Nash - Ya Rabbana Anta Maulana

23 Jun 2015    View : 10010    By : Nadia Sabila


Tidak terasa, bulan Ramadhan sudah datang lagi ya! Untuk Artebianz yang merayakannya, tentu hal ini merupakan suatu anugerah yang tak terkira karena masih diberi kesempatan bertemu lagi di bulan yang penuh "obral" pahala ini.

Nah, di bulan puasa seperti ini, lagu-lagu religi muslim tentunya akan sering bergema dari layar kaca kita. Lagu-lagu religi Islam dewasa ini sudah mengikuti perkembangan zaman dan sudah tak melulu musik ala qasidah yang biasanya identik dengan ibu-ibu, atau juga musik-musik religi Islam untuk anak-anak yang dulu nge-top dibawakan oleh Sulis dan Hadad Alwi. Lagu-lagu rohani Islam sekarang lebih easy listening, bahkan ada yang melodinya terdengar seperti lagu pop pada umumnya, dan membuat kita tidak menyadari bahwa itu adalah lagu rohani.

Nash, grup band baru gemblengan Transcorp, menjadi salah satu grup band yang sukses menyampaikan lagu rohani Islam dengan cara yang lebih easy listening, lebih segar, seperti yang saya jelaskan di atas. Kalau Artebianz menonton Trans TV di bulan-bulan puasa seperti ini, Nash dan lagu-lagunya akan sering terdengar di telinga dan menjadi soundtrack selama bulan Ramadhan untuk Trans TV.

Terlepas dari TransTV, saya akan menyoroti salah satu lagu Nash yang menjadi favorit saya, judulnya: Ya Rabbana. Berikut ini liriknya:

Ya Rabbana 'Ufuana...
Ya Rabbana Ighfirlana...
Ya Rabbana Irhamna...
Ya Rabbana.... Anta Maulana...
(Ya Rabbana...) Anta Maulana....

Ya Tuhan kami, beri maaflah kami
Ya Tuhan kami, ampunilah kami
Ya Tuhan kami, rahmatilah kami
Ya Tuhan kami...
Kau pelindung kami...

Ya Rabbana 'Ufuana...
Ya Rabbana Ighfirlana...
Ya Rabbana Irhamna...
Ya Rabbana... Anta Maulana...
(Ya Rabbana...) Anta Maulana....

Ya Tuhan kami, beri maaflah kami
Ya Tuhan kami, ampunilah kami
Ya Tuhan kami, rahmatilah kami
Ya Tuhan kami...
Kau pelindung kami....

Arti Lirik Ya Rabbana

Lirik dalam lagu Nash Ya Rabbana ini mengandung kata-kata dzikir dan doa yang tentunya sangat pas dilantunkan di bulan Ramadhan seperti sekarang ini. Kata-kata yang berbahasa Arab dalam liriknya langsung diartikan menggunakan bahasa Indonesia. Penjelasannya adalah sebagai berikut:

Ya Rabbana 'Ufuana artinya Ya Tuhan kami, maafkanlah kami
Ya Rabbana Ighfirlana artinya Ya Tuhan kami, ampunilah kami
Ya Rabbana Irhamna artinya Ya Tuhan kami, rahmatilah (kasihilah) kami
Ya Rabbana Anta Maulana artinya Ya Tuhan kami, Kau-lah pelindung kami

Lirik lagu ini sebetulnya ringkas saja, bahasa Arab yang kemudian diikuti dengan artinya pada bait kedua. Tetapi jujur Artebianz, saya memang sengaja tidak mengupas makna lirik lagu Ya Rabbana ini secara lebih mendalam karena Bahasa Arab adalah bahasa yang sangat kompleks, dan saya tidak mempunyai ilmu yang memadai untuk memberikan penjelasannya, terlebih jika dihubungkan dengan ayat-ayat suci Al Quran, waah! hihihi.. Atau mungkin ada Artebianz yang sudah memahami maknanya dan bersedia membaginya dengan Artebia? Alhamdulillah sekali kalau ada.. hihi.. Untuk itu, mari kita fokus ke Nash dan musikalitas Ya Rabbana saja ya, Artebianz!

