Wawancara Dengan Cindy Owada: Mengenal Lebih Dekat WTF Market Dan Brand Lokal Indonesia

20 Mar 2016    View : 545    By : Amidah Budi


Saat mengunjungi WTF Market, hari Sabtu kemarin, saya berkesempatan wawancara langsung dengan Cindy Owada, project manager sekaligus founder WTF Market. Kita banyak membicarakan segala hal tentang WTF Market dan juga brand lokal Indonesia. Ingin tahu lebih dalam tentang dunia yang digeluti oleh Cindy Owada ini? Yuk ikuti obrolan kami.

 

Kapan WTF pertama kali didirikan?

Mei 2014. WTF Market ini ide dari Cindy Owada dan Adiknya Richard Owada.

cindy owada dan richard owadaCindy Owada dan Richard Owada - founder WTF Market


Apa Visi Misi WTF Market?

WTF Market ingin sebisa mungkin membantu ekspansi dari brand-brand lokal sendiri. Memang belum sampai Internasional, tapi secara nasional dulu. Kita ingin brand-brand lokal ini bisa growing, baik secara brand awareness maupun secara penjualannya.

 

Mengapa menamakan WTF Maret?

WTF Market kependekan We The Future Market. WTF Market adalah market di mana kita selalu berinovasi, baik dari segi dekorasinya maupun dari segi tenant-nya. Dari satu event ke event selanjutnya kami ingin selalu level-up. Oleh karena itu, WTF Market kali ini tidak hanya shopping dan dining, tetapi juga ada workshop, playing, massaging, make over, juga skin check-up. WTF Market ingin menjadi market yang one-stop entertainment, yang mana datang ke WTF Market bisa mendapatkan segala macam hiburan.


Apa yang spesial dari WTF kali ini?

Ini pertama kali kita buat market yang banyak sekali pelayanannya buat pengunjung dan juga tenant. Misalnya ada free ride dari Uber, ada free massage, dan ada juga kids corner. Juga dari segi dekorasi, kita memasukkan unsur teknologi ke dalam dekorasi. Slogan kita kan "We The Future market" jadi kita penginnya desainnya lebih futuristik.

Dari segi promosi di instagram juga banyak menggunakan video-video. Kita juga membawa inspiring tentant dari Jakarta, seperti Shirokumo karena menurut kita belum ada market-market yang berani membawa brand yang sudah cukup mapan, permanen dan sukses yang bisa menginspirasi para entreprenuer muda di kota ini.

Baca Juga : Widyoseno Estitoyo: Pebisnis Muda, Aktivis Sosial, Dan Pekerja Seni


Apakah WTF Market selalu mengadakan talk show ?

Iya. Kita mengundang blogger dan youtuber yang inspiratif. Mereka adalah anak-anak muda yang sudah bisa sukses di usia mudanya. Figur yang kita hadirkan kali ini lebih ke arah anak muda yang suskes lewat dunia virtual. Seperti Candra Liaw, Nikita Kusuma, Anaz Siantar, Malva, dan Airine. Mereka sukses karena mereka benar-benar maintain sosial media mereka, dan diri mereka sehingga selalu berpenampilan menarik.


Apakah WTF Market melakukan seleksi kepada tenant-tenant yang mendaftar?

Ada seleksi. Kita pengennya at least 80% tenant adalah hand-made, locally made, manufacture locally, dua puluh persennya biasanya import atau half-import half-local made, dan mereka harus kreatif dari segi packaging, juga dari segi inovasi.

Kami juga mengedepankan keunikan. Walau kali ini banyak banget tenant yang menawarkan batik, tapi batik satu sama yang lain selalu ada berbedaannya. Kita selalu tanya kepada para owner-nya apa sih keistimewaan dari produk mereka? Kita selalu menanyakan batiknya dari mana? Proses pembuatannya seperti apa? Uniknya apa?


Kendala apa yang dihadapi WTF Market kali ini?

Kendala yang ada mungkin dari segi operasional aja sih, kayak listrik dan kompor. Kalau soal misal penjualan sih masih oke-oke aja sih.


Untuk kedepannya WTF mau dikembangkan seperti apa? Mau berinovasi seperti apa?

Selain membuat WTF Market kita punya planning untuk membuat WTF Education, juga WTF Charity. Jadi WTF Education itu bukan kayak kita bikin sekolah tapi lebih ke arah bikin satu komunitas di mana orang-orang bisa saling belajar satu sama lain. Seperti workshop-workshop yang mungkin cukup sehari saja tapi lebih ke arah praktikal langsung dari praktisinya. Dimulai dari yang kecil-kecil dulu.

