Kampung Labasan Sleman: Wisata Desa Elegan dan Tak Kampungan

21 Aug 2016    View : 680    By : Mia Kamila


Namanya Kampung Labasan Tropical Resort. Saya dengar, di tempat itu, kita bisa 'disulap' menjadi orang desa dalam semalam. Cocok bagi yang sudah penat dengan hiruk pikuk kota dan segala rutinitas yang melelahkan. Nah, di artikel ini, saya akan mengulas pengalaman saya membuktikan 'keudikan' Kampung Labasan Tropical Resort.

 

joglo_kampung_labasanResor Kampung Labasan, photo by: Mia

Baca juga: Wisata Madiun Bersama Keluarga

 

 

Kampung Labasan Tropical Resort Jogjakarta

Perjalanan kali ini agak sedikit 'elit' lantaran saya mendapat jamuan singkat dan fasilitas mobil jemputan yang membuat saya nyaman menuju Kampung Labasan Tropical Resort yang berada sekitar 300 m dari Pasar Pakem, Sleman, Jogjakarta. Jadi, mulai gerimis hingga hujan lebat sore itu, saya tak menemui masalah berarti dalam mengelilingi Sleman, Jogjakarta. Meskipun begitu, tetap ada sebersit harapan saya agar cuaca cerah.

Udara dingin pun menyergap ketika saya, Dhev, dan Reza turun dari mobil. Kami berlari kecil dari mobil menuju sebuah rumah joglo—yang merupakan bangunan Kampung Labasan Tropical Resort—dengan penerangan neon berwarna kuning gading. Dalam pendar cahaya yang masih tampak terang, beberapa ekor kucing berbulu lebat menyambut kami dengan hangat disertai senyuman ramah sang pramusaji Kampung Labasan Tropical Resort.

resto_labasanRestoran Kampung Labasan, photo by: Mia

Baca juga: Berwisata Kuliner Khas Surabaya di Satu Tempat

 

Sambil merapikan duduk, saya mulai bermain dengan seekor kucing yang mendekati saya. Sementara itu, sang pramusaji menawarkan beberapa menu andalan mereka sambil menyodorkan buku menu.

Saya tak sabar ingin mencicipi menu spesial Kampung Labasan Tropical Resort yaitu telo asam manis. Sebenarnya, saya memesan menu tersebut lebih karena penasaran saja, meskipun pada dasarnya saya tidak begitu suka dengan jenis umbi yang menjadi bahan dasarnya: ketela.

Memang aneh kedengarannya. Jika ketela yang biasanya menjadi camilan ringan dengan cara direbus atau digoreng, di Kampung Labasan Tropical Resort ini ia diolah menjadi kudapan dengan campuran-campuran bumbu rahasia.

Menurut cerita yang saya tangkap, Kampung Labasan Tropical Resort mengusung konsep tradisional, kepedulian lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat. Entah apa yang ada di dalamnya saya pun akan segera mencari tahu informasinya untuk Artebianz, tapi setelah saya mencicipi hidangan unggulannya itu dulu, ya! Hihihi....

 

 

Restoran Kampung Labasan Mengolah Makanan Murah Jadi Berkelas

Setelah beberapa lama menunggu sambil ditemani kucing-kucing manja akhirnya, satu per satu hidangan pesanan kami datang. Eits! jangan lupa cuci tangan dulu ya, Artebianz! Terutama karena saya baru saja bermain bersama si Manis yang menggemaskan. Bagi yang tak suka dengan kucing, bisa meminta pramusaji untuk menyingkirkan hewan itu dari pandangan kita.

Hemm… aroma sedap menyergap indra penciuman saya. Disusul dengan suara brutal dari perut saya. Tak sabar rasanya ingin segera menyantapnya. “Paduan yang pas,” kata Reza sambil menatap hangat hidangan-hidangan tersebut. Sambil menyesap wedang uwuh, saya pun ikut menatap aneka hidangan yang kami pesan. Benar-benar terlihat nikmat.

telo_asam_manisSungguh di luar dugaan! Ketela yang saya anggap rendah derajatnya, karena saya tak begitu suka, seolah langsung naik tahta setelah diolah dalam bentuk telo asam manis ini.

Rasa ketelanya memang tak hilang, tapi ditambah rasa-rasa sedap bercampur nikmat dalam indra pengecap, saya pun tak malu mengakui bahwa hidangan berbahan ketela ala Kampung Labasan Tropical Resort ini memang menarik nafsu makan saya. Tak sadar mata saya ikut merem melek menikmati hidangan yang lezat ini. Entah bumbu apa yang dicampurkannya.

