Goa Lawah Nan Berselimut Sejarah

10 Aug 2016    View : 873    By : Mia Kamila


Apa yang Artebianz pikirkan ketika datang ke Pulau Bali selain pantainya yang indah dan menawan? Tentu dalam pikiran kalian akan terbesit sebuah pulau besar dengan ribuan pura di dalamnya. Yap, tepat sekali!

Sejauh kornea mata memandang, kita akan melihat banyak pura yang berdiri megah karena bukan rahasia lagi, mayoritas penduduk Pulau Dewata ini memeluk agama Hindu. Banyak sekali sejarah yang tersirat di dalam pura-pura itu dan bersifat sakral.

 

 

Goa Lawah, Klungkung

Di bawah teriknya matahari siang yang menyinari bumi, saya bersama salah seorang teman saya mencoba menyusuri Pulau Dewata sembari mencari sebuah keunikan yang ada di sana. Tujuan kami adalah Goa Lawah.

goa_lawah_baliGoa Lawah, Bali

Bermodalkan sebuah kendaraan roda dua, kami berjalan mengelilingi Klungkung, wilayah tenggara Pulau Bali. Niat kami sih mencoba menghindari para turis mancanegara, tapi dugaan saya salah. Saya masih saja bertemu dengan para turis tersebut meskipun sangat sedikit. 

Mata saya terus membelalak melihat hamparan pantai di sepanjang jalan yang kami lalui. Kami pun menghentikan laju kendaraan kami di tepi jalan. Pandangan mata kami tak pernah lepas melihat hamparan pantai nan biru dengan debur ombak yang tipis menyapu bibir pantai.

Namun, sekali lagi saya tekankan (cieh, serius amat!), kami tidak akan berburu pantai kali ini. Kami ingin mengunjungi sebuah pura yang konon banyak kelelawar bersarang di sana. Sangat penasaran, kami membuka kembali GPS kami yang sempat tersendat. Ternyata letak pura tersebut tidak jauh dari lokasi kami saat itu, tempat kami sedang berhenti untuk menikmati birunya pantai yang menyilaukan.

goa_lawah_baliBerpose di depan Pura Goa Lawah

Tak beberapa lama, kami pun sampai di tempat tujuan. Kami berada di Pura Goa Lawah. Penasaran dengan nama tersebut, kami pun tak sabar untuk mengunjungi loket pintu masuk. Dengan Rp10.000,- per orang, kami akhirnya di persilakan masuk. Syaratnya, kami harus memakai sarung dan ikat pinggang atau selendang yang diikatkan di pinggang. Ya, karena ini adalah tempat sembahyang. Jadi kita harus berlaku sopan.

Baca Juga: Pulau Menjangan: Candu Pesona Bawah Laut

 

 

Pura Sad Kahyangan Untuk Menyembah Dewa Baruna

Ketika hendak masuk ke dalam goa tersebut, kami disambut oleh sebuah gapura khas Bali. Gapura sebuah Pura.

Goa Lawah ini berada dalam area pura yang sering disebut "Pura Goa Lawah". Sementara Goa Lawah sendiri adalah sebuah goa yang di dalamnya dihuni oleh ribuan kelelawar. Lawah adalah sebutan untuk kelelawar. Jika kita amati, memang benar, banyak sekali kelelawar yang menggantung di dinding-dinding goa pada siang itu. Konon kelelawar tersebut disakralkan.

Pura yang berada di sekitar goa tersebut dibangun pada abad ke-11. Pura Goa Lawah merupakan Pura Sad Kahyangan (Kahyangan Jagad), yakni tempat memuja Tuhan sebagai Dewa Baruna, penguasa lautan.

dewa_barunaDewa Baruna

Pura Goa Lawah tersebut terletak di Desa pesinggahan, Kecamatan Dawan, 10 km di timur Kota Semarapura Klungkung dan kurang lebih sekitar 50 km dari Kota Denpasar. Goa Lawah merupakan goa alami yang terletak di bukit karang. Bukit tersebut bernama Bukit Tengah.

Baca Juga: Gili Labak - Surga Tersembunyi Di Pulau Garam

 

 

Sejarah Pura Goa Lawah

Menurut sejarah, konon Pura Goa Lawah ini dibangun atas inisiatif Mpu Kuturan pada abad ke XI Masehi. Keberadaan pura tersebut dinyatakan dalam beberapa lontar seperti Lontar Usana Bali dan juga Lontar Babad Pasek.

Dalam Lontar Usana Bali, disebutkan bahwa Mpu Kuturan memiliki karya yang bernama "Babading Dharma Wawu Anyeneng" yang isinya tentang pendirian beberapa pura di Bali, termasuk Pura Goa Lawah.

goa_lawah_bali

Pada umumnya umat Hindu di Bali melakukan Upacara Nyegara Gunung sebagai penutup Upacara Atma Wedana atau disebut juga "Nyekah", "Memukur" atau "Maligia". Upacara ini berfungsi sebagai pemakluman secara ritual sakral bahwa atman keluarga yang diupacarai itu telah mencapai Dewa Pitara. Upacara tersebut pada umumnya dilakukan di Pura Goa Lawah dan Pura Besakih salah satunya ke Pura Goa Raja.

Baca Juga: Santosa Stable Horse Riding, Kendal: Berkuda Dan Legenda

 

 

Lokasi Goa Lawah Bali

Pura Goa Lawah ini dibuka untuk umum. Bahkan turis mancanegara pun diperbolehkan untuk masuk dan berkunjung ke dalam pura yang memiliki goa dengan ribuan kelelawar tersebut. Untuk mencapai sana, kalian bisa menggunakan kendaraan pribadi.

goa_lawah_baliRibuan Keleawar Bergantung Di Mulut Goa Lawah

Jika dari Denpasar, kalian dapat mengambil arah menuju Klungkung. Kemudian, kalian akan melewati jalan bypass menuju Karangasem. Sepanjang jalan kalian akan disuguhi birunya air laut di sepanjang jalan. Pura tersebut berada tepat di depan pantai yang membentang biru. Jadi tidaklah sulit jika kita hendak pergi ke sana. Gunakan GPS sebagai alat bantu perjalanan kalian.




arkana
Mia Kamila, adalah seorang blogger yang suka jalan-jalan. Setiap perjalannya selalu ia ceritakan melalui sebuah untaian kata-kata. Profil Selengkapnya >>

Wisata Lainnya

Tulis Komentar
comments powered by Disqus




KATEGORI :




ARTIKEL PILIHAN :


Mengasah Rasa Lewat Kehidupan dan Gelombang Ujian


Widyoseno Estitoyo: Pebisnis Muda, Aktivis Sosial, Dan Pekerja Seni


SeoulMate - Menemukan Belahan Jiwa di Seoul


Begin Again - Selalu Ada Jalan untuk Bangkit dan Menjalani Hidup


Menuju Senja - Payung Teduh


Dari Surga Belanja Menjadi Surga Makanan, Kedai Tunjungan City


Lembah Rolak


Literasi Oktober: Goodreads Surabaya, Faisal Oddang, dan Puya ke Puya


Oma Lena - Part 1


Sebuah Wajah, Sebuah Rasa (Bagian Empat)


(K)Aku