Merah Balada

22 Feb 2015    View : 6166    By : Niratisaya


Kuntum Kecil Mawar menyembul pagi itu
tertelungkup hijau kelopak tangkai
kecil, tak berdosa
pun tak menarik hati kumbang atau lebah madu

kuntum mawar(gambar ilustrasi diambil dari ichsantirtonotolife.wordpress.com)

Kuntum Kecil Mawar masih tertelungkup malu
di jajaran kembang-kembang yang rekah
di dengung lebah dia terlupakan
di kepak kumbang dia dikucilkan

"Hijaumu tak menarik." Seolah dengung dan kepak itu berkata

Kuntum Kecil Mawar bersedih
mendongak pada mentari dia menjerit
merunduk dari rembulan, dia berdoa
mendongak di jerit terus dilakoninya
merunduk dalam khusyuk dijalaninya

dongak-dongak serta runduk-runduk itu pun singkirkan hijau selaput kelopaknya
tampilkan rona merah darah dalam pulasan embun
kian rekah dalam restu cercah mentari

mawar itu putih,
mawar itu kuning,
mawar itu merah

tapi tak ada mawar semerah darah seperti dirinya

Kuntum Kecil Mawar tersingkir sudah
di padang bunga Mawar Merah Darah menggantikannya

mabuk akan wanginya,
buta akan warnanya,
kumbang dan lebah madu berduyun-duyun tertulikan panggilan kembang-kembang lainnya

satu per satu,
berurutan mereka terbang pada Mawar Merah  Darah
satu per satu,
berturutan mereka tertancap pesonanya

“mawar itu merah darah,” bisik si mungil melati
dan kalian sudah mengerti apa sebabnya

bloody rose
(gambar ilustrasi diambil dari becuo.com)


Niratisaya (KP Januwarsi)

Surabaya, 0809-0215


Puisi Artebia lainnya:




Niratisaya

Niratisaya a.k.a Kuntari P. Januwarsi (KP Januwarsi) adalah CEO Artebia yang juga seorang penulis, editor, dan penerjemah.

Profil Selengkapnya >>

Puisi Lainnya

Tulis Komentar
comments powered by Disqus





KATEGORI :




ARTIKEL PILIHAN :




Stigma dan Tradisi: Berhenti Belajar! Mari Mulai Berpikir dan Menciptakan


Indah Kurnia, Memimpin Tanpa Kehilangan Identitas Sebagai Wanita


Legend of Sleepy Hollow - Cerita Horor Negeri Paman Sam


Billionaire a.k.a Top Secret: Kisah Sukses Seorang Pengusaha Muda


Kataji - Awal Mula Saya Terpikat pada Yura


Soto Khas Lamongan Di Pandean, Ngoro


Kopi Luwak - Nongkrong Aman Sambil Berbagi Kopi dan Gelak


Banyu Anjlok - Pantai Bolu-Bolu - Keletekan: Sekali Dayung Dua Tiga Pulau Terlampaui


Adiwarna 2017: Karyakarsa - Eksposisi Daya Cipta dan Rasa DKV UK Petra


Sebuah Wajah, Sebuah Rasa (Bagian Tujuh)


Kabut Rindu


Hati Terlelap Bahagia