Profil Nash

nashsumber: transcorp management

Nash dibentuk pada pertengahan tahun 2013 di bawah naungan TransCorp Talent Management. Anggota grup band Nash ini terdiri dari empat orang, antara lain Daud Sakty sebagai gitaris dan vokalis, Nabilla sebagai vokalis, Jantan sebagai penggebuk drum, dan Cepi sebagai basis. Mereka berempat sejatinya sudah tak asing lagi dengan dunia musik.

daud-sakty                                              Daud Sakty

Daud Sakty, sebelumnya memang dikenal sebagai musisi yang telah merilis lagu-lagu pop yang liriknya terkenal sangat positif dan mengajak pada kebaikan. Daud sakty telah menulis lagu-lagu bernafaskan rohani Islam sejak tahun 2007. Sedangkan Nabilla, terpilih menjadi vokalis wanita untuk Nash dengan warna suaranya yang memiliki karakter tersendiri, sementara Cepi dan Jantan berangkat dari grup band indie, sehingga mereka telah mengantongi berbagai pengalaman.

Mini Album Nash

Meski masih terbilang baru, Nash sudah menelurkan mini album berjudul Laailahailallah yang diambil dari lagu andalan dalam mini album tersebut. Ada lima lagu dalam mini album Laailahailallah - Nash, yaitu Ya Rabbana Anta Maulana yang menjadi lagu favorit saya dan menjadi soundtrack untuk acara Khazanah; Laailahailallah yang telah menjadi theme song Ramadhan Trans TV, termasuk acara Islam Itu Indah; Dirimu Spesial; Kita Bisa Menjaga; dan Takbir Berkah Lebaran, yang menjadi theme song untuk hari raya Idul Fitri.

Mengapa Ya Rabbana?

nash_id                                                      nash.id

Saya pribadi telah mendengarkan kelima lagu dalam mini labum Nash tersebut dari link Youtube yang diberikan secara resmi oleh TransCorp Talent Management, dan lagu favorit saya tetap tak berpindah dari Ya Rabbana Anta Maulana. Alasannya, lagu ini mempunyai nada dan melodi yang palng nyaman menurut telinga saya. Tenang, tak menyentak namun tetap upbeat diiringi dengan tabuhan rebana tipis-tipis. Vokal Nabila yang sopran berkarakter membuat saya tergoda untuk ikut bernyanyi.

Singkat kata, Ya Rabbana Anta Maulana dari Nash adalah lagu rohani Islam yang nge-pop dan merupakan salah satu cara yang asyik bagi pemuda untuk berdzikir dan mengingat Tuhan, yang memang menjadi suatu keharusan, utamanya di bulan Ramadhan yang mulia ini.




Nadia Sabila

Nadia Sabila adalah seorang jurnalis yang menggandrungi travelling dan makanan pedas.

Profil Selengkapnya >>

Review Musik Lainnya

Tulis Komentar
comments powered by Disqus





KATEGORI :




ARTIKEL PILIHAN :




Filosofi Pohon Pisang Pada Hubungan Ayah Dan Anak


Edwin Ruser dan KoreanUpdates - Menghidupkan Mimpi Lewat Passion


My Boyfriend's Wedding Dress... Gaun Pengantin Cowokku?


Present Perfect: Seandainya Waktu Dapat Diputar Kembali


Kun Anta - Humood Al Khuder: Jadilah Diri Sendiri


Bakmi dan Sate Klathak Ala Djogdja: Menikmati Jogjakarta di Surabaya


Perpustakaan Balai Pemuda Surabaya


Wisata Madiun Bersama Keluarga


Foodiology TEDxTuguPahlawan, Ketika Makanan Lebih dari Sekadar Penahan Lapar


Sebuah Wajah, Sebuah Rasa (Bagian Lima)


Twist and Shout (Part 2)


Sebilik Ruang