para tamu-tamu hotel. Mereka adalah para wanita tua yang kaya raya. Salah satu tamu yang spesial adalah Madam Ceine Villeneuve Desgoffe und Texis atau sering dipanggil Madam D (diperankan oleh Tilda Swinton).

Pada suatu hari Zero dan Mr. Gustave mendengar kabar dari surat kabar harian bahwa Madam D ditemukan meninggal di rumahnya. Sesegera mungkin Mr. Gustave mengajak Zero mengunjungi Madam D di istananya. Di istana tersebut sedang dibacakan surat wasiat oleh Deputi Kovacs (diperankan oleh Jeff Goldblum). Dalam salah satu isi surat wasiat tersebut menyebutkan bahwa Mr. Gustave berhak atas sebuah lukisan berjudul "Boy with Apple" serta dibebaskan dari beban pajak.

boy with appleBoy with Apple

Seluruh keluarga Madam D, terutama Dmitri (Adrien Brody), putra Madam D menolak atas isi surat wasiat itu. Akhirnya Mr. Gustave memutuskan untuk mencuri lukisan Boy with Apple karena kawatir Dmitri akan menghalangi haknya atas lukisan tersebut.

dimitri dan joplingDmitri (kanan) putra Madam D dan Jopling (kiri) si pembunuh bayaran

Keesokan harinya, polisi datang ke The Grand Budapest untuk menangkap Mr. Gustave atas tuduhan pembunuhan terhadap Madam D. Tuduhan tersebut berhasil menjebloskan Mr. Gustave ke dalam penjara. Namun sesungguhnya ada satu orang saksi mata kunci atas pembunuhan terhadap Madam D, yaitu kepala pembantu Madam D bernama Serge X (diperankan oleh Methieu Amalric). Ketika itu Serge X melarikan diri karena merasa nyawanya terancam. Bagaimanapun, Mr. Gustave harus menemukan Serge X untuk membersihkan dirinya dari tuduhan pembunuhan yang tidak berdasar.

Atas bantuan dan kekompakkan para sesama narapidana juga karena kejeniusan Agatha (diperankan oleh Saoirae Ronan) dalam membuat kue Mendl's, Mr. Gustave berhasil melarikan diri dari penjara namun tetap saja statusnya saat itu buronan polisi.

Cerita menjadi semakin rumit.

sinopsis the grand budapest hotel
Serge X, hilang
Deputi Kovacs, juga hilang
Madam D, mati
Boy With Apple dicuri, oleh kita (Mr. Gustave dan Zero)
Dmitri dan Jopling kejam, biadab, berdarah dingin.
Mr. Gustave H menjadi buronan.
Dan Apa lagi? Zero jadi bingung.
Benar sekali! Zero jadi bingung!

Baca juga: Maleficent - Dekonstruksi Cinta Sejati dan Dongeng Putri Tidur

 

 

Para Tokoh The Grand Budapest Hotel


1. Mr. Gustave H

Mr. Gustave H adalah seorang yang puitis dan bernampilan nacis. Berdasarkan pengakuan Zero, Mr. Gustave adalah pria yang paling harum yang pernah dia temui. Aroma parfumnya, L'air de Panache, sudah tercium sejak dari kejauhan. Dia selalu memperlakukan tamu hotel dan karyawan hotel dengan ramah dan santun.

Mr. Gustav memiliki nada bicara yang berwibawa, terutama saat mengucap "Very Good". Mr. Gustav senantiasa akan memberikan rayuan gombal dan pelayanan ekstra untuk para tamu wanita yang tua dan kaya raya. Namun, tidak seorang pun tahu dari mana Mr. Gustave berasal. Dia tidak terlihat memiliki anggota keluarga.

2.  Zero Mustaufa

Zero Moustafa adalah seorang imigran gelap dari sebuah tempat entah berantah bernama Aq Salim Al-Jabat. Zero Bekerja sebagai lobby boy di The Grand Budapest Hotel. Zero bekerja enam hari dalam seminggu ditambah setengah hari pada hari minggu.

Dia bekerja mulai jam 5 subuh hingga lewat tengah malam. Zero dianugrahi wajah polos dan selalu tampak gugup saat bicara dengan orang lain, mem