Petualangan bersama Einstein: Karyawisata ke Pabrik

01 Aug 2015    View : 896    By : Arkana


Hai, Artebianz.

Kembali saya akan mereview koleksi ensiklopedia yang saya miliki. Hmm… kira-kira sekarang saya akan membahas mengenai apa lagi ya, Artebianz? Oke. Sekarang saya akan membahas mengenai karyawisata ke pabrik.

Artebianz pasti pernah melakukannya bukan? Karyawisata ke pabrik merupakan salah satu kegiatan yang menyenangkan. Kegiatan yang diadakan tiap sekolah menjelang liburan sekolah, atau saat di awal liburan sekolah yang berguna untuk mengisi waktu luang dengan menambah pengetahuan baru. Ya, pengetahuan yang kita dapatkan bukan hanya dari sekolah. Saat menemani ibu kita berbelanja pun kita juga bisa mendapatkan pengetahuan. Bagaimana bisa? Saat di pasar kita bisa mengetahui bagaimana cara tawar-menawar yang baik, memilih buah-buahan dan sayur-sayuran yang baik, serta menambah interaksi kita dengan lingkungan sosial kita yang baru.

Baca juga: Para Penjelajah Dunia: dari Vasco da Gama hingga Ibnu Battuta

Bagaimana dengan di pabrik?

Tentunya di pabrik, kita akan lebih banyak mengetahui berbagai macam benda-benda baru dan cara pembuatannya. Bahkan kita juga diajak untuk membuat benda tersebut dengan bimbingan para karyawan di pabrik. Menyenangkan bukan?

Mari perhatikan baik-baik, Artebianz. Coba perhatikan buku yang kalian sedang pegang di tangan kalian: terdapat kata-kata yang tercetak, sampul atau cover buku yang bervariasi dan berwarna-warni, ilustrasi-ilustrasi yang unik dan menarik, serta pengemasan buku yang dijilid rapi.

Ya, semua keterangan tersebut memang terjadi di pabrik. Dengan teknologi yang canggih, para karyawan yang dibekali dengan pengetahuan yang baik, serta para pemilik perusahaan yang baik dalam mengelola sebuah pabrik sehingga dapat menghasilkan sebuah produk yang bermutu. Tentu saja itu juga karena adanya simbiosis mutualisme alias saling menguntungkan.

HEBAT…!

Buku berjudul Petualangan Bersama Einstein: Karyawisata ke Pabrik ini mengajak kita untuk menelusuri dan menjelajahi isi yang terdapat di dalam buku ini. Petualangan Bersama Einstein: Karyawisata ke Pabrik, seakan-akan menginginkan memasuki pabriknya dan menemukan ilmu baru tentang membuat segala sesuatunya, yang mulai dari cokelat batangan, misteri oven microwave, hingga pembuatan mumi.

Pernahkah kalian memikirkan tentang sebuah karet? Ya, apa pun jenis karetnya, karet ikat rambut hingga karet gelang. Atau, mengapa karet yang kita gunakan ini sangat lentur bahkan sebagian dapat memantul? Ya, karet memantul dalam bentuk benda apa pun, bukan hanya sebatas karet gelang. Jadi, garis besarnya adalah….

Baca juga: Einstein Aja Ingin Tahu! (Jilid 1)


Mengapa karet bisa memantul?

Tepat sekali. Kalau bukan karena karet, bola tidak dapat memantul. Para pemain sepak bola tidak dapat menendang bolanya, karena bola tersebut terbuat dari besi, misalnya. Atau para pemain basket tidak dapat men-drible karena bolanya terbuat dari batu yang berbentuk bundar dan dicat berwarna oranye. Bahkan, kalian juga tidak bisa bersifat iseng terhadap anggota keluarga atau teman-teman kalian dengan menjepretkan karet gelang kepada mereka. Belum lagi, jika bus sekolah harus mencari jenis roda yang sama. Seandainya roda tersebut tidak terbuat dari bahan karet, bisa jadi mereka akan menggunakan jenis roda tank untuk bus sekolah.

Wah… wah…

Karet bisa memantul karena kandungan yang terdapat di dalamnya. Semuanya diawali oleh pohon dan zat putih susu yang disebut dengan “lateks”.

Awal penemuan yang menakjubkan saat orang-orang menemukan lateks cair dan mengeringkannya di atas api sampai mengental dan memadat, mereka hanya mendapatkan bahan yang elastis: karet.

gambar diambil dari immppg.org

Artebianz, saat ini, sebagian besar karet adalah buatan manusia dari produk minyak bumi. Dan ini beberapa fakta unik tentang karet: sulfur (belerang) biasanya ditambahkan pada karet vulkanisasi (stabilisasi). Pengisi seperti karbon jelaga sering dicampurkan untuk membuat karet lebih kuat dan kaku (ini sebabnya ban mobil berwarna hitam). Selain ban, karet juga digunakan sebagai salah satu bahan pembuatan sepatu olahraga, sarung tangan bedah, jas hujan, hingga bebek karet yang biasa menemani kita saat mandi. Hihi ….

Kira-kira, benda-benda apa saja yang terbuat dari karet ya, Artebianz?

Ada yang mau menambahkan? Smile

Baca juga: Einstein aja Ingin Tahu! (Jilid 2)


Profil Buku Petualangan bersama Einstein: Karyawisata ke Pabrik

Judul Asli

 How Come? Factory Field Trip
Judul Terjemahan  Petualangan bersama Einstein, Karyawisata ke Pabrik
Ditulis oleh  Kathy Wollard dan Debra Solomon
Diterbitkan oleh  Scientific Press
Diterjemahkan oleh  Esther S. Mandjani
Disunting oleh  Dr. Lyndon Saputra
Ilustrasi oleh  Debra Solomon
Genre  nonfiksi, ensiklopedia, pengetahuan populer
Harga  IDR14.900,00
Koleksi  Perpustakaan Pribadi



Tag :


Arkana

Arkana a.k.a Laura Lidya Monica Putri adalah seorang kutu buku, Thai-Holic (penggemar Film Thailand), yang memiliki hobi menulis.

Profil Selengkapnya >>

Review Buku Lainnya

Tulis Komentar
comments powered by Disqus





KATEGORI :




ARTIKEL PILIHAN :




Stigma dan Tradisi: Menikah - Antara Tuntunan Agama dan Tuntutan Masyarakat


Prisca Primasari - Menulis Adalah Memberi Kado Pada Diri Sendiri


The Wind Leading To Love


Filosofi Kopi - Bukan Sekedar Adaptasi Dari Cerita Pendek


Menuju Senja - Payung Teduh


Kober Mie Setan, Gresik Kota Baru


Libreria Eatery - Tempat Pas untuk Memberi Makan Perut dan Otak


Banyu Anjlok - Pantai Bolu-Bolu - Keletekan: Sekali Dayung Dua Tiga Pulau Terlampaui


Literasi Oktober: GRI Regional Surabaya - Menimbang Buku dalam Resensi


Sebuah Wajah, Sebuah Rasa (Bagian Pertama)


Pria Asing Di Pos Kamling


Menguak Luruh