Art Idol

21 Sep 2015    View : 2483    By : Arkana


Ini Aku, Art. Seseorang yang bukan seniman akan menjadi seorang seniman (artist).

 

Hello Artebianz…

How’s life?

Film bergenre drama komedi ini menceritakan tentang seorang cowok yang tidak tahu akan kemampuan yang ia miliki. Art, adalah seorang cowok yang baru saja tamat SMA yang ingin sekali melanjutkan ke universitas dengan kemampuan yang ia miliki.

Sayangnya, Art sendiri tidak tahu apa kemampuannya dan itu salah satu alasan bahwa ia tidak diterima di beberapa universitas.

Di samping itu ada Foon, cewek cantik yang merupakan tetangga Art yang sudah berteman dengan Foon sejak kecil. Ia sangat tahu apa yang dialami oleh Art. Foon sendiri telah diterima disalah satu universitas favoritnya, sedangkan Art sendiri masih mencari-cari universitas mana yang cocok dengan dirinya.

Dok.Pribadi. Capture saat menonton Art Idol

Foon sangat mengenal Art hampir luar dan dalamnya. Begitu tahu Art tidak lulus masuk universitas, Foon lalu mengajak Art ke sebuah pameran seni di universitasnya. Saat di pameran, Art berkeyakinan bahwa ia ingin menjadi seorang seniman dan menjadi murid dari seorang seniman terkenal, Mo. Tujuannya adalah agar ia (Art) bisa mencapai popularitas yang tinggi dan bisa dekat dengan cewek-cewek cantik, karena Art sangat gila akan sanjungan.

yoboseo-asia.blogspot.com

Suatu ketika Art bertemu dengan Mo dan meminta beliau agar menjadikannya murid. Namun, Mo menolaknya mentah-mentah. Meskipun awalnya ditolak, Art tetap saja berusaha meyakinkan dirinya bahwa ia bisa menjadi muridnya Mo. Saat Art membuang sampah ke tempat sampah di depan rumahnya, Art tidak sengaja memergoki Mo yang sedang mengintip Hin, asisten rumah tangga Foon, sedang menjemur pakaian. Tiba-tiba Mo mengatakan bahwa ia menerima Art sebagai muridnya yang dengan syarat agar ia bisa dekat dengan Hin.

Tawaran tersebut tentu tidak disia-siakan oleh Art. Art dengan senang hati menerima kabar bahwa ia kini diterima sebagai muridnya Mo. Tidak sampai di situ saja, di hari pertama Art mengunjungi Mo ke rumahnya, Art disuruh pulang. Dan di hari berikutnya, Art disuruh latihan bersama kedua sahabat Mo: Mai dan Mac. Namun, Art kesulitan dengan mereka berdua, karena Mai dan Mac berbeda aliran seni. Mai yang sangat terinspirasi oleh kehidupan dan alam terbuka, sedangkan Mac sangat menyukai teknologi modern. Dan hal lain yang membuat Art tetap betah adalah kehadiran Mee, adik Mo.

Ini Mee, adiknya Mo./Dok.Pribadi. Capture saat menonton Art Idol

Baca juga: Seven Something: Saat Cinta Berubah Setiap 7 Tahun

 

Semenjak menjadi muridnya Mo, Art sudah jarang menghabiskan waktu bersama Foon, itu karena kesibukan Art yang semakin menyita waktunya. Saat pameran 3M (Mo, Mai dan Mac), Art mengajak Foon untuk ikut bersamanya. Sayangnya, setibanya di pameran Art langsung menghampiri Mee dan meninggalkan Foon sendirian di belakangnya.

Melihat Art bersama Mee, Foon tak kuasa menahan cemburu. Ya, ternyata diam-diam Foon menyimpan rasa terhadap Art. Tanpa mengucapkan kata permisi, Foon langsung pulang meninggalkan Art yang sedang bersama Mee. Sayangnya, Art tidak menyadari bahwa Foon telah meninggalkannya sendirian.