Tema Workshop selalu yang berhubungan dengan bisnis seperti business personal development. Dimulai dari situ harapannya bisa membuat seminar-seminar atau conference-conference yang lebih besar lagi. Rencananya WTF Education dimulai tahun depan.

WTF Market CrewTim Sukses WTF Market - Moire

Baca Juga : The Backstage Surabaya (Bagian 2) : Mindset Seorang Founder StartUp

 

Apa pendapat Cindy tentang brand lokal Indonesia?

Selama 7 kali aku bikin event, sebenarnya produk mereka itu bagus banget. Orang Indonesia itu bikin brand tidak hanya asal jadi, mereka benar-benar mengedepankan kualitas. Tapi jujur, dari segi harga itu jatuhnya jadi lebih mahal karena skala produksinya masih sedikit, masih hand made, skala bahan yang dibeli juga masih sedikit. Tapi dari segi kualitas itu jauh beda.

Mungkin kurangnya dari segi promosi karena masyarakat kita masih cenderung apa-apa melihat orang lain. Misalnya di Hollywood atau di Amerika yang keren itu kosmetik merek ini nih, tas yang bagus tuh merek ini, sepatu yang bagus itu merek itu, baju yang keren itu yang ini. Tapi saya nggak bisa cuma bilang kalian harus support produk lokal, cintai produk lokal, belilah produk lokal. Saya melakukannya dengan promosi melalui WTF Market ini. Kalian bisa datang, bisa lihat barangnya, bisa coba juga. Kalian juga bisa bantu promosi produk yang kalian beli dengan di-posting di media sosial misalnya. Strategi seperti itu saja sudah sangat membantu brand lokal.


Jadi Cindy Optimis nih terhadap brand lokal Indonesia?

Optimis sih. Tapi mungkin untuk beberapa entreprenuer masih kurang optimis sama produk mereka terutama saat penjualan tidak sesuai dengan harapan sehingga membuat mereka ingin berhenti dari bisnisnya. Mereka nggak benar-benar yakin mereka membuat bisnis ini itu untuk apa? Apakah hanya untuk demi profit atau apakah mereka benar-benar ingin berkarya di bidang tersebut. Itu sih yang jadi kendala, yaitu untuk meyakinkan mereka bahwa bisnis bukan sekadar bisa menjual atau nggak menjual, tapi justru ada satu tujuan yang lebih penting.


Sebenarnya Cindy passion-nya apa sih?

Selama ini aku enjoy menjalankan event organizer ini, ketemu orang, terus cari tahu dan dengerin mereka punya business profile, bantuan mereka how to promote, gitu-gitu. Melihat mereka bisa menghasilkan banyak penjualan membuat aku sangat senang, meskipun aku nggak ikut dapet uangnya.


Bisa kasih tahu bocoran tentang event WTF Market selanjutnya?

Next event ada di Surabaya lagi, sekitar bulan Juni tahun ini, kemudian bulan Agustus di Jakarta, baru Septembernya di Medan.

Persiapan untuk event bulan Juni dari segi desain kita sudah ada konsepnya, terus dari segi orang-orang yang mau diundang, kita sudah ada list-nya tapi masih dalam proses penggodokan.

 

Wow keren banget ya, Artebianz. Saya jadi tahu banyak hal tentang WTF Market dan juga brand lokal Indonesia. Terima kasih Cindy, sudah mau berbagi banyak pengalaman dengan kami. Sampai jumpa di event WTF Market selanjutnya. Dan yang terakhir, maju terus brand lokal Indonesia.

Baca Juga : WTF Market - Moire : A One-Stop Entertainment Market

 



amidah budi
Seorang web developer yang menyukai seni, sastra, fotografi, dan jalan-jalan. Profil Selengkapnya >>

Liputan Lainnya

Tulis Komentar
comments powered by Disqus




KATEGORI :




ARTIKEL PILIHAN :


Stigma dan Tradisi: Laki-laki, Perempuan... Mana yang Lebih Baik?


Indah Kurnia, Memimpin Tanpa Kehilangan Identitas Sebagai Wanita


Tango - Surealisme Hubungan Wanita-Pria dan Diri


Cheese In The Trap - Jebakan Si Keju Untuk Sang Tikus


Kataji - Awal Mula Saya Terpikat pada Yura


Candi Minak Jinggo - Candi Kecil nan Istimewa di Trowulan


Warung Wulan - Resto All You Can Eat Murah Meriah


Kedai Es Krim Zangrandi - Sejak 1930


Bersama Sebuah Buku dan Sebatang Rokok


Sebuah Wajah, Sebuah Rasa (Bagian Enam)


Aku Tak Ingin Lomba Balap Karung, Bu.