5 Lagu Indonesia Tahun 90-an Mengesankan Versi Artebia

14 Mar 2015    View : 6748    By : Nadia Sabila


“Lagu-lagu dulu tuh lebih berkesan (memorable) dibandingkan lagu-lagu sekarang.” Komentar ini tidak satu dua kali saya dengarkan, tetapi sering dan dilontarkan oleh orang-orang yang berbeda. Tapi memang tak bisa dipungkiri, ada kalanya lagu-lagu sebelum era Facebook -  lebih tepatnya sebelum tahun 2009 - liriknya terasa lebih sarat makna dan nadanya masih cocok didendangkan hingga sekarang.

Mungkin, karena musisi di era 90-an tidak terlalu ditekan oleh pasar seperti sekarang. Mereka bebas berkarya, karena karya mereka lebih “dihargai”. Saya beri tanda kutip pada kata dihargai, karena selain apresiasi melalui penghargaan, harga dalam rupiah juga dengan lancarnya mengalir ke kantong para musisi Indonesia tahun 90-an mengingat pembajakan dan penjiplakan belum se-marak sekarang.

Terlepas dari sangat relatifnya kata “dulu” yang dimaksud oleh orang-orang, di artikel ini, saya akan mengupas lagu-lagu jaman dulu versi saya, yakni ketika tahun 90-an. Keawetan grup bandnya pun beragam, ada yang bertahan dan ada yang sudah bubar. Lagu-lagu ini masih sering saya masukkan ke playlist ketika berkaraoke bersama teman-teman, selain nostalgia, tentu saja karena karya-karya berikut ini memang luar biasa dan tak bisa dilupakan.

1. Negeri  Di Awan Dipopulerkan Oleh Katon Bagaskara (1993)

Lagu ini saya sebutkan di urutan pertama, karena saya sangat menyukai melodi Negeri Di Awan. Lagu ini merupakan karya dari album perdana Katon Bagaskara yang dirilis pada tahun 1993. Video klipnya menggambarkan sebuah desa dengan tingkah hewan-hewan yang menjadi pusat sorotan, bahkan masih ada kereta api melintas dengan lokomotif yang mengepulkan asap hitam. Sangat klasik namun menenangkan.

Ada sisipan orkestra dalam komposisi musiknya yang damai, liriknya pun sangat teduh. Deskripsi kekaguman pada sosok sederhana yang membawa kesan dan kenangan dalam hidup. Sosok lugu yang menceritakan impiannya, namun akhirnya sang penyanyi merasa terbawa dan ingin mewujudkannya dalam kenyataan. Cita-cita anak-anak tergambar jelas dalam Negeri Di Awan. Sangat terasa dalam refrain liriknya berikut ini:

“Kau mainkan untukku
Sebuah lagu tentang negeri di awan
Dimana kedamaian menjadi istananya
Dan kini tengah kau bawa, Aku, menuju kesana”

2. Cukup Siti Nurbaya Dipopulerkan Oleh Dewa 19 (1995)

Ini dia lagu yang sangat 90-an menurut saya, dimana personil vokalis Dewa 19 saat itu masih Ari Lasso. Dirilis pada tahun 1995 dalam album Terbaik Terbaik, Cukup Siti Nurbaya merupakan salah satu karya Master Piece Ahmad Dani dan kawan-kawan. Lirik lagunya sangat berbobot dan bermakna. Saya yang kala itu masih duduk di bangku SD, bahkan mau bersusah payah  membuka kamus besar untuk menemukan arti kata “Agitasi” dan “Dogma” yang termaktub dalam lirik lagu ini.

Secara umum, Cukup Siti Nurbaya menggambarkan pandangan seorang anak yang menentang anggapan orang tua, yang mementingkan harta dan kedudukan dalam mencari jodoh untuk anaknya. Penekanan lirik “Hanya cinta yang sejukkan dunia” diperkuat oleh adegan bully-ing terhadap model wanita utama dalam video klip itu. Ada pula tawuran siswa SMA di jalan yang dilali oleh model wanita tersebut. Namun, tetap ada cinta sederhana yang dideskripsikan melalui adegan saat si wanita memberikan tempat duduknya kepada wanita tua yang berdiri dalam bus.

Oh.. masih ada Belenggu ruang cinta
Meresap kini di dinding zaman
Mencoba - coba kikis naluri
Agitasi murahan yang ada lagi
Mohon acuhkan Palingkan muka

Oh.. memang dunia
Buramkan satu logika
Seolah - olah hidup kita ini
Hanya ternilai sebatas rupiah

Dengarkan manusia yang terasah falsafah
Sesaat katanya itu bukan dogma

Katakan!! pada Mama
Cinta bukan hanya harta dan tahta
Pastikan!! pada semua
Hanya cinta yang sejukkan dunia
(Bukan itu Mama Bukan itu Papa 2x)

Oh.. cukup Siti Nurbaya
Yang mengalami Pahitnya dunia
Hidupku kamu dan mereka semua
Takkan ada yang bisa memaksakan jalan
Hidup yang kan tertempuh

3. Pesawatku Dipopulerkan Oleh Memes (1997)

Lagu ini termasuk ke album kedua Memes yang berjudul Ilusi, dirilis pada tahun 1997. Artebianz tahu siapa Memes yang menyayikan lagu Pesawatku ini? Mungkin sebagian Artebianz lebih familiar dengan anak kandung Ibu Memes ini: Kevin Aprilio alias Kevin Vierra. Lagu Pesawatku ini liriknya indah sekali dalam menggambarkan cita-cita dan harapan.

Menurut saya, Pesawatku adalah refleksi dari harapan seorang ibu pada anaknya. Sang ibu menasihati anaknya untuk bersabar dan berpasrah setelah berusaha. Setelah merakit, menerbangkan, dan berusaha keras untuk mencapai cita-cita setinggi langit, sang anak tak perlu risau akan hasilnya. Cinta akan datang dengan sendirinya saat cita dan asa telah tercapai, dan di waktu yang tepat. Hal ini ditekankan pada lirik: “Tunggulah kerling lampunya, di saat bulan purnama tiba, pertanda dia telah bertemu dengan peri kecilnya di bulan” dan direpresentasikan dengan model video klip berupa seorang anak laki-laki dan seorang gadis kecil di bulan.  Komposisi musiknya pun riang, dan disisipkan sedikit gaungan orkestra.

Biar kurakit pesawatku
Rentangkan pelan dua sayapnya
Nyalakan sumbunya hingga terpercik api menari
Lepaskan pengaitnya relakan pergi ke arah bulan
Tak perlu kau rindu menyinggungnya
Perlahan lupakan kepergiannya
Tunggulah kerling lampunya disaat bulan purnama tiba
Pertanda dia telah bertemu dengan peri kecilnya di bulan

Reff:
Pesawatku terbang ke bulan
Pesawatku terbang ke bulan 

4. Inikah Cinta ME (1998)

ME, boyband 90-an sukses membawakan lagu hit “Inikah Cinta” dalam album berjudul “Terbuka” yang diluncurkan pada tahun 1998. Boyband ME saat ini sudah bubar. Lagu “Inikah Cinta” sekarang dinyanyikan kembali oleh boyband Sm*sh. Yang paling “90” dari lagu ini adalah video klipnya. Lihat