Ini Foon. www.enjoythaimovies.com

Sesampainya di rumah, Art langsung menemui Foon. Bukannya saling meminta maaf atau saling menjelaskan siapa yang meninggalkan duluan, mereka berdua akhirnya bertengkar dan tidak saling menyapa. Foon mengatakan bahwa karya Art tidak lebih bagus daripada Mo, yang ada hanyalah Art yang meniru karya-karya Mo.

Hari-hari yang dilalui Art semakin memburuk karena Mee tidak mencintainya. Sedangkan Mo, juga ditolak oleh Hin. Kemudian Mo mengusir Art dikarenakan Art hanya bisa menjiplaknya, bukan menghasilkan karya sendiri.

Di tengah-tengah hari buruknya, Art kembali mencoba menekuni bisnis keluarganya yaitu menjahit. Art pernah membuat sesuatu berupa selimut yang ia jahit sendiri untuk hadiah ulang tahun Foon. Namun, terhenti karena ia sering diejek oleh teman-temannya karena ia pintar menjahit. Jahitan yang belum selesai tersebut ia coba selesaikan meskipun ulang tahun Foon telah lewat. Saat hadiah tersebut selesai, Art langsung menemui Foon dan memberikan hadiah tersebut. Akhirnya Foon memaafkan Art atas kejadian-kejadian sebelumnya.

Puncaknya yaitu ketika Mee meminta tolong Art untuk menggantikan 3M dalam acara pertunjukan seni. Sayangnya, saat itu 3M sedang tidak berada di tempat. Maka, Art diminta untuk menggantikannya. Dan di sinilah kemampuan Art yang terpendam akan terlihat. Ia menampilkan bahwa apa yang ia hasilkan ialah murni dari dirinya sendiri.

Dok.Pribadi. Capture saat menonton Art Idol

“Namaku Art. Aku akan menjadi seorang seniman dan kalian akan memanggilku Artist.”

 

Film ini cocok ditonton oleh semua umur. Humor yang diberikan cukup bagus dan di beberapa adegan juga terdapat “parodi” goyangan ala India. Dengan menari-nari sambil bernyayi dengan latar taman serta pepohonan yang sangat khas ala India.

Dok.Pribadi. Capture saat menonton Art Idol

Baca juga: Pee Mak Phra Khanong (พี่มาก..พระโขนง): Cinta Tanpa Batas

 

 

Profil Film:

moviefren.blogspot.com

Title : Art Idol (อยากให้เธอรู้ว่ากูติสท์)
Director : Ekkasit Sompetch
Country : Thailand
Genre : Comedy, Romance
Films Locations : Thailand
Release Date : 31st May 2012
Runtime : 90 min
Star : Chonkan Poonsiriwong,
   Kornkamol Chareonchai,
   Marut Manakul,
   Pilasinee Pichaikul worasiri,
   Pongtep Anurat



 


Tag :


Arkana

Arkana a.k.a Laura Lidya Monica Putri adalah seorang kutu buku, Thai-Holic (penggemar Film Thailand), yang memiliki hobi menulis.

Profil Selengkapnya >>

Review Film Lainnya

Tulis Komentar
comments powered by Disqus





KATEGORI :




ARTIKEL PILIHAN :




Om Telolet Om, Memanfaatkan Isu Viral Untuk Kemaslahatan Umum


Dimas-Lissa: Pudarkan Kapitalisasi Pendidikan Lewat Sekolah Gratis Ngelmu Pring


Dear Nathan, The Annoying Boy


Siti - Perempuan dan Dalamnya Hati


Happy - Mocca Band (Dinyanyikan Ulang Oleh Aldin)


Nikmatnya Sop Buntut di


Oost Koffie & Thee - Rumah Kopi dan Teh yang Menawarkan Lebih Dari Kenyamanan


Pantai Pelang


Literasi Oktober: Goodreads Surabaya, Mahfud Ikhwan, dan Kambing


Sebuah Wajah, Sebuah Rasa (Bagian Tujuh)


Kabut Rindu


Satu Kali Seminggu