BaseCamp Home Stay Ranu Pane: Sudut Pandang Tepat

18 Apr 2016    View : 4537    By : Nadia Sabila


Ranu Pane, Ranu Kumbolo, dan ranu-ranu lainnya tentu tak asing lagi bagi Artebianz yang menggilai kegiatan pendakian atau yang mengagumi keindahan Gunung Semeru, baik karena tersugesti oleh novel atau pun film 5 Cm. Ranu Kumbolo, mungkin menjadi yang paling kekinian, karena banyak pendaki profesional maupun amatiran yang bermimpi bisa mencapai tempat itu.

Sedangkan Ranu Pane, untuk yang sudah pernah mendaki gunung tertinggi di Jawa Timur ini, tentu mengetahui bahwa Ranu Pane adalah lokasi di mana pos pemberangkatan awal pendakian Gunung Semeru berada.

Nah, Ranu Pane inilah yang akan saya kupas tuntas di artikel ini. Saya kira tak begitu banyak orang yang memuja keindahan Ranu Pane. Mungkin, karena ekspektasi mereka yang sudah tinggi ke Ranu Kumbolo atau bahkan hadirnya kebanggaan setelah menaklukkan Mahameru. Sehingga Ranu Pane yang 'hanyalah' titik start pendakian ini terasa terlalu biasa untuk dibicarakan. Padahal, jika dipandang dari SUDUT YANG TEPAT, pesona Ranu Pane tak bisa dipandang sebelah mata.

Ranu artinya danau. Ya, di Desa Ranu Pane atau Ranu Pani ini memang terdapat danau di kaki gunung yang terhampar sangat indah.

Baca juga: Coban Jahe: Wisata Alam Untuk Mengisi Liburan Singkat

 

desa_ranu_paneDesa Ranu Pane

Ranu Pane sudah masuk dalam Kabupaten Lumajang, yang untuk ke sana, Artebianz harus melalui jalan berliku-liku mengitari gunung dan menepi dari pinggir jurang. Setelah kelok-kelok itu berakhir, pengunjung masih harus menghadapi jalanan yang hancur dan terjal sehingga membuat mobil yang kita tumpangi terguncang-guncang.

Tapi seperti lazimnya, di balik perjalanan yang melelahkan, ada objek cantik menanti kita. Bukalah jendela mobil Artebianz di sepanjang perjalanan menuju lokasi, dan hirup dalam-dalam udara yang jauh lebih segar daripada AC dalam mobil kita begitu tiba di Ranu Pane.

Kemudian lihatlah ke sisi kanan atas depan pos pendakian. Ada apa? Ada cafe yang paling tinggi di Jawa Timur!

Baca juga: Teluk Hijau Banyuwangi

 

 

Basecamp Home-Stay Cafe

Cafe apa yang paling tinggi di Jawa Timur? Bisa jadi jawabannya adalah Basecamp Home-Stay Cafe di Ranu Pane. Basecamp Home-Stay Cafe adalah salah satu 'pangkalan' baru di Ranu Pane untuk tinggal bermalam saat mengantre pendakian yang hanya dibatasi 500 orang dan sangat direkomendasikan untuk dipilih. Bukan apa-apa, tetapi karena di sinilah letak SUDUT YANG TEPAT bagi kita untuk bisa menelanjangi kemolekan Ranu Pane bulat-bulat.

basecamp_homestay_ranu_pane


Selain desain cafe-nya yang simpel namun cantik, posisinya yang sangat strategis yakni pas di depan pos keberangkatan pendakian, membuat Basecamp Home-Stay Cafe Ranu Pane tak akan luput dari pandangan.

