"Lost Stars" - Lagu tentang Generasi Muda, Para Bintang yang Tersesat

10 Nov 2014    View : 88173    By : Niratisaya


"Lost Stars" yang dinyanyikan oleh pentolan Maroon 5 ini sebenarnya adalah bagian dari soundtrack film Begin Again (2013) yang ditulis oleh Gregg Alexander, Danielle Brisebois, Nick Lashley, dan Nick Southwood. Meski demikian, lagu ini baru dirilis pada 30 Juni 2014.

Dari sekian soundtrack yang ada dalam film bertemakan musik dan dunia industrinya ini, "Lost Stars" adalah satu-satunya lagu yang memiliki berbagai versi. Mulai dari dinyanyikan oleh Adam Levine, dinyanyikan oleh Keira Knightley, dimainkan dalam versi akustik hingga versi techno.

Ajaibnya, Artebianz, tak satu pun dari tiap versi lagu film besutan John Carney ini yang ada membosankan. Masing-masing memiliki pesonanya. Namun secara pribadi saya lebih menyukai versi akustik dan ballad dengan alasan yang kurang lebih sama dengan alasan karakter yang dimainkan Keira Knightley; bahwa sebelum membagikannya kepada pendengar dan membuat mereka menyukai musik kita, yang lebih utama adalah pemusik itu harus menyukai musik yang diciptakannya—mengenalinya dengan baik. Demi mempertahankan jiwa lagu itu sendiri.

Now, let’s jump into the lyrics and its analysis—according to my interpretation, shall we? :)

Baca juga: Anti-Hero - Menjadi Pahlawan dengan Tidak Menjadi Pahlawan

 

Analisis "Lost Stars" – Lagu tentang Semangat Para Muda

(versi ballad)

Catatan:
Alih-alih menggunakan istilah dalam bahasa Indonesia (bait), saya memilih untuk menggunakan istilah dalam bahasa Inggris (verse), karena meski serupa dengan puisi, lirik akan selalu terkait pada lagu dan komposisinya.

Karena lagu ini terkait erat dengan film Begin Again, dan di film tersebut lagu ini dinyanyikan serta dipopulerkan oleh si tokoh lelaki, saya akan lebih berkonsentrasi pada "Lost Stars" versi Adam Levine versi ballad.

Secara Lirik:

First Verse
Please don't see
Just a boy caught up in dreams and fantasies
Please see me
Reaching out for someone I can't see

Take my hand, let's see where we wake up tomorrow
Best laid plans sometimes are just a one night stand
I'll be damned, Cupid's demanding back his arrow
So let's get drunk on our tears

 

Dari bagian pertama di verse kesatu, tampak jika "Lost Stars" adalah sebuah lagu yang bercerita tentang kehidupan para muda. Pada satu sisi, mereka ingin bebas dan lepas dari pandangan semua orang saat mengejar impiannya. Bergerak tanpa dibebani apa pun. Mungkin itu pula sebabnya mengalami tokoh dalam lirik ini mengambil sudut pandang orang ketiga ketika menggambarkan pengalamannya.

Di sisi lain, lelaki ini juga ingin diperhatikan, walau hanya oleh segelintir orang tertentu yang keberadaannya memiliki arti bagi mereka (reaching out for someone I can’t see). Baik sebagai motivator setiap langkah yang diambilnya, atau sebagai pihak yang melegalkan eksistensinya. Orang(-orang) yang ia yakini keberadaannya, tapi belum ia percayai kesahihannya sebagai orang yang tepat.

Saya sendiri masih meragukan kata-kata "I can’t see". Apakah benar ini mengacu pada ketidakmampuan si lelaki atau keenggannya melihat, sehingga menutup mata dan mengulurkan tangan? Akibatnya, saat ia berhasil "meraih" seseorang, ia justru didera rasa ragu.

Sementara itu, di bagian kedua verse kesatu melengkapi sosok muda yang diwakili oleh lagu ini. Betapa mereka lebih mengutamakan spontanitas ketimbang merencanakan segala sesuatu. Yang terpenting adalah saat ini dan di tempat ini. Oleh karena itu, lirik ini tidak menyinggung sama sekali tentang janji atau tindakan-tindakan apa yang akan dilakukan oleh sosok muda dalam lagu. Ia hanya meminta “take my hand” dan tak perlu memusingkan ke mana arah (hubungan) mereka nantinya.

Sementara itu, baris kedua menjadi semacam justifikasi mengapa para muda memilih bersikap spontan.  Rencana, menurut sosok dalam lagu tak ubahnya seperti percintaan satu semalam (one night stand) yang takkan bertahan. Di satu sisi, pembelaan ini juga menunjukkan betapa rapuhnya jiwa muda, yang tak mampu mengambil sikap dan memilih bersembunyi di balik justifikasi tersebut. Ia tak bisa (dan mungkin tak mau) melihat sosok di sekitarnya dan begitu menambatkan diri, ia tak mau terikat.

Kata "laid" dalam baris ketiga bagian kedua dari verse kedua ini memiliki dua makna:

  1. Jika dikaitkan dengan kata sebelumnya (plans/rencana) kata “laid” kurang lebih berarti “rencana yang tersusun sempurna”, atau
  2. Hubungan seksual. Akan tetapi keduanya mengacu pada sikap spontan para muda dalam bersikap dan mengambil tindakan.

Artebianz bisa melihat betapa penulis menyesali ketika Cupid meminta panahnya kembali di baris ketiga. Isyarat bahwa rasa dan gejolak yang (mungkin) sempat dirasakan di awal hubungan mulai mengambil rute yang berbeda. Dalam mitologi disebutkan jika Cupid memanahkan panah asmaranya, maka 100% pasangan yang terkena akan jatuh cinta. Namun di sini disebutkan kalau Cupid meminta kembali panahnya. Sepertinya sepasang kekasih ini mungkin memiliki perbedaan pandangan.

Baca juga: Blinded by Love - Karena Cinta Sungguh Membutakan


Begin Again(diambil dari thewrap.com)

Kalimat "So let's get drunk on our tears" dapat diinterpretasikan sebagai solusi dari permasalahan yang dihadapi, bahwa apa pun yang terjadi, seburuk apa pun situasi yang dihadapi oleh sepasang kekasih ini (termasuk ketidakpastian sikap lelaki dalam lagu ini), si lelaki menyarankan untuk menikmatinya. Merasakannya hingga larut dalam segala sensasi rasa kehidupan, layaknya seorang pemabuk yang diracuni alkohol.

First Chorus
And God, tell us the reason youth is was