Membaluri Luka dengan Cinta dalam Lagu I'm Not The Only One

04 Apr 2015    View : 8343    By : Niratisaya


Saya pertama kali mengenal Sam Smith bukan dari lagunya langsung, tapi dari Meghan Trainor yang menyanyikan salah satu lagu Smith. Mendengar liriknya yang puitis dan romantis, saya pun penasaran; seperti apa sih, suara Sam Smith sebenarnya. And boy, his voice is good. Damn good, Artebianz!

Saya selalu suka suara ngebas ala Smith atau Tulus. Terasa romantis dan maskulin. Well, sebenarnya saya juga suka suara yang serak dan scratchy. Anyway, begitu saya mendengar suara Smith dan bagaimana dia menginterpretasikan lagu lewat suaranya itu … wham! Saya jatuh cinta pada Akang Smith. Pada suara Akang Smith lebih tepatnya Smile

Jadi inilah saya dengan review musik Sam Smith untuk lagunya “I’m Not The Only One

Baca juga: Kataji - Awal Mula Saya Tertarik pada Yura


Analisis Lagu "I'm Not The Only One"

Tidak terlalu sulit untuk mengetahui apa makna lagu "I’m Not The Only One" yang dibawakan oleh Sam Smith. Tidak seperti Lost Stars atau Eyes, Nose, Lips yang sempat saya review sebelumnya.

Lagu ini bercerita tentang seseorang, sebut saja “Dia”, yang merasa terluka karena dikhianati. Ini terlihat dari dua baris verse pertama:

You and me, we made a vow
For better or for worse

Dari dua baris tersebut terlihat kemungkinan besar pasangan dalam lagu ini adalah sepasang suami-istri. Apalagi dalam baris kedua yang mengingatkan saya pada sumpah pernikahan.

I'm Not The Only One(Gambar diambil dari thehonestyhour.com)

Pasangan ini mungkin dulunya hidup dengan damai tanpa ada pertengkaran yang berarti. Sehingga, ketika begitu mengetahui pasangannya berselingkuh, pasangan yang lain langsung terpukul saat menyadari bahwa masalah yang dihadapinya nyata—bukan sekadar dugaan-dugaan saja.

For months on end I've had my doubts
Denying every tear
I wish this would be over now

Pada verse pertama bagian kedua tersirat bahwa “Dia”, subjek dalam lagu ini, berusaha untuk menolak kenyataan bahwa pasangannya berselingkuh. “Dia” melupakan luka dan kesedihan hatinya (denying every tear). Bahwa mungkin saja si pasangan hanya bersenang-senang dan suatu hari semuanya akan berakhir, kemudian hubungan mereka akan kembali seperti dulu.

I'm Not The Only One
(gambar diambil dari usmagazine.com)

Sayangnya, ketika hubungan pasangannya dengan si idaman lain tak kunjung berakhir, “Dia” pun patah dan ingin mengakhiri kesedihannya—kemungkinan besar dengan mengakhiri hubungan mereka (I wish this would be over now). Namun “Dia” tak melakukannya karena di akhir verse pertama bagian kedua, “Dia” berkata:

But I know that I still need you here

Baris tersebut mengindikasikan bahwa “Dia” sudah terikat secara emosi dan psikologis dengan pasangannya. Sehingga berpisah adalah pilihan terakhir. Setelah “Dia” meninggal, mungkin….

Apakah “Dia” bertahan dengan situasi yang kacau dan membiarkan pasangannya menyelingkuhinya? Saya rasa tidak, karena pada chorus “Dia” berkata:

You say I'm crazy
'Cause you don't think I know what you've done
But when you call me baby
I know I'm not the only one

Dari baris pertama tersirat bahwa “Dia” berusaha menanyakan, atau mungkin membicarakan juga, tentang kecurigaannya pada si pasangan. Yang tentu saja langsung disangkal. Mungkin dengan mengatakan bahwa “Dia” sudah hilang akal, bahwa kecurigaannya konyol. Namun, karena “Dia” sudah membuktikannya—entah “Dia” melihatnya sendiri atau menemukan hal-hal yang mengkonfirmasi perselingkuhan pasangannya—dengan “Dia” mengatakan bahwa “Dia” tahu, ketika si pasangan memanggilnya “Sayang” (Baby), “Dia” bukanlah satu-satunya orang yang menerima panggilan itu.

Namun, tentu saja, kata-kata itu dikatakannya pada dirinya sendiri.

I'm Not The Only One

Mengapa saya berpendapat demikian? Karena pada baris-baris berikutnya di verse kedua, “Dia” tidak menunjukkan klimaks atas permasalahan yang di hadapinya dalam hubungannya.

You've been so unavailable
Now sadly I know why

Sebaliknya, dari verse kedua saya menangkap bahwa “Dia” hanya diam dan mengawasi pasangannya. Bahwa “Dia” masih begitu mencintainya, sementara jelas-jelas “Dia” tahu bahwa pasangannya telah berpaling dan perhatiannya tak lagi ada padanya.