Baca juga: Cumi Krispi Bersaus Madu


jantung_pisang_tumisTidak hanya ketela, jantung pisang pun ikut menjadi bahan utama sebuah masakan yang tak kalah lezatnya. Semuanya dimasak pedas dan manis. Ajaibnya, masakan ini terkesan sebagai jamuan mewah, meski dari bahan yang murah. Tak ketinggalan, soup cream telo menjadi hidangan penutup kami. Wah, benar-benar istimewa!

Udara yang dingin ditambah dengan gerimis membuat saya berhasrat untuk memesan sebuah minuman rempah-rempah khas Jogja, wedang uwuh, yang terdiri dari racikan jahe, kayu secang, cengkeh, kapulaga, kayu manis, sereh, dan gula batu.

 

 

Jadi Orang Desa Dalam Semalam

Setelah selesai makan, saya bergegas mencari tahu lebih jauh tentang tempat ini. Ternyata Kampung Labasan ini tidak hanya menonjolkan restoran yang memiliki menu-menu tradisional, melainkan sebuah penginapan yang mengusung nilai-nilai budaya dan alam.

joglo_kampung_labasanDi belakang restoran terdapat beberapa rumah adat yang sengaja disewakan untuk para pengunjung untuk menginap atau gathering, semacam vila.

Rumah-rumah adat tersebut menawarkan kenyamanan dan kesan tradisional yang memanjakan para tamu dengan berbagai fasilitas yang tentunya akan meninggalkan kesan.

Tak heran, jika tempat ini ramai sekali dikunjungi oleh wisatawan asing yang ingin merasakan menginap layaknya di sebuah pedesaan. Tak jarang juga orang-orang kota yang rindu dengan kampung halamannya sengaja menginap di sini.

joglo_kampung_labasanHarga yang ditawarkan pun tergolong murah, jika kita membawa massa yang banyak. Namun, satu rumah hanya dapat disewa dengan satu nama. Rumah-rumah tersebut memiliki kapasitas sesuai besar kecilnya rumah.
 
Kampung Labasan Tropical Resort pun menyediakan paket wisata desa. Paket tersebut menawarkan kegiatan wisata yang membaur dengan masyarakat desa sekitar. Berbaur dengan masyarakat?

Ya, kita akan diajak menjajaki kegiatan yang dilakukan oleh warga setempat seperti mencangkul sawah, membajak sawah, naik delman keliling kampung, ronda malam sambil berinteraksi bersama warga, dan masih banyak kegiatan-kegiatan tradisional lainnya, yang di "Zaman Google" ini sudah sangat jarang kita temui.

joglo_kampung_labasanBagian dalam joglo penginapan di Resort Kampung Labasan, photo by: Mia

Baca juga: Goa Lawah Bali Dan Sejarah Dewa Laut

 

Pengalaman pengunjung untuk menjadi orang desa dalam semalam di Kampung Labasan Tropical Resort ini disempurnakan oleh udara sejuk Kaliurang, yang tak jauh dengan gunung Merapi. Percaya deh, Artebianz bisa merasakan sensasi tinggal di pedesaan dengan mengunjungi Kampung Labasan Tropical Resort.

 




arkana
Mia Kamila, adalah seorang blogger yang suka jalan-jalan. Setiap perjalannya selalu ia ceritakan melalui sebuah untaian kata-kata. Profil Selengkapnya >>

Wisata Lainnya

Tulis Komentar
comments powered by Disqus


givaway happiness is you



KATEGORI :




ARTIKEL PILIHAN :


Stigma dan Tradisi: Perempuan, Terlahir Sebagai Penghuni Neraka


Nicoline Patricia Malina: Fotografer Cantik Muda Berbakat


Tango - Surealisme Hubungan Wanita-Pria dan Diri


Cheese In The Trap - Jebakan Si Keju Untuk Sang Tikus


Nash - Ya Rabbana Anta Maulana


Bubur Turki Kayseri: Bubur Ayam Versi Spicey


Heerlijk Gelato


The Backstage Surabaya (Bagian 2) : Mindset Seorang Founder StartUp


Tiga Puluh Tahunan (Part 2 - End)


Sebuah Wajah, Sebuah Rasa (Bagian Lima)


Menguak Luruh