Icip-Icip Seblak Zoss, Lebih Dari Sekadar Joss

08 Feb 2017    View : 889    By : Niratisaya


Seblak.

Siapa yang nggak kenal kuliner satu ini? Kerupuk yang belum digoreng, dimasak bareng kuah ekstra pedas dan berbagai isian yang lain (ayam, sayur, makaroni, cecek—atau kikil kalau di Jawa Barat, bakso, dan lain-lain). Saya yakin Artebianz sudah mengenal makanan asal Jawa Barat ini dengan baik.

Saya sendiri mendengar pertama kali (dan melihat pertama kali) rupa makanan ini dari video Youtube Ria S.W. Secara pribadi, saya suka makanan pedas, jadi sewaktu melihat penampakan seblak di video Youtube dalam hati saya sontak berkata, I gotta try that dang thing!

Saking fenomenalnya, seblak mulai merambah tanah Surabaya dari pedagang keliling yang berhenti di satu spot, sampai penjual yang bekerja sama dengan sekelompok penjual makanan lain di satu tempat nongkrong. 

But, as a person with immense curiousity, saya nggak bisa percaya dengan mudah rasa sebuah makanan yang berasal dari daerah lain, sampai saya mencicipinya langsung di tempatnya. Terutama seblak. Terutama kalau tempatnya sedang saya kunjungi.

Yah... bisa jadi karena saya nggak terlalu yakin dengan ide makanan berbahan kerupuk basah. I never like the idea of eating food that's supposed to be crunchy, but turn to be mushy. Nuh-uh, Artebianz.

Ketika akhirnya berkesempatan berkunjung ke Jawa Barat, saya pun memanfaatkan kesempatan itu untuk mencicipi seblak khas Seblak ZOSS.

Seblak Zoss

Kenapa ZOSS—kalau Artebianz tanya, kata Abang Penjual karena rasa seblak khas vendor ini lebih dari sekadar josLaughing

Baca juga: Pusatnya Soto Lamongan

 

 

The Thick and Thin Experience with Seblak

Nyatanya, menemukan seblak nggak semudah yang saya kira. Meski sudah sampai di Jawa Barat, saya nggak bisa langsung menyantap makanan yang lagi kondang ini karena satu-dua hal. Salah satunya adalah kakak-kakak saya ternyata duo foodie

Menurut kakak-kakak saya, ada penjual seblak yang terkenal enak di dekat perumahan mereka. It was so good that they doubted the taste of any other seblak vendors.

Saya sempat berkeliling tiga hari berturut-turut memburu penjual seblak yang biasa berjualan di bundaran taman, yang saat malam berubah jadi pasar. Tapi, tiga hari berturut-turut itu pula kami nggak menemukan penjual seblak tersebut. 

Kalaupun ketemu, hanya gerobaknya yang kosongFrown

Sampai dua hari sebelum kepulangan, kami mencoba berputar sekali lagi dan... voila! Kami menemukan gerobak abang penjual seblak yang mangkal di deretan penjual-penjual makanan, kurang lebih 300 meter dari tempat dia biasa mangkal.

Seblak Zoss

Tanpa ragu lagi, kami pun memesan seblak. Dua porsi. Satu dengan level kepedasan medium dan kuah yang nggak terlalu kental, satu lagi ekstra pedas dan kental.

Hujan cukup sering menyapa selama saya tinggal di rumah kakak saya, jadi saya rasa makanan pedas dan panas wajib dicicipi.

Baca juga: Surga Kuliner Surabaya

 

 

Seblak and My Bud Taste

Seblak menurut saya, nggak terlalu berbeda dengan rasa capcai. Mungkin karena bahan-bahan yang digunakan dan cara memasak seblak nyaris sama dengan capcai. Perbedaan antara keduanya hanyalah seblak juga berasa seperti mi rasa kari dari salah satu merek mi instan terkenal. Khususnya untuk seblak berkuah encer.

seblakSeblak kuah encer.

Sementara untuk seblak berkuah kental ekstra pedas yang saya pesan lebih ganas dan lebih terasa seperti mi kari—presumably karena Abang Penjual menggunakan bubuk cabe, bukan sambal. Dan, dari pengamatan saya dari kebanyakan penjual seblak, sepertinya seblak dengan kuah kental adalah seblak umum ala Jawa Barat. Sebab, kebanyakan penjual seblak memasaknya demikian. Misalnya seblak yang dijual di Jalan Ketintang, Surabaya.

Atau mungkin seperti seblak ala Bekasi yang saya beli, Artebianz bisa memesan seperti apa kuah yang kamu inginkan.

seblakSeblak kuah kental.

By far, seblak is comfortable as any comfort food to me and eating it is such an experience. Bayangkan pengalaman saya berburu seblak yang lagi ngehits ini. Selain itu, menurut saya seblak cocok banget dimakan sewaktu Artebianz kena flu. Kuah yang panas dan rasanya yang pedas, dijamin bisa membereskan hidung kamu yang buntu.

Hanya saja, bayangan saya mengenai seblak yang mirip seperti kuah sayur bali sekarang melayang dan hilang.

Alamat   Jl. Dukuh Zamrud, Bekasi, Jawa Barat
Jam operasi

 17.00 - 00.00

Harga  Rp10.000,-


Baca juga: 7 Mal dengan Toilet Terbaik




Your tummy traveler,

N

 


Tag :


Niratisaya

Niratisaya a.k.a Kuntari P. Januwarsi (KP Januwarsi) adalah CEO Artebia yang juga seorang penulis, editor, dan penerjemah.

Profil Selengkapnya >>

Makan Lainnya

Tulis Komentar
comments powered by Disqus





KATEGORI :




ARTIKEL PILIHAN :




Generasi Global dalam Industri Pertelevisian: Menelisik Makna di Balik


Alvi Syahrin - Semua Berawal Dari Mimpi Dan Kemudian Menjadi Nyata


Happiness Is.... You - Blogtour dan Giveaway


True Friend Never Die (Meung Gu): Arti Sahabat yang Sebenarnya


Kataji - Awal Mula Saya Terpikat pada Yura


Bakmi dan Sate Klathak Ala Djogdja: Menikmati Jogjakarta di Surabaya


Heerlijk Gelato


Santosa Stable Horse Riding, Kendal: Berkuda Dan Legenda


Deja Vu: Pesta Ketiga WTF Market di Surabaya (Bagian 1)


Sebuah Wajah, Sebuah Rasa (Bagian Lima)


Pengelanaan Sempurna


Kepada Yang Terkasih