Your heart is unobtainable
Even though Lord knows you kept mine

Klimaks baru terjadi setelah chorus kedua dan muncul bridge di dalam lirik:

I have loved you for many years
Maybe I am just not enough

Namun sayangnya, saya tidak menangkap satu solusi yang diambil “Dia”. Di bridge “Dia” hanya melakukan perenungan, mungkin mengingat masa lalunya dengan pasangannya, dan berakhir menyalahkan diri atas perselingkuhan yang dilakukan pasangannya. Sementara, jauh di dalam benaknya “Dia” sadar, bahwa pasangannya bukan tipe setia. Pendapat saya ini muncul setelah saya membaca dua baris terakhir bagian bridge:

You've made me realize my deepest fear
By lying and tearing us up

Namun saya menduga karena sudah saking cintanya, “Dia” memutuskan untuk melupakan sifat pasangannya dan yakin; suatu saat nanti pasangannya akan berubah dan mereka akan bahagia. Sayangnya, harapannya tak terkabul dan kini “Dia” harus menghadapi kenyataan pahit bahwa pasangannya yang begitu dicintainya berselingkuh.

Baca juga: Gambaran Cinta dalam Potret Sendu Lirik Lagu Eyes, Nose, Lips Versi Tablo


Yang Tersembunyi dalam Music Video Lagu "I’m Not The Only One"

Sam Smith memiliki dua MV (Music Video) untuk lagu "I’m Not The Only One". Yang pertama kali saya tonton adalah MV permainan cat dan warna kuning-merah—yang mungkin menyimbolkan kemarahan juga kesedihan Smith. Yes, awalnya saya mengira lagu ini mengisahkan lelaki yang dikhianati kekasihnya karena saya mendengarkan suara Smith, kemudian membayangkan Smith menceritakan hubungannya *lalu teringat pada Taylor Swift*.

Baru setelah menonton MV kedua yang menggunakan model, saya menyadari bahwa Smith tidak sekadar menceritakan dirinya yang dikhianati, tetapi dia sedang menceritakan seorang wanita yang sedang menghadapi masalah rumah tangga.

I'm Not The Only One(Gambar diambil dari popdust.com)

Usut punya usut, ternyata Smith mendedikasikan lagu ini untuk salah seorang temannya, yang ternyata seorang wanita. Akhirnya saya pun mafhum kaitan antara MV dengan lagu. Begitu juga dengan pilihan "solusi" dalam lagu ini, yakni tetap mencintai orang yang bahkan tidak lagi mencintai kita. Bukankah ini sifat yang selalu diidentikkan dengan wanita yang dimabuk cinta? Meski tidak menutup kemungkinan lelaki juga berbagi sifat yang serupa.


Suara Ngebas Sam Smith dan Musik RnB dalam Lagu "I'm Not The Only One"

Nyaris tidak terlalu banyak perubahan irama lagu dalam "I’m Not The Only One". Bisa dibilang datar dan menenangkan, kecuali pada chorus yang seakan menyampaikan jeritan hati “Dia”, plus bridge, sebelum kemudian kembali turun pada pengulangan chorus hingga akhir lagu. Membuat lagu ini terasa semacam keluhan hati seseorang di kamar atau di tempat personal lainnya, di mana hanya orang tersebut—dan Tuhan—yang tahu mengenai kebobrokan hubungannya dengan si pasangan.

Ditambah dengan suara Smith yang ngebas, lengkaplah lagu "I’m Not The Only One" sebagai lagu sendu yang mengharu biru. Yang mungkin cocok untuk mereka yang baru putus dan pengin berkubang dulu di dalam kesedihan sebelum bangkit dan move on.

Baca juga: Blinded by Love - Karena Cinta Sungguh Membutakan

 

Akhir Kata untuk Lagu "I'm Not The Only One"

Saya suka dengan komposisi lagu "I’m Not The Only One" Sam Smith, mulai dari iramanya yang kalem hingga suara denting piano yang konstan—seakan menunjukkan bahwa sejatinya lagu sedih ini bukan tentang patah hati, tetapi tentang menerima cinta yang tak lagi berpulang pada kita. Sedih sekaligus menyedihkan, mencintai cinta yang tidak lagi menjadi milik kita. Pas banget didengarkan sewaktu kita baru pertama kali putus cinta. Tapi rasanya tidak sehat untuk mereka yang sudah terpuruk dan ingin bangkit. Kecuali jika Artebianz ingin menikmati suara dan lagu RnB ala Sam Smith yang kebanyakan, meski mellow, tapi easy-listening dan nyaman dinikmati waktu hujan.

 

 

Review musik asyik lainnya:


Tag :


Niratisaya

Niratisaya a.k.a Kuntari P. Januwarsi (KP Januwarsi) adalah CEO Artebia yang juga seorang penulis, editor, dan penerjemah.

Profil Selengkapnya >>

Review Musik Lainnya

Tulis Komentar
comments powered by Disqus





KATEGORI :




ARTIKEL PILIHAN :




Traveling: Mimpi, Destinasi, Tujuan, Makna


Widyoseno Estitoyo: Pebisnis Muda, Aktivis Sosial, Dan Pekerja Seni


Love Dust (Season 1 and 2) - Pilihan Itu Bukanlah Sesuatu yang Mudah


SUPERNOVA: Ksatria, Putri, Dan Bintang Jatuh Film - Filsafat Eksistensi


Adele's Hello - Apa Kabar Masa Lalu?


Marugame Udon - Delicacy in Simplicity


Latarombo Riverside Cafe - Menikmati Vietnam Drip dengan Suasana Asyik


BaseCamp Home Stay Ranu Pane: Sudut Pandang Tepat


Literasi Desember: Festival Literasi Akbar Bersama Literaturia


Sebuah Wajah, Sebuah Rasa (Bagian Enam)


Kabut Rindu


Setitik  Tuba