#GIRLBOSS - Bagaimana Menjadi Bos (Cewek) yang Nggak Ngowos

22 Oct 2016    View : 1251    By : Niratisaya


Ditulis oleh  Sophia Amoruso
Diterbitkan oleh      Noura Books
Diterjemahkan oleh  Rahayu Wilujeng Kinasih
Disunting oleh      Kiki Sulistiyani
Aksara diselaraskan oleh  Lian Kagura dan Novia Fajriani
Aksara ditata oleh  Kaezamasanip
Desain sampul oleh  Iggrafix
Diterbitkan pada  November 2015
Genre  Nonfiction, motivation, autobiography, inspiration, self-development
Jumlah halaman  280
Harga
 IDR59.000,00
Koleksi  Perpustakaan Pribadi

 

 

Delapan tahun lalu, dia bukan siapa-sapa. Dikeluarkan dari sekolah, berganti-ganti pekerjaan, mengorek sampah untuk mencari makanan, sampai-sampai pernah menjadi pengutil profesional di supermarket demi bertahan hidup. Namun kini, Sophia Amoruso adalah perempuan muda, pendiri, CEO, dan direktur kreatif Nasty Gal, toko fashion online beromset jutaan rupiah.

Bisnis Sophia dimuai di eBay, dari menjual buku bekas sampai baju-baju vintage yang dia kumpulkan dari tukang loak. Jatuh bangun dia alami, tetapi di bidang itulah akhirnya dia menemukan kecintaannya. Dia pun mampu membuat situs sendiri, nastygal.com, yang dinobatkan majalah Inc. menjadi toko retail dengan perkembangan tercepat di Amerika.

Sophia membuktikan bahwa menjadi sukses bukan tentang seberapa populer dirimu di sekolah atau kampus. Keberhasilan adalah tentang kerja keras, melakukan hal yang kamu sukai, dan memercayai instingmu.

Dalam buku ini, Sophia dan para #GIRLBOSS lainnya tak hanya bercerita kisah suksesnya, tetapi juga membagi rahasia dan tips menjadi #GIRLBOSS sesungguhnya.

 

Sejak dimulainya pergerakan feminisme pada tahun 1785, perempuan berusaha menemukan tempatnya dalam masyarakat. Bukan sebagai tokoh utama di bidang domestik, tetapi sebagai salah satu pemeran aktif di ruang publik. Kini, lebih dari 200 tahun kemudian, segala tuntutan kesetaraan antara perempuan dan laki-laki perlahan mulai terwujud. Artebianz bisa melihat polisi wanita, pengacara wanita, wanita yang menjadi anggota dewan legislatif, dan profesi lainnya yang biasanya didominasi oleh kaum laki-laki.

Yang menjadi tantangan bagi kaum perempuan di abad millennium kali ini, menurut saya, adalah bagaimana mereka membuktikan bahwa perempuan juga memiliki potens