Sesuai namanya, Basecamp Home-Stay Cafe Ranu Pane adalah home-stay sekaligus cafe yang baru diresmikan pada tanggal 12 April 2016 dan baru dibuka untuk umum pada awal Mei 2016. Jadi, beruntunglah Artebia yang diundang untuk menghadiri syukuran peresmian Basecamp Home-Stay Cafe dan menikmati pemandangan cafe sebaru-barunya dan sepuas-puasnya sebelum dibanjiri pengunjung.

pelataran_atas_ranu_pane
Ranu Pane dilihat dari pelataran atas Basecamp Home-Stay Cafe

Karena baru berdiri, baru ada dua kamar yang disediakan sebagai home-stay. Satu kamar berkapasitas 3-4 orang dengan dinding yang terbuat dari kayu, sehingga tetap hangat pada saat hawa dingin menerjang pada malam hari.

Di sisi kamar ada tangga menuju pelataran kosong yang bisa menampung tiga tenda prisma kecil jika ingin mendirikan tenda. Pelataran ini terletak tepat di atas dua kamar home-stay tadi. Di samping itu, ada juga kamar mandi dan urinoir, yang airnya membuat kita mati rasa saking dinginnya seperti es!

kamar_base_camp_ranu_paneKamar Basecamp Home-Stay Ranu Pane

Istimewanya, dari sinilah Artebianz bisa memandang hamparan Ranu Pane dari sisi yang agak tinggi, tanpa halangan apa pun. Jadi, jika Artebianz membuka pintu kamar home-stay, maka pandangan Artebianz akan langsung tertumbuk pada danau, begitu pun jika Artebia memilih untuk mendirikan tenda di pelataran atas, view-nya adalah Ranu Pane langsung di kaki Semeru.

Baca juga: Sebuah Wajah, Sebuah Rasa

 

 

Basecamp Cafe

Sekarang kita bicara tentang cafe-nya. Basecamp Cafe ini berada di samping kamar home-stay. Menu yang disediakan di sini hanya menu-menu kudapan ringan cepat saji seperti sosis bakar, roti bakar, seduhan secang hangat, minuman hangat, atau mi instan saja.

Oke, menunya memang biasa, tapi yang luar biasa dari cafe ini adalah—lagi-lagi—pemandangannya! Jika Artebianz mengunjungi cafe ini dan bisa memilih tempat duduk, jangan ragu untuk memilih sisi utara, karena Artebianz akan bisa mengambil foto dengan hasil seperti ini:

basecamp_cafe_ranu_paneMemandang Ranu Pane, photo by: Prisha AP

Luar biasa, kan! Memandang Ranu Pane dengan lepas dan bebas, seolah kita akan sanggup untuk tak beranjak berjam-jam dari situ hanya dengan duduk dan memandangi aura Ranu Pane dari sisi yang tepat. Basecamp Home-Stay Cafe menurut saya bisa menjadi 'obat kekecewaan' bagi yang tak sanggup mendaki Semeru karena satu dan lain hal. Bisa juga untuk menjadi pengalaman tambahan selama antre mendaki Semeru. Jadi, meski hanya sampai Ranu Pane, Artebianz masih punya kisah untuk diceritakan pada orang-orang di bawah sana.

Baca juga: Matcha Cafe: Curhat Ditemani Olahan Green Tea Nikmat

 

 

Ranu Regulo

Nggak seru dong kalau diam di home-stay atau cafe saja? Tapi, nggak kuat juga sih kalau harus naik ke Ranu Kumbolo apalagi Mahameru? Baiklah, jalan kaki saja ke Ranu Regulo.

Jarak Basecamp Home-Stay Cafe ke Ranu Regulo tidak sampai satu kilometer di sisi utara cafe. Medannya jalannya pun terbilang datar dan rintangannya juga hanya semak belukar. Meski begitu, Ranu Regulo tak kalah memesonanya dari Ranu Pane. Berikut ini foto Ranu Regulo:

ranu_regulo
Keren kan? Seperti di Swedia gitulah (padahal belum pernah ke Swedia, hihihi). Sedikit ke atas lagi dari Ranu Regulo, Artebianz bisa menjumpai taman bunga ungu (semacam lavendel) dan view-nya juga tidak kalah menakjubkan.

