Masa (II)

03 Nov 2015    View : 2908    By : Tsaidun


Ketika pijar merambah

menghiasi alam 

Membuat setiap ciptaanNya terbangun dari mimpi

 

Namun,

keengganan terbalut kemalasan

Hingga jiwa terselimutkan,

angan memeluk erat

 

Meski kicau indah memanggil

Isyarat bagi mereka yang merasa hidup

 

Moment between life and death
Illustration source: here.

 

Manakala putaran pijar menyengat

Peluh penyesalan merambah di sekujur tubuh

 

Cuma bayang yang terengkuh

 

Luluh lantak jika kaki cuma berdiri

Di sana,

menanti pertanyaan setiap apa yang teranugerahkan

 

Manakala pijar mulai meredup

Kelu, lelah,

merangkai langkah yang mulai goyah

 

Rasa memohon untuk tetap dalam keinginan

Telah berlalu,

seperti waktu tak terhentikan

 

 

Header illustration source: here.






Tsaidun

Tsaidun adalah seorang spiritualis yang gemar membaca buku, khususnya psikologi dan filsafat. Pria yang sempat bekerja di salah satu perusahaan internasional ini lahir dan besar di Surabaya.

Profil Selengkapnya >>

Puisi Lainnya

Tulis Komentar
comments powered by Disqus





KATEGORI :




ARTIKEL PILIHAN :




Stigma dan Tradisi: Berhenti Belajar! Mari Mulai Berpikir dan Menciptakan


Selama Kita Tersesat di Luar Angkasa oleh Maggie Tiojakin


Teluk Hijau Banyuwangi


The Imitation Game - Menginspirasi Banyak Orang Tentang Makna Perbedaan


Prisca Primasari - Menulis Adalah Memberi Kado Pada Diri Sendiri


Kenikmatan Sederhana dalam Semangkuk Mi Ayam Seorang Pedagang Kaki Lima, Surabaya


La Ricchi - Gelato Kaya Rasa di Surabaya


Tiga Puluh Tahunan (Part 1)


Epik High's Happen Ending - Cinta dan Hubungan Antarmanusia


Diskusi Bersama Alvi Syahrin dan Ika Vihara: Wattpad dan Sastra Digital


(K)Aku


Sebuah Wajah, Sebuah Rasa (Bagian Lima)