 

 

Upacara Peresmian Basecamp Home-Stay Cafe Ranu Pane

persiapan_upacara_adatUsut punya usut, sebenarnya Basecamp bukanlah home-stay pertama di Ranu Pane. Rumah-rumah warga asli Ranu Pane pun sebenarnya dari dulu juga sudah banyak yang disewakan untuk menjadi home-stay. Namun, untuk konsep cafe home-stay modern, Basecamp memang bisa dibilang sebagai pelopornya.

Pembukaan Basecamp Home-Stay Cafe dilakukan secara kekeluargaan dan tradisional menurut adat setempat demi menghormati budaya lokal. Adat di Ranu Pane adalah adat Suku Tengger, yang masyarakatnya sebagian besar beragama Hindu.

Adapun Pak Tumari, mantan juru kunci Semeru (semacam Mbah Marijan-nya Merapi), turut diundang hadir sebagai tetua adat pembukaan BaseCamp berikut dukun lokal Ranu Pane. Upacara dilakukan menurut tradisi Tengger, dengan salah satu sesajinya berupa ayam utuh, kembang, dan air suci yang dipercaya oleh penduduk setempat.

pak_tumari_semeruTanda panah merah: Pak Tumari - Juru Kunci Semeru

 

 

Lokasi Basecamp Home-Stay Cafe Ranu Pane

Untuk menuju Basecamp Home-Stay Cafe cukup mengikuti rute ke Ranu Pane. Biasanya jika dari Kota Malang, Artebianz harus mengambil rute ke timur ke arah Kecamatan Tumpang. Gampangnya lagi, tanya saja warga setempat bagaimana menuju Gunung Bromo atau Gunung Semeru, karena Bromo dan Semeru berada satu arah.

basecamp_cafe_ranu_paneBasecamp Cafe Ranu Pane

Meski dekat dengan Kabupaten Malang, Gunung Bromo dan Semeru sudah masuk ke beda kabupaten. Bromo ikut Kabupaten Probolinggo sedangkan Semeru ikut Kabupaten Lumajang. Nah, jika sudah sampai ke pos pendakian Semeru, pasti Artebianz sudah akan bisa melihat Basecamp Home-Stay Cafe, lalu rasakan keindahan Ranu Pane dari sudut yang tepat!

 

Informasi Basecamp Home-Stay Cafe Ranu Pane

Alamat :  Desa Ranu Pane, Lumajang, Jawa Timur
Harga kamar :  Rp200.000/malam
Fasilitas :  cafe, toilet, dan latar untuk berkemah
Contact Person :  081-333-2699-24 (Arvin)

 

 

 

Happy hiking, Artebianz! Smile

 


Tag :


Nadia Sabila

Nadia Sabila adalah seorang jurnalis yang menggandrungi travelling dan makanan pedas.

Profil Selengkapnya >>

Wisata Lainnya

Tulis Komentar
comments powered by Disqus





KATEGORI :




ARTIKEL PILIHAN :




Ketika Media Sosial Menghilangkan Esensi Makhluk Sosial


Prisca Primasari - Menulis Adalah Memberi Kado Pada Diri Sendiri


Cara Sembuh dari Penyakit Kronis a la Dr. Hong Joon Chun


Pee Mak Phra Khanong (พี่มาก..พระโขนง): Cinta Tanpa Batas


Sugar - Maroon 5: Kejutan Manis Di Pesta Pernikahan


Mirota dan Segala yang Berbau Jawa


Heerlijk Gelato


Penelusuran dan Napak Tilas Reruntuhan Situs Candi Pendharmaan Ken Angrok di Kabupaten Malang (Bagian 2)


Tea Tasting Bersama Havelteh


Sebuah Wajah, Sebuah Rasa (Bagian Kedua)


Bersama Sebuah Buku dan Sebatang Rokok


Aku Tak Ingin Lomba Balap Karung